Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
47


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Rendy dan Lisa di Tokyo, Jepang. Rendy berniat mengajak Lisa berburu oleh-oleh tapi, sebelumnya Rendy akan membawa Lisa ke aquariam terbesar di Tokyo.


Setelah selesai sarapan, mereka sudah siap berpetualang hari ini. Dengan bantuan supir yang memang asli orang indonesia tapi, sudah lama berada di negara sakura itu. Bulan madu mereka berjalan sangat lancar tanpa hambatan.


Mereka sudah sampai di aquarium, Rendy segera mengantri memberi tiket masuk. Sedangkan Lisa, mulutnya sedikit bawel bertanya banyak tentang tempat yang mereka kunjungi.


"Ayo, masuk!." Ajak Rendy yang langsung menarik tangan Lisa ke dalam aquarium.


Di sini mereka di suguhkan pemandangan yang indah. Bagi pencinta binatang laut, sudah pasti ini tempatnya.


Lisa melongo melihat binatang laut itu bermain-main di dalam air. Beberapa ikan hiu, yang di temani ikan-ikan kecil berenang manja bagai di lautan.


"Mas, mereka sangat imut." Ujar Lisa.


"Benarkah?" Tanya Rendy sambil terus memegang tangan istrinya.


"Iya, mas."


"Kalau suamimu ini, apa dia imut juga?" Rendy menaik turunkan alisnya.


"Kalau aku boleh jujur, mas juga imut hanya saja...." Lisa tak meneruskan ucapannya.


"Hanya saja, apa?" Rendy di buat penasaran.


"Mas mesum." Lisa berbisik di telinga suaminya.


"Hahahaha. Aku mesum pada istriku, sayang. Kamu yang membuat aku seperti ini." Rendy tertawa sedikit menyita perhatian pengunjung di sekeliling mereka, yang langsung menatap sepasang manusia itu.


"Kok. Jadi aku, mas?" Lisa kebingungan.


"Iyalah. Kamu pikir siapa yang selalu membuatku ketagihan menyentuhmu. Kamu punya pemikat tersendiri, sayang." Jelas Rendy.


Lisa ingin sekali menyumpal mulut suaminya itu. Jika berbicara selalu saja tanpa saringan untung saja, mereka sedang di negara orang. Jadi tak ada yang paham topik pembahasan mereka.


Rendy dan Lisa mengelilingi setiap penjuru aquarium tak lupa, mereka berfoto selfi setiap melihat binatang laut.


Lisa bagai anak kecil yang kegirangan, dia tak henti-hentinya berteriak sedikit histeris ketika melihat setiap pemandangan yang di suguhkan aquarium ini.


Setelah puas memanjakan mata dengan ikan-ikan di aqurium Kini, saatnya berburu oleh-oleh.


Rendy memilih berbelanja ke Nakamise Shopping Street. Di sini mereka bisa berbelanja souvenir asli jepang.


Mereka membeli oleh-oleh untuk semua orang di rumah. Tak lupa para pekerja seperti, Bi Inah, mang Asep, mang Rudi dan bi Iyah. Rendy dan Lisa juga membeli untuk mereka sebagai, tanda rasa terimakasih karena selalu setia bekerja di keluarga Wijaya Kusuma.


Lisa melihat gantungan ponsel couple imut, dia terus memandanginya. Rendy yang sejak tadi bersama Lisa, ikut memperhatikan apa yang menyita pandangan istrinya.


"Apa kamu menginginkannya?" Bisik Rendy.

__ADS_1


"Tidak, mas. Itu terlalu kekanak-kanakkan untuk seumuran kita." Jawab Lisa.


"Kenapa? Aku tak peduli, jika kamu suka. Aku akan membelinya."


"Tidak usah, mas."


Ucapan Lisa tak sama dengan sorot matanya. Mulutnya berkata tidak tapi, matanya menginginkannya.


Tanpa banyak berbicara lagi, Rendy menghampiri penjual gantungan ponsel itu.


"Kono hiyo wa ikuradesu ka ( Berapa harga barang ini )." Tunjuk Rendy pada sepasang gantungan ponsel bergambar setengah hati dan berwarna merah muda.


" 300 Yen okyakusama ( 300 Yen, tuan )," jawab sang penjual.


"Kore onegaishimasu ( saya mau yang ini )," tunjuk Rendy.


