
Akmal menyepakati keinginan Alifa yang merindukan majlis ta'lim tempat pengajian nya dulu saat kegundahan hati dan kekalutan menyerang dirinya.Tentu tak hanya majlis ta'lim saja yang di rindukannya tapi juga sahabat-sahabatnya dulu.
Waktu dia pergi begitu saja, meninggalkan semua kehidupan yang pernah di jalaninya dengan membawa luka hati tanpa berpamitan dengan orang-orang yang menyayanginya dan selalu ada untuknya meski itu hanya berada di lingkungan majlis ta'lim itu saja.
Tak dapat di pungkiri oleh Alifa, keputusannya telah menjadikan dia terpuruk oleh rasa rindu.Kerinduan akan sosok sahabat-sahabat yang pernah menghibur hatinya.
Disinilah sekarang Alifa dan Akmal,berdiri di luar majlis ta'lim.Mengamati dengan seksama orang-orang yang tengah masuk ke dalam ruangan tempat diadakan pengajian itu,dan pastinya di mentori oleh akmal.
"Bukankah itu sahabat-sahabat mu?".Tanya Akmal,begitu matanya melihat sahabat-sahabat Alifa."Tapi,kok cuman dua?,kemana satu lagi, seingat ku ada tiga?".Tanya Akmal pada Alifa.
"Kau tau sahabat-sahabat ku?".Tanya balik,Alifa.
Akmal menatap kekasih hatinya."Tentu".Sahut Akmal,kembali menatap ke depan."Pasti kamu bertanya-tanya darimana aku tahu tentang sahabat-sahabat mu kan?".Tanya akmal.
Tepat,saat Akmal bertanya pada alifa.Saat itu memang Alifa tengah mengerutkan kening, bertanya pada diri sendiri."Sure ".Gumam Alifa.
"Tanpa kalian sadari,aku selalu memperhatikan kalian.Apa yang kalian lakukan?,apa yang kalian ucapkan?,aku memperhatikan kalian pada kejauhan.Tak hanya tentang persahabatan kalian, tapi semua yang hadir di dalamnya.Sampai_".Akmal menjeda ucapannya, menggantung kalimat nya agar Alifa penasaran.
"Sampai?".Tanya Alifa penasaran.
__ADS_1
Akmal bukannya menjawab pertanyaan Alifa,dia justru menunduk.
Alifa menjadi heran terhadap perubahan sikap akmal,tak biasanya dia seperti itu dan tentu itu membuatnya bertanya-tanya.Setelah di buat penasaran,malah tidak di jawab sama sekali.
"Sampai apa?".
"Sampai aku memergoki kalian tengah bermesraan di tempat umum".Bukan akmal yang menjawab, melainkan suara wanita yang ada di belakang Alifa dan akmal.
Sontak saja,suara itu membuat Alifa dan akmal menoleh kearah belakang mereka demi memastikan kearah sumber suara.
"Wardah".Ucap Alifa, terkejut bukan main.
Berbeda dengan akmal,dia tak terkejut sama sekali dengan keberadaan Wardah di belakang mereka.
"Maksud mu?".
"Gak usah banyak bertanya,kau tau sendiri kalau aku naksir sama Akmal tapi kenapa kamu malah bermesraan di tempat umum pula".Gertak Wardah sembari menunjuk-nunjuk Alifa.
"Dah,kamu salah paham".Ucap Alifa.
__ADS_1
"Salah paham?,bagian mananya yang salah paham?". Tanya Wardah, berteriak kencang seperti orang kesetanan.
Perdebatan mereka,tak pelak banyak mengundang orang-orang berkerumun,mencari tau sumber kegaduhan itu.Tak terkecuali Khalisa dan Maulida.
"Ada apa ini?".Tanya Khalisa dan Maulida,menyibak kerumunan orang-orang.
"Alifa".Teriak Khalisa dan maulida,menghampiri Alifa dan memeluk tubuh sahabat yang mereka rindukan itu.
"Kemana aja?".Tanya khalisa, histeris.
"Aku..Hmmm,aku sibuk".Jawab Alifa,gugup.
Maulida tak kalah heboh dari Khalisa,wajar saja dia yang paling dekat dengan Alifa."Sibuk apa sih?,sampe sahabat sendiri saja di lupain".Ucap Maulida, pura-pura marah.
Alifa jadi salah tingkah, menghadapi sahabat-sahabat nya itu.Berkata jujur,takut itu akan menyinggung perasaan mereka.Tak berkata jujur,tak enak hati.
"Aku sibuk".Ucap Alifa lagi.
"Sibuk sibuk,sibuk apa sih?". Tanya khalisa lagi.
__ADS_1
"Sibuk bermesraan dengan pak akmal". Celetuk Wardah.
Khalisa dan Maulida menatap Wardah dengan tatapan tajam."Jangan asal nuduh kamu".Gertak Alifa.