
"Jangan asal nuduh kamu".Alifa tak tahan juga, menggertak Wardah.
"Aku gak asal nuduh yah, jelas-jelas kemarin aku melihat kamu tengah duduk berduaan dengan pak akmal.Bukankah begitu,pak Akmal yang terhormat".Tanya Wardah, sembari menatap kearah akmal.
Khalisa dan Maulida, memalingkan tatapan mereka,menjadi kearah Akmal."Pak Akmal".Ucap Maulida dan Khalisa, mereka berdua terkejut bukan main.
Yah, bagaimana Khalisa dan Maulida tak terkejut, sedangkan orang yang mereka hormati dan hargai tengah berdiri,tak jauh dari Alifa dan yang tak kalah membuat mereka terkejut adalah saat tangan Akmal menggenggam tangan Alifa.Pantas saja Alifa merangkul mereka berdua dengan sebelah tangan saja.
"Apa benar yang di katakan oleh Wardah?".Tanya maulida, matanya tak lepas dari genggaman tangan akmal dan alifa.
Bukannya langsung menjawab,Akmal malah merapatkan tubuhnya kearah Alifa.Memamerkan kemesraan di depan umum.
"Oh no".
"Tidak mungkin".
"Katanya ngerti agama,tapi pegangan tangan sama yang bukan muhrim..Cih,munafik".
"Wajar saja di genggam toh,Alifa wanita cantik tak tertandingi.Cocok mereka menjadi pasangan".
Kasak-kusuk terdengar nyaring,saat Akmal memamerkan kemesraannya di hadapan umum.
__ADS_1
Akmal tak menanggapi ocehan mereka,tetap berdiri di samping Alifa dengan penuh perhatian.Sedangkan,Alifa tertunduk malu.
"Apa yang ingin kalian ketahui tentang kami?".Tanya Akmal,menatap satu persatu khalisa,Wardah dan juga maulid."Tanyakan apa saja yang sekiranya mengganjal di hati kalian termasuk orang-orang yang tengah berkerumun disini".Ucap akmal tegas.
Mendapatkan peringatan seperti itu, bukannya langsung mengajukan pertanyaan,mereka yang hadir disana malah terdiam.Saling menyalahkan satu sama lain.
Wardah yang termakan api cemburu dan perasaan dongkol,malah menatap tajam kearah Alifa."Apa hubungan mu yang sebenarnya dengan pak akmal'?". Tanya Wardah, berteriak kencang.
"Dia calon istri ku".Jawab Akmal,berseru kencang."Dan kami akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini".Ucap akmal lagi.
Wardah,Khalisa dan juga maulida, melongo tak percaya dengan ucapan Akmal.Menatap silih berganti antara akmal dan Alifa.
"Tunggu tunggu,ini pasti ada yang salah?".Sanggah maulida,masih tak percaya.
"Sulit di percaya."Ucap Khalisa, berjalan kearah alifa."Apa ini semua benar?".Tanya khalisa pada Alifa.
Alifa melirik kearah Akmal,meminta persetujuan nya.
Akmal mengangguk, memberikan izin pada Alifa agar dia mengungkapkan kebenarannya.
"Iya,benar.Maaf".Sahut Alifa, menundukkan kepala.
__ADS_1
Khalisa menepuk jidatnya."Aish,kalian akan menikah?,dan kami tak di beritahu?".Tanya khalisa.
"Maaf".
"Maaf maaf, emang dengan kata maaf bisa membuat waktu terulang kembali? hah".Tanya Wardah, membentak Alifa.
Akmal sigap,menghadang tubuh Alifa agar tak terkena serangan dari Wardah."Turunkan nada bicara mu,kau tak pantas membentak orang yang tak salah".
"Tak salah kata mu".Wardah, menatap tajam Akmal."Aku yang selama ini naksir sama kamu,tapi ".Wardah kembali menatap Alifa tajam."Wanita munafik ini telah merebut laki-laki yang aku cintai.Padahal dia tau.Aku cinta sama kamu.Akmal".Gertak wardah.
Akmal tak mampu lagi menanggapi ocehan Wardah yang menurut nya penuh dengan drama itu bahkan Akmal tega membuat wardah, tersungkur duduk diatas tanah sambil menangis tersedu-sedu.
"Singkirkan tangan mu itu,aku tak Sudi di sentuh oleh manusia munafik macam kau".Sentak Wardah pada Alifa,saat Alifa hendak membantu nya berdiri.
Akmal memegang tangan Alifa."Ayo kita pergi,tak ada lagi urusan kita disini ".Ucap Akmal,menu tun Alifa untuk pergi bersamanya.
"Tapi, mal ".Tolak halus Alifa.
"Jika kebaikan kamu tak lagi di hargai?,lebih baik kita pergi menghindar.Bukan, berarti kita kalah tapi untuk menjaga kesehatan mental kita".Ucap Akmal lembut.
Mau tak mau Alifa,mengikuti langkah kaki Akmal.Meninggalkan Wardah yang terduduk lemas, meninggalkan Khalisa dan Maulida yang masih bingung dengan peristiwa yang barusan terjadi dan meninggalkan kerumunan orang-orang.
__ADS_1
"Alifa".Teriak Wardah, kesakitan.