Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat
Part 134


__ADS_3

"Terimakasih Al".Ucap Akmal diantara Isak tangisnya.


"Kau cengeng".Sahut Alifa sembari memukul dada bidang Akmal."Masa laki-laki nangis sih,malu dong".Ucap Alifa.


Akmal mengusap ujung kepala Alifa."Aku menangis karena terharu.Aku menangisi wanita yang aku cintai,aku menangis karena teramat bahagia".Ucap akmal.


Dia kembali lagi berlutut di hadapan Alifa dan menyematkan cincin berlian itu."Cincin ini aku hadiah kan untuk kamu seorang.Aisha Alifa,kau resmi menjadi calon istri ku".Ucap Akmal setelah memasangkan cincin di jari manis Alifa.


"Alhamdulilah".Ucap beberapa orang, serempak mengucapkan puji syukur.


Baik Alifa maupun Akmal, mereka merasa terkejut dengan suara orang-orang di belakang mereka.Seingat mereka hanya ada mereka berdua dan tak ada yang lain.


"Ayah"


"Mr.smith"

__ADS_1


"Arumi".


Yah,suara itu berasal dari ketiga orang penting yang sayangnya terlupakan begitu saja oleh Alifa dan akmal.


Akmal dan Alifa mendekat kearah mr.smith,Arumi dan juga pak Jabir Al-hussain,mencium tangan mereka takzim."Kalian melupakan kami?".Tanya pak Jabir,ayahnya Akmal.


Alifa dan Akmal saling memandang satu sama lain,saling menyalahkan dalam tatapan mereka."Kamu sih".Begitu isyarat tubuh mereka.


Mr.smith menepuk punggung Akmal."Katanya mau melamar putri ku di depan ayah kandungnya sendiri?,tapi kok aku di lewatkan begitu saja?".Tanya mr.smith, pura-pura merajuk.


"Hehe".Akmal merangkul mr.smith dan juga pak Jabir, ayahnya."Ini baru permulaan,baru latihan doang biar Alifa nya gk kaget kan malu kalau-kalau Alifa menolak lamaran ku".


Alifa,Mr.smith,Akmal dan pak Jabir menoleh kearah Arumi.Melemparkan tatapan tajamnya kepada sekretaris tak tau malu itu.


"Sebelum anak ku melamar mu,akan ku tolak".Ucap pak Jabir.

__ADS_1


"Dan saat itu pula,ku pastikan kamu tidak lagi bekerja bersama ku".Sahut Alifa,ikut menyuarakan hak nya.


"Tak hanya itu,kau ku pastikan akan kehilangan pekerjaan mu dan tak ada satu perusahaan pun yang akan menerima mu ".Ucap Mr.smith,tak mau kalah dalam memberikan pendapatnya.


"Aku pun".Kata Akmal


Tapi sebelum dia menyampaikan pendapatnya,pak Jabir dan mr.smith,menoyor kepala Akmal."Diam!,urusan kamu sama kamu belum selesai".Ucap calon besan dan calon mertua bersamaan.


Alifa tertawa cekikikan sebab Akmal di perlakukan layaknya seperti anak kecil saja.Sedangkan Arumi, memanyunkan bibirnya,tak terima dengan perlakuan mereka.Tapi,itu hanya akting belaka, selebihnya dia ikut merasakan kebahagiaan dari bos nya itu.


Dua perusahaan raksasa yang sama-sama memiliki pengaruh besar terhadap dunia bisnis akan di persatukan dalam sebuah pernikahan.Tak terbayangkan lagi bagaimana meriahnya pesta pernikahan itu.


Tapi,sebelum pernikahan itu di langsung kan.Kedua keluarga kaya nan terhormat itu akan mengadakan acara lamaran yang akan di langsungkan malam ini juga sesuai dengan kesepakatan."Lebih cepat,lebih baik".Begitu menurut mereka.


Mr.smith memang sudah mengetahui hubungan asmara putrinya dengan Akmal ini,kisah cinta mereka terbilang unik dan terkesan terburu-buru.Diantara hari birunya mr.smith karena sang putri telah di lamar oleh seorang pria yang di cintai, tersimpan kesedihan untuk orang yang pernah singgah di hati Alifa.

__ADS_1


"Al,apa kamu tidak mau melihat Deon?,tidak pernahkah kamu menyadari pengorbanan nya?".Gumam mr.smith,hanya di ucapkan dalam bisikan saja.Sebab dia tak ingin merusak kebahagiaan putrinya dan juga orang lain.


Mr.smith, menatap Alifa,Akmal,pak Jabir dan Arumi secara bergantian.Ada kilat kebahagiaan yang terpancar di dalam wajah mereka."Semoga kamu bahagia,putri ku".


__ADS_2