Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 140


__ADS_3

Deon terbangun di sebuah ruangan yang tak di kenalinya,tapi bangunan itu nampak megah dan mewah dengan dekorasi cantik menghiasi bangunan megah itu.Deon membuka mata untuk pertama kalinya,saat membuka mata dia tengah berada di sebuah pesta yang dia perkiraan adalah pesta pernikahan.Samar-samar Deon mendengar tawa seorang perempuan yang di kenalnya dan juga Sura tawa dari seorang pria.Tawa itu seperti orang yang tengah berbahagia.


"Haha".


"Haha...Haha..You're my wife".


Tawa bahagia begitu menggelegar,terdengar saling bersahut-sahutan,seakan memperolok kondisinya.


Deon memandang ke seluruh penjuru ruangan,mencari sumber suara.Tapi tak di temukannya.Rasa penasarannya memaksa kakinya untuk melangkah mendekat kearah sumber suara itu.


Perlahan dia ayunkan kakinya menuju sebuah ruangan,dimana ruangan itu terdapat sebuah pelaminan,kursi berderet rapi dengan banyak tamu undangan yang tengah berbahagia dan dua sosok pengantin yang ada di tengah-tengah deretan kursi undangan.


Rasa penasarannya kembali memaksa kakinya untuk melangkah lebih dekat dengan dua sosok pengantin yang tengah mengucapkan ijab kabul.


Deg


Deon tak sanggup melangkah lebih dekat lagi,saat kedua mempelai pengantin itu dapat di kenali nya.Pengantin wanita itu,adalah wanita yang pernah singgah di hatinya.Aisha Alifa.Dan


Dan


Pengantin laki-laki nya juga tak asing bagi nya,dia merupakan pebisnis saingannya dan juga sekaligus musuhnya.Dia adalah Muhammad Akmal Al-Hussain,putra dari Jabir Al-hussain.Pemilik perusahaan raksasa AKM group.


Perlahan Deon,melangkah mundur.Tak kuat menyaksikan adegan di depannya,dimana Akmal tengah berjabat tangan dengan seorang penghulu untuk mengucapkan ijab dan kabul dengan di samping kanannya terdapat pengantin perempuan,tengah tertunduk malu.Meski mempelai wanita itu tertunduk,tapi wajah cantiknya dapat dengan terlihat dengan jelas.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawin nya dengan seorang perempuan bernama Aisha Alifa binti Smith Rodriguez dengan mas kawin Seratus gram emas dan juga seperangkat alat sholat".Ucap tegas Akmal.


Penghulu itu memandang ke seluruh tamu undangan.


"Sah".Seluruh tamu undangan mengucapkan kata sah,kecuali Deon.Dia malah berteriak dengan menutup kedua telinganya.


"Tidak sah".Teriak Deon.


Sontak saja,tamu undangan menatap tajam kearah Deon,termasuk kedua mempelai yang tengah berbahagia.


"Tidak sah".Teriak Deon,menggema di penjuru ruangan.Deon berjalan kearah pelaminan."Dia istriku". Tunjuk Deon pada Alifa."Pernikahan ini tidak sah karena dia masih resmi menjadi istri ku".Ucap lantang Deon.


Tidak ada yang menanggapi ucapan Deon,sekeras apapun dia menolak.Kenyataannya pernikahan itu tak bisa lagi di hentikan.Deon yang malang dan masih di Landa kebingungan ini, berteriak frustasi.


"Tidak".Teriak Deon.


Mommy danita, memaksakan diri untuk bangun dari tidurnya demi mengecek kondisi Deon."Deon!".Seru mommy danita,di tepi ranjang kasur.


"Tidak". Teriak Deon.


Bingung bukan main dialami oleh mommy danita,mendapati Deon berteriak kencang di alam bawah sadarnya."Deon!".Seru mommy danita, memanggil kembali sang putra.


Deon masih berada di alam bawah sadarnya

__ADS_1


Enggan untuk sekedar menyapa dunia.


Di goyangkannya tubuh Deon oleh mommy danita sambil terus menerus memanggil nama Deon, menyadarkan dia dari bunga tidur yang memabukkan.


"Deon".Sentak mommy danita.


"Tidak".Teriak Deon,bangun dari tidurnya.


Begitu dia membuka mata,Deon menatap ke sekitar.Teringat dengan kejadian tadi."Alifa".Gumam Deon.


"Alifa, siapa nak?". Tanya mommy danita,dia juga tak kalah bingung dari Deon.


"Dimana Alifa?,aku harus menggagalkan pernikahan nya".Ucap Deon, gelagapan.


"Alifa, siapa?".


Deon,tak menanggapi pertanyaan mommy danita,fokus menatap ke sekitarnya hingga..


Plak


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanannya,Deon menatap kearah mommy danita,orang yang telah menampar pipinya dengan keras."Why?".


"Agar kamu sadar,bahwa apa yang kamu alami hanya sebuah mimpi ".

__ADS_1


Mommy danita tak ingin berdebat dengan putranya itu."Bersiap lah,hari ini kita harus berjuang melawan daddy mu dan juga di rubah betina itu".Teriak mommy danita, sebelum menghilang di ambang pintu.


"Ternyata hanya mimpi ".Gumam Deon,sembari mengusap dadanya.


__ADS_2