
Akmal duduk di kursinya setelah puas memeluk istrinya sebagai ucapan selamat paginya.Dia memang rutin melakukan hal romantis, tindakan kecil tapi bermakna begitulah kiranya pikiran akmal.Mengaca pada hubungan rumah tangga ayah dan ibunya.
"Mamah,bayi gede pengen sarapan.Udah lapar mamah".Ucap Akmal,merengek manja,bak anak kecil.
"Anak mamah dah laper".Sahut Alifa,sembari menyendok makanan ke piring.
"Iya,mamah.Dede dah laper,cepet mamah". Lagi-lagi Akmal bertingkah layaknya seperti anak kecil saja.
Alifa terkekeh geli dengan candaan pagi Akmal, baginya itu adalah booster pagi sebelum berangkat memulai aktivitasnya.Apalagi hampir seharian penuh mereka akan terpisah, menjalankan kesibukan masing-masing di tempat kerja masing-masing.
"Kamu itu paling bisa".Ucap Alifa, menyodorkan piring berisi nasi goreng beserta dengan telur dadar.
"Makasih mamah ku tercinta".Sahut Akmal, memicingkan sebelah matanya.
Alifa bergeleng kepala, suaminya sudah sejak dua hari ini bertingkah aneh.Lagi candaan pagi itu adalah sebuah bentuk komunikasi dan ungkapan cinta diantara keduanya.
"Kamu mau pulang jam berapa?".Tanya Alifa.
"Aku pulang malam".Jawab Akmal,tanpa menoleh kearah Alifa.
Tanpa di sadari oleh Akmal,Alifa memberenggut,tak terima suami yang baru di nikahi malah pulang malam,tak mengerti situasi dan kondisi sekali.
"Padahal masih pengantin baru.Masih anget-anget nya".Gumam Alifa.
Akmal mengangkat kepalanya, menoleh kearah samping.Tempat Alifa duduk."Kamu bicara apa,sayang?".Tanya Akmal.
__ADS_1
"Gak ada kok?".Kilah Alifa.
"Oh yah sudah, cepat habiskan sarapan mu yah?".Sahut Akmal.
Alifa semakin jengkel saja dengan tingkah laku Akmal, setelah dia mendapatkan pelukan hangat dan perlakuan manis, sekarang malah di kecewakan.Dia merasa di bahagian,lalu sedetik kemudian di hancurkan.Di bawa terbang,lalu di jatuhkan.
'Huh,dasar suami gak peka'.Ucap Alifa membatin.Tanpa di sadari nya,dia telah mengumpati suaminya sendiri.
"Aku juga bakal pulang malam".Ucap alifa.
Akmal yang sedari tadi fokus ke piring sarapannya,kini menatap tajam kearah istrinya."Kau pulang malam?".Hardik Akmal.
"Iya".
"Gak sekalian pulangnya subuh". Celetuk Akmal.
Alifa yang memang emosinya masih labil belum lagi dia merasa kesal, sehingga dia telah salah paham dengan suaminya sendiri.
Alifa melengos pergi tanpa memperdulikan Akmal yang melongo dengan reaksi Alifa.
"Padahal aku hanya bercanda".Ucap Akmal.
Kesalahpahaman diantara suami-istri ini menjadi bumbu pelengkap dalam rumah tangga mereka yang baru di bina.
Akmal tak ingin kesalahpahaman ini terus berlarut-larut dan bahkan berujung pada perpisahan,lebih memilih menurunkan egonya.Dia menyusul Alifa ke kamar nya.
__ADS_1
"Padahal maksud ku benar, kenapa jadi ngambek sih".Ucap Akmal sembari berjalan menuju kamar nya.
Tok..Tok..Tok
"Al,buka pintunya,sayang".Ucap lembut Akmal,memanggil istrinya.
Tak ada sahutan dari dalam,hanya suara jarum jam dinding yang terdengar nyaring, memekakkan telinga.
Akmal menjadi kesal sendiri, seharusnya dia yang marah tapi istrinya malah balik marah padanya.
"Dengar Al,maksud ku tuh baik".Teriak frustasi Akmal."Aku tak ingin kamu kecapean,itu saja".Teriak Akmal lagi,tak menyerah sebelum pintu terbuka.
"Aku bagai rembulan menunggu punggungnya".Sahut Alifa dari dalam.
Akmal bukannya mendapatkan jawaban,dia malah semakin di buat pusing dengan perumpamaan istrinya.
"Al,buka dong pintunya".Ucap lembut Akmal, menurunkan intonasi suara nya.
Lagi tak ada sahutan dari dalam, suara jam dinding kembali bersahutan seakan menjawab ucapannya.
Di saat Akmal hendak berbalik,menyerah dengan sikap marah istrinya itu.Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar.
Klek
Alifa berjalan keluar kamar dengan anggunnya,hari ini dia memakai kemeja putih di pagi padankan dengan blazer kotak-kotak dan juga rok rempel dengan high heels nya, sangat cocok di tubuh kurus nan tingginya.
__ADS_1
Tak sadar Akmal melongo melihat penampilan istrinya yang begitu cantik bak bidadari turun dari kahyangan.
"Usap air liur mu".Celetuk Alifa, kembali melengos pergi.