Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
10


__ADS_3

Seminggu berlalu hari yang di nantikan pun tiba. Di hari minggu pagi bahkan matahari pun belum keluar dari tempat peraduannya. Lisa sudah bersiap-siap untuk melewati hari ini.


Terdengar suara mobil berhenti di dekat rumahnya, lalu tak lama terdengar ketukan dari luar. Lisa bergegas membuka pintu. Terlihat lelaki paruh baya mendekatinya.


"Assalamualaikum, apa ini benar rumah nona Lisa?" tanya lelaki paruh baya itu


"waalaikumsalam. Iya benar, ada perlu apa pak?"


"Saya di suruh Tuan muda Rendy untuk menjemput Nona, karena acara akan segera di laksanakan,"


" oh, tunggu sebentar ya, Pak. Saya ambil tas dulu ke dalam," jawab lisa ramah


Lisa bergegas ke dalam mengambil koper kecil berisi baju-bajunya. Tidak banyak yang Lisa bawa, karena Lisa memang tidak suka mengkoleksi pakaian.


Sehari sebelumnya Rendy sudah mengirimkan pesan,memberitahu lisa bahwa besok akan ada yang menjemput nya lalu menyuruh Lisa membawa pakaian seperlunya saja.


"Mari, pak saya sudah selesai," ujar lisa setelah kembali.


mereka pun bergegas masuk mobil dan meninggalkan rumah Lisa.


"Maaf, nama bapa siapa ya?" tanya Lisa sopan


" Panggil aja Mang asep, Nona," jawab lelaki paruh baya itu


" Jangan panggil nona, Mang. Panggil aja saya Lisa,"


" Maaf, saya engga bisa, Nona nanti Tuan muda marah," tolaknya.


"emm ... ya, udah kalau gitu panggil Neng Llsa aja gimana?" Lisa mencoba memberi ide


"Baik, Neng Lisa,"


...****************...


Tanpa waktu lama mereka sudah sampai rumah Rendy. kisa langsung di sambut Mama Rendy yang memang sudah menunggu di teras, lalu Lisa dibawa ke sebuah kamar yang luas sekali. Lisa saja sampai melongo saat masuk ke dalam kamar itu.


"luas bange, ini mah 2x lipat kamarku di rumah, " gumam Lisa.


"Nah, Lisa nanti kamu bakal di rias sama mereka." tunjuk mama Rendy pada dua wanita muda yang sangat cantik. satu berwajah tirus dan hidung mancung,sedangkan satu nya lagi berwajah bulat dengan mata yang indah.


" Perkenalkan, mereka Rika dan Nadia. Nah, Nadia ini pengantin wanitnya. Tolong, dibuat secantik mungkin, ya. Tante tinggal dulu," ujar mamah rendy


"Siap, Tante," jawab Rika dan Nadia serempak


Setelah mamah Rendy keluar, tinggallah Lisa dan kedua wanita itu.


"Hai, sepertinya kita seumuran," sapa nadia lalu mendekati lisa dan memperhatikan wajah lisa


"Hai juga, benarkah! Berapa umurmu?" Lisa mencoba rileks dengan kehadiran mereka


"20 tahun."

__ADS_1


" Wah, hanya selisih satu tahun,aku di bawah kamu." lisa antusias


"Benarkah! Senangnya, tapi aku iri padamu, kamu bisa dapatin si pangeran tampan itu." nadia mengerucutkan bibir nya


"pangeran tampan maksud kamu Rendy?"


"Ya, siapa lagi." nadia mulai membuka box make up yang dia bawa.


"Apa dia setampan itu?" tanya Lisa.


"bukan tampan lagi tapi tampan bingit." nadia berseri-seri menceritakan soal rendy


" Sudah-sudah, jangan dengarkan dia, Lis. Aku panggil Lisa aja ya, soalnya kita hampir seumuran ini," ujar Rika.


"Buka jilbabmu, Lis biar kita bisa leluasa mendandanimu," pinta nadia


Lisa pun menurut membuka jilbab nya, lalu Rika dan Nadia mulai memoles wajah Lisa. Tidak sulit bagi mereka mendandani Lisa. Karena, Lisa sudah cantik alami hanya tinggal di poles sedikit bagus.


Setelah selesai di rias. Rika dan Nadia membantu Lisa memakai kebaya putih. Acaranya memang tidak meriah, hanya akad jadi Lisa cukup memakai kebaya saja.


"Wah, kamu cantik banget, Lis," puji nadia


Lisa hanya tersenyum manis mendengar pujian Nadia. Dia saja tidak percaya benarkah ini diri nya?


