Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
63


__ADS_3

Sementara itu di rumah mewahnya, Lisa sedang memasak untuk sarapan pagi. Pagi-pagi sekali Egi sudah ikut mang Rudi dan bi Inah ke pasar.


Lisa begitu piawai meracik bumbu, menggoreng ayam dan menumis sayur. Lisa larut dalam kegiatannya, sampai-sampai tak sadar sang suami sudah memperhatikan dirinya dari tadi.


"Kenapa dia selalu terlihat cantik jika sedang memasak," batin Rendy.


Rendy perlahan mendekat ke arah istrinya, di peluknya Lisa dari belakang dengan sangat erat. Lisa sedikit kaget begitu mendapatkan pelukan mendadak.


"Sayang, kamu masak apa hari ini?" Tanya Rendy dengan suara serak khas bangun tidur. sehabis sholat subuh tadi, suaminya ini memilih tidur kembali karena ini hari weekend.


"Hanya ayam goreng, tumis brokoli dan sambal goreng saja, mas." Jawab Lisa.


"Wangi."


"Apa masakannya tercium sangat wangi?"


"Tidak!" Bantah Rendy.


"Lalu, tadi mas bilang wangi?"


"Bukan masakannya yang wangi tapi, tubuhmu."


Rendy mengendus-endus seperti seekor anjing, Kepalanya ia selipkan di dagu Lisa.


"Mas, geli." Cicit Lisa.


"Sayang, kenapa kamu selalu tampak menggoda di mataku."


Tangan kanan Rendy mematikan kompor di hadapan Lisa kemudian, dengan satu puteran badan Lisa ia balikkan supaya menghadap ke arahnya.


"Sayang, rumah sedang sepi sekarang," goda Rendy manja.


Lisa membelalakan matanya, sebenarnya pikiran suaminya ini terbuat dari olahan apa?


"Mas, ini di dapur," jawab Lisa pelan.


"Memang aku ngajak bermain apa?"


"Eh..anu..Mas ngajak itu kan?" Lisa gugup.


"Itu apa, sayang?" Rendy semakin gencar.


Otak Lisa buntu, haruskah dia mengatakan yang sebenarnya. Sungguh keterlaluan lelaki satu ini.

__ADS_1


"Itu... Mas..."


"Kamu mikir yang aneh-aneh, ya?"


Lisa menunduk malu. Kenapa sekarang dia malah serasa menjadi tersangka. Bukankah yang menginginkan seperti itu suaminya.


Kalaulah tidak berdosa, Lisa ingin sekali menjitak kepala suaminya saat ini. Rendy tersenyum dia senang jika sudah melihat wajah malu istrinya.l


Rendy tiba-tiba mencium istrinya beberapa kali, membuat sang empunya semakin malu.


Tanpa mereka sadari, sepasang kaki tengah menuju ke arah dapur. Dia melangkah bergembira karena, hari ini bisa membeli satu ekor ikan ****** kesukaannya.


Pemilik sepasang kaki itu melangkah tanpa permisi, berniat menghampiri kakaknya. Tapi, yang dia lihat jauh dari bayangannya.


"Kakaaaaaaak." Teriak Egi begitu melihat sang kakak tengah berciuman dengan suaminya.


Lisa yang kaget segera menjauhkan tubuh Rendy dari badannya. Telinganya begitu mengenal sang pemilik suara ini.


"Eg!!" Kaget Lisa.


"Kak Lisa sedang apa dengan kakak ipar?" Tanya Egi mendekat.


Lisa bingung harus menjelaskan seperti apa. Dia tak tau bahasa seperti apa yang harus dia sampaikan pada adiknya.


Lisa melirik Rendy, berharap laki-laki itu menolongnya. Tapi, bagaikan kacang lupa kulitnya. Rendy malah tenang berdiri.


"Itu...Kakak sedang memberi nafas buatan pada kak Rendy." Lisa berbohong.


