
Di saat Alifa dan Akmal tengah bersiap untuk menyusun rencana mereka di lain tempat,ada Deon yang menatap pedagang pecel lele itu di balik kaca mobil sport nya dengan perasaan sedih.
Di gerai pecel lele itu alifa selalu makan ayam goreng beserta sambel dan lalapan nya.Meski bukan di tempat yang sama,tapi setiap ada gerai pecel lele itu membuat Deon mengingat kebersamaan mereka.Yah,Alifa sangat suka dengan sambelnya sebab itu lah dia sering makan di gerai pecel lele.Menjajakan makanan di pinggir jalan dengan terpal sebagai penutupnya.
Makanan yang terbilang sederhana bagi mereka,tapi tidak untuk Alifa.Mungkin,jika Alifa masih menjadi putri konglomerat tentu itu menjadi pemandangan yang tak biasa.Sama halnya dengan Deon yang waktu itu untuk pertama kali dia mencicipi ayam goreng yang di jajakan di pinggir jalan itu.
Kenangan manis itu tak mampu hilang dalam ingatan Deon.Masih jelas dalam ingatan nya,senyum manis Alifa kala dia merayunya untuk mencicipi makanan itu.Apalagi mereka makan sepiring berdua,bertambah romantis sekali mereka saat itu.
Namun,sayang kebersamaan mereka tidaklah lama dan hanya menjadi kenangan saja."Alifa,dimana kamu?,masih ingatkah kamu kepada ku, masa-masa kita bersama?".Gumam Deon, kala ingatan tentang Alifa melintas.
"Sayang".Ucap Samantha, membuyarkan lamunan deon.Samantha yang kini berstatus sebagai calon istri itu bergelayut manja di lengan kekar Deon.
__ADS_1
"Sayang".Teriak Samantha,mengibaskan tangannya di depan wajah Deon.
"Iya,Alifa". Refleks Deon menyebutkan nama orang yang di cintai nya.
"Alifa?".Ucap Samantha,merajuk.Bisa-bisanya Deon menyebutkan nama wanita di masa lalunya.Susah payah dia meyakinkan Deon untuk membuka hatinya.Kini, pernikahan mereka tinggal satu Minggu lagi.Nama,itu secara gamblang terucap langsung dari bibir Deon sendiri.
"Maaf".Ucap Deon, berusaha membujuk calon istrinya itu.
"Tak bisakah nama itu,tak hadir di dalam keadaan baik untuk kita?,tak bisakah kamu melihat cintaku, sedikitpun?".Tanya Samantha,memegang dadanya.Terasa nyeri di bagian ulu hatinya.Samantha yang semula bergelayut manja kini duduk membelakangi Deon.
Dengan sigap Deon memeluk Samantha dari belakang,mengusap rambutnya dengan sayang demi meredam emosinya."Maafkan aku.Bantu aku untuk bisa melupakan Alifa,bantu aku.Samantha".Ucap Deon,berbisik di telinga Samantha.
__ADS_1
Samantha membalikkan tubuhnya,menghadap Deon.Di tatapnya wajah yang selama ini mengisi relung hatinya."Aku bisa dengan pernikahan ini.Aku yakin bisa membuat mu melupakan Alifa".Ucapnya lirih.
"Terimakasih Samantha, terima kasih".Ucap Deon,memeluk wanita yang tak pernah lelah menyadarkan dirinya.
Sakit,itu yang di rasakan Samantha.Pernikahan yang menurutnya adalah akhir dari perjuangan nya,simbol dari kemenangan cintanya.Namun, kata itu seakan merombak pertahanan hatinya.Samantha menangis dalam diamnya, menangisi nasib cintanya.
. .. ...
Hari ini Alifa sudah siap untuk melancarkan aksinya setelah kemarin harus di urungkan,akibat rasa lelahnya Karena terlalu lama menangis.Ucapan Akmal sanggup menggoyahkan hatinya.Jauh-jauh Alifa datang ke Jakarta dengan membawa misi balas dendam nya.Tapi, setelah Alifa sampai di Jakarta.Dia harus kembali menelan kekecewaan.
Pertanyaan Akmal,sanggup membuka luka hatinya di masa lalu.Luka yang dengan susah payah dia kubur dalam-dalam harus kembali terangkat.Pertanyaan itu memaksa memori otaknya untuk kembali memutar kenangan pahitnya di masa lalu.
__ADS_1