"Andai yang menikah sama pria tampan itu aku. Pasti aku seneng banget." nadia kembali berkhayal


" Lo, kalau mimpi jangan ketinggian 'dah, Nad entar jatuh kerasa banget sakitnya," ucap rika


"Yah, lagian Lu mimpi di siang bolong." Rika tertawa melihat tingkah temannya


"Eh, Lis aku bilangin, ya. kamu harus selalu jaga penampilan kamu biar 'tuh si pangeran tampan engga belok sana sini." nadia membereskan make up nya sambil terus menasehati lisa


"Belak belok emang tuh orang mobil pake belok segala!" rika yang jengah mendengar nasehat nadia ikut berkomentar


" Lo mah engga tau, ya. Ibarat nya 'nih, rumput tetangga itu lebih indah,"


"Ngapain bawa-bawa rumput segala."


"Haduh, bisa gila gue ngomong sama Lo. Udahlah, mending kita beresin ini. Sebentar lagi acara nya di mulai," ucap Nadia


Lisa hanya senyum sendiri melihat kedua wanita itu saling berdebat di hadapan nya.


...****************...


Sementara itu, di lain kamar Rendy sudah siap dengan setelan akad,celana dan baju putih juga di balut jas hitam


"Ren, kalau Lu gugup biar gue aja yang gantiin." Rey menggoda Rendy yang terlihat tegang padahal ini pernikahaan ke 2 nya.


"Sekali lagi lu ngomong, Gue kawinin juga Lu sama si Elizabeth," jawab Rendy kesal


"Ogah banget gue masih normal kali!" ketus Rey.

__ADS_1


Elizabet yang mereka maksud adalah seorang lelaki yang melayu di salon langganan mereka.


Setiap Rendy dan Rey ke sana, untuk potong rambut, atau perawatan. Pasti saja Elizabeth sigap melayani.


Sebenernya elizabet memiliki nama asli yaitu Roy, hanya saja karena dia lemah gemulai seperti wanita. Roy lebih senang di panggil Elizabeth katanya


"Kan, Eike kaya ratu elizabet, Cin," pikir Roy.


"Lu udah siap, Ren? kalau udah hayu buruan ... penghulu udah nunggu 'noh di bawah! ajak Rey.


"Iya,"


Rendy ke bawah bersama Rey, terlihat di sana ada penghulu, Wali hakim, Papa Rendy, Bi Iyam, dan juga Mang Asep. Yah, hanya ada mereka karena ini permintaan Lisa, agar tidak banyak orang yang datang.


"Kamu sudah siap, Boy?" tanya Pak Adrian.


"InsyaAllah, siap, Pa," jawab rendy yakin.


Rendy duduk berhadapan dengan wali hakim. Karena, orang tua Lisa sudah meninggal dan Lisa tidak punya siapa-siapa lagi selain Egi yang sedang koma. Maka, pernikahaan ini memakai wali hakim.


"Baik, mari kita mulai," ucap sang penghulu


Rendy menjabat tangan wali hakim, lalu mengucapkan ijab qabul dengan lancar


SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA LISA ANGGRAINI BINTI AlMARHUM HARDI SURYONO DENGAN MAS KAWIN 50 GRAM EMAS DI BAYAR TUNAI.


SAH


SAH


Kini Lisa dan Rendy resmi menjadi suami istri di hadapan Allah dan negara. Mereka akan memasuki dunia baru.


"Alhamdulillah," ucap mereka serentak


Papah Rendy terlihat senang melihat putra sulungnya kini sudah punya pendamping hidup kembali. Pak Adnan berharap ini akan menjadi awal yang baik untuk Rendy ke depann nya.


Berbeda dengan Renndy, dia tidak menampakan senang atau pun sedih. Karena, dia sendiri bahkan tidak percaya bisa dengan lancar dan cepat mengucapkan ijab qabul itu.


Kini semua sudah berbeda. Rendy tidak lagi sendiri. Ada seorang wanita yang berstatus istri yang harus dia jaga. Sekalipun pernikahaan ini tidak memiliki cinta dari kedua nya tapi tak mustahil jika semua akan berbeda di lain waktu.


Manusia hanyalah makhluk lemah. Jika, Allah sudah berkehendak. Maka, sesuatu yang tidak mungkin pun akan menjadi nyata. Jadi, biarlah Allah yang mengatur perjalanan rumah tangga Rendy dan Lisa.


...****************...


BERSAMBUNG~~~


...Maaf ya kak author cuman bisa up 2kali sehari karena author punya bayi kecil yang sedang senang nya bermain ke sana-kemari🙈...


Terus dukung aku ya kak


jangan lupa like&coment nya🤗🤗

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA😊


__ADS_2