"Memang kak Rendy kenapa harus di beri nafas buatan?" Pernyataan polos itu lolos dar mulut adiknya.


Lisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sekarang apalagi alasan yang harus dia berikan.


"Egi." Panggil Rendy yang dari tadi menahan tawa karena melihat istrinya kebingungan sendiri.


"Iya, kak." Jawab Egi.


"Kamu seorang lelaki bukan?"


"Iya, kak."


"Saat besar nanti, dan kamu sudah menikah dengan seorang wanita. Kamu akan paham apa yang di lakukan kakakmu tadi." Jelas Rendy.


Egi hanya menggangguk saja, dia tak ingin terlalu banyak bertanya. Dia hampir lupa tujuannya mencari Kakaknya.

__ADS_1


"Kak, lihatlah!! Egi membeli ikan ******, ini sama kan dengan ikan ****** kesayangan ayah dulu." Ujar Egi sembari memperlihatkan satu ekor ikan ****** di dalam plastik yang penuh air.


Lisa tersenyum kecil. Memang benar perkataan adiknya. Dulu saat almarhum ayahnya pulang bekerja, beliau membeli satu pasang ikan ****** berwarna orange.


Lisa yang waktu itu berusia sepuluh tahun dan adiknya yang baru berusia satu tahun. Sangat senang dengan kehadiraan sepasang ikan tersebut.


Lisa merawatnya dengan baik karena, ayahnya bilang jika ikan itu adalah kesayangan ayahnya. Ayahnya sangat menyayangi ikan tersebut, sama seperti mencintai mereka berdua.


"Iya, Dek. Sama persis seperti punya kita dulu." Jawab Lisa.


"Boleh kalau Egi merawatnya?"


"Tentu boleh, kita akan beli aquarium kecil untuk ikan ****** itu." Rendy menjawab secepat kilat pertanyaan adik iparnya.


"Terima kasih, kak."


Rendy hanya tersenyum. Bi Inah dan mang Rudi baru saja tiba di dapur dengan barang belanjaan yang banyak.


"Den, hayu kita simpan ikannya di embar dulu." Ajak mang Rudi pada Egi.


"Ayo, mang." Egi segera mengikuti langkah kaki mang Rudi ke arah belakang.


Sedangkan Rendy kembali menaiki tangga menuju kamarnya. Sebenarnya hatinya sedikit kesal, hasrat yang sudah di ubun-ubun harus dia tahan kembali.


Andai saja adik iparnya itu tidak masuk, sudah pasti sekarang terjadi sesuatu, akan tetapi dia pun harus memaklumi keadaannya.


Lisa membantu bi Inah membereskan barang belanjaan. Menata sayur dan lauk untuk stok di kulkas. Buah-buahan segar dia simpan di wadah lalu meletakkannya di atas meja makan.


Lisa kembali meneruskan kegiatan masak-memasak setelah jeda iklan sebentar. Lisa yakin sang suami sekarang sedang menggerutu dalam hatinya.


"Suruh siap masih pagi sudah menggangguku memasak," batin Lisa.


Selesai memasak, Lisa segera menata makanan ke meja makan. Dia hendak ke atas memanggil suaminya.


Sampai di ambang pintu, Lisa mendengar Rendy berbicara dengan sangat kencang.


"Gue engga mau tau, lo harus awasin dia. Gue engga mau dia jadi pengganggu di rumah tangga gue." Sekilas Lisa mendengar percakaan suaminya.


Lisa urungkan niatnya untuk menghampiri Rendy, dia tak ingin mengganggu suaminya yang sedang berbicara di telpon dengan seseorang.


Tapi ada yang mengganjal di hati Lisa. Siapakah orang yang sedang Rendy bicarakan. Apakah itu mantan kekasihnya?


Setahu Lisa, Rendy tidak memiliki mantan kekasih. Setidaknya itu yang di katakan mamah mertuanya dulu, jika Rendy tidak pernah berpacaran. Menikahpun karena di jodohkan orang tuanya.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG~~~


__ADS_2