Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
BAB 21 (DUA PULUH SATU)


__ADS_3

"Kamu punya hutang cerita" ucap riki pelan menatap mata atria dalam


"Hmmm" dehem atria


"Jawab sayang" ucap Riki lembut


"Ya intinya pas Kakak sakit Aku juga sakit"


"Kok bisa?"


"Ya asam lambung Atria naik kak, Atria juga telat makan" ucap Atria menjelaskan


"Harusnya kamu bisa jaga kesehatan sayang"


"Iya kak, Atria takut kakak kenapa napa" ucap Atria menatap Riki dengan mata yang berkaca-kaca


"Gimana kalo misalnya kakak ga ada"


"Jangan ngomong gitu" Teriak Atria Air matanya mengalir kembali tanpa di suruh


"Maaf,pipinya masih sakit?" Ucap riki mengangkat dagu milik atria lalu mengusap pipi atria pelan


"Sakit" ucap atria parau


"Udah jangan nangis lagi sayang air matanya,maafkan aku tidak bisa menjagamu, aku sayang padamu" ucap riki mengusap sudut mata atria


Riki mencium kening atria di lanjut mata kanan dan kiri turun ke hidung lalu pipi kanan dan kiri, atria menatap riki dalam sangat dalam sama halnya dengan riki


"Aku sayang kamu" ucap Riki mengecup Bibir atria lama lalu menjauhkan nya kembali


~ ~ ~

__ADS_1


"Maaf" ucap riki yang melihat Atria Terbengong sebenarnya dirinya ingin tertawa melihat muka polos atria Tapi ia tahan


"Gapapa" ucap atria memalingkan wajahnya ke arah lain


"Lihat aku" ucap riki


"Engga" ucap atria lalu menggeleng


"Atria liat aku" ucap riki


"Tatap aku sayang" ucap riki menyentuh dagu atria memaksa nya mengangkat kepalanya


"Kak" ucap atria setelah tatapan mereka bertemu


"Aku sayang padamu atria" ucap riki


Ivan on Vov


"Bagaimana keadaan riki, bagaimana keadaan zahra" batin ivan "yatuhan aku sangat mencemaskan mereka semoga mereka baik baik saja"


Fany? Gadis itu telah kembali ke negrinya tapi ia berjanji akan kembali esok dan meneruskan pendidikan bersama ivan


"Ya tuhan aku telah melukai seorang gadis yang begitu mungkin mencintai ku maaf kan aku dan jangan sampai adik perempuan ku mengalami hal serupa seperti zahra aku mohon" gumam ivan


Ivan mengacak ngacak rambutnya prustasi


"Kak ivan kau ada di dalam?" Tanya sang adik sambil mengetuk pintu kamar ivan


"Ya, masuklah"


Ilmi berjalan pelan menghampiri ivan iya mengambil posisi duduk di depan ivan yang sedang bersandar di bibir ranjang

__ADS_1


Ilmi menatap ivan dalam


"Ada apa?" Tanya ivan menaik turunkan alisnya


"Aku tidak menyukai fany kak begitupun dengan ayah, aku dan ayah lebih menyukai kak zahra" ucap ilmi dingin


"Zahraaa" ucap ivan pelan wajahnya ia tundukan


"Apa kau mencintai kak zahra?" Tanya ilmi menatap ivan


"Aku tidak tau" jawab ivan membalas tatapan ilmi


"Hmmm aku tau kau mulai mencintai nya kak"


"So tau" ucap ivan ketus


"Hey meskipun aku masih anak kelas 9 smp tentang percintaan lumayan aku mengerti"ucap ilmi ketus


"Dasar anak kecil tak usah ikut campur" ucap ivan tersenyum


"Dasar kau menyebalkan" ucap ilmi mulai kesal "aku hanya menyampaikan unek unek ku tentangku dan ayah yang tidak menyukai fany kalo bunda sih terserah terus" ucapnya dingin


"Iya iya aku mengerti ilmi, tapi saat ini aku sedang bingung dengan perasaan ku sendiri" ucap ivan sendu tatapan nya lurus entah kemana


"Biarku jawab, kau mencintai kak zahra kak, tapi karna kembalinya kehadiran fany itu membuat hatimu bingung pada perasaanmu sendiri kak, hatimu sedang di permainkan oleh 2 wanita kak, ingat kakak harus memilih salah satu wanita itu dan harus berani mengambil keputusan yang nantinya tidak akan membuat mu menyesal" ucap ilmi panjang lebar sambil mengelus pundak sang kakak


"Hmmm tumben bijak dan yah akan ku pikirkan nanti siapa yang akan ku pilih sekarang kau boleh kembali ke alam mu lagi" ucap ivan


"Kau mengusir ku" ucap ilmi datar


"Ah tidak"

__ADS_1


"Yasudah ku harap kau memilih ka zahra" ucap ilmi berjalan pelan meninggalkan ivan


Ivan off vov


__ADS_2