"Jozu ( Baik )." Penjual itu memberikan sepasang gantungan handpone pada Rendy. lalu, Rendy segera membayarnya.


"Arigato gozaimasu ( Terimakasih )." ucap Rendy setelah mendapatkan barang yang di inginkannya, segera menghampiri Lisa.


"Ini, pakailah di ponselmu. Aku pun, akan memakainya di ponselku." Rendy memberikan satu gantungan ponsel itu pada istrinya lalu, satunya lagi dia pasangkan di ponselnya.


"Mas, padahal aku sudah bilang tidak usah. Kenapa kamu masih membelinya?"


"Matamu tak bisa berbohong. Mulutmu berkata tidak tapi, matamu terus menatapnya," ujar Rendy.


Lisa tersenyum, lelaki di hadapannya ini seperti malaikat baginya. Rendy selalu tau, apa yang di inginkan Lisa.


"Sudah, mas. Ini lebih dari cukup," jawab Lisa.


"Baiklah. Ayo, aku ingin membawa ke suatu tempat."


"Kemana, mas?


"Ikuti saja aku."


Rendy menarik tangan Lisa dengan tangan kirinya, Dia ingin membawa Lisa ke suatu tempat. Rendy sengaja menunggu malam hari karena, suasananya akan sangat romantis.


Tokyo Bay Night, di sinilah Rendy dan Lisa berada. Dari tempat ini, mereka bisa melihat keindahan kota Tokyo dari sudut pandang yang berbeda.


Rendy mengajak Lisa menaiki kapal dan berkeliling melewati Tokyo Light Beacon, jembatan odaiba juga Gantry Crane.


Pemandangan yang romantis mampu memanjakan mata pengunjung, lampu kelap kelip seakan mewarnai kota tokyo di malam hari.


Lisa benar-benar di buat kagum, dia mendapatkan pengalaman yang berharga di hidupnya.


Bisa menaiki kapal untuk pertama kalinya. Terlebih Lisa tak sendiri, dia di temani orang yang sangat di cintainya.

__ADS_1


Rendy memasukkan tangan Lisa ke dalam saku jaketnya, udara malam di Tokyo sangat menusuk. Tapi, tak mengahalangi mereka untuk menikmati malam terakhir di negara romantis ini.


"Sayang, suatu saat kita akan kesini lagi. Tapi, bukan berdua," ucap Rendy matany fokus menatap ke depan.


Lisa mengerutkan keningnya, mencoba mencerna ucapan suaminya barusan. Apa suaminya ini berniat mengajak orang lain selain dirinya.


"Lalu, dengan siapa, mas?" tanya Lisa.


"Kamu ingin tau?"


"Iya, mas."


"Dia yang insyaAllah akan segera hadir di antara kita, sebagai penguat hubungan kita."


Lisa semakin tak mengerti dengan maksud topik pembicaraan suaminya. Rendy menginginkan seseorang untuk hadir di antara mereka. Bukankah itu malah membuat hubungan mereka retak.


"Dia malaikat kecil kita, jika Allah mengizinkan. Dia akan segera hadir di rahimmu." Rendy mengelus lembut perut Lisa.


Lisa terharu. Bisa-bisanya dia salah paham akan ucapan suaminya. Ternyata lelaki itu, menginginkan seorang anak di antara mereka.


"InsyaAllahh, Mas," jawab Lisa lirih.


"Aku menantikan saat-saat itu. Aku ingin melihat dia hadir di rahimmu, menjaganya selama di kandungan dan menantinya lahir ke dunia ini."


"Iya, mas. Aku pun ingin merasakannya. Memberi keturunan untukmu. Melahirkan darah daging kita."


Tiba-tiba Rendy berlutut di hadapan Lisa. Tangannya meraih saku jaketnya lalu, mengeluarkan sebuah cincin indah dan cantik.


"Lisa, aku tau ini sudah terlambat. Tapi maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku. Aku tau, aku tak melamarmu dengan benar. Jadi, Lisa maukah kamu menjadi pendamping hidupku selamanya?" tanya Rendy sambil tangannya memegang cincin.


Lisa di buat tak percaya, benarkah ini terjadi dalam hidupnya. Lelaki yang di cintainya tengah berlutut di hadapan Lisa saat ini.


"Aku mau, mas. Aku mau sekali. Aku mau menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku mau menua bersamamu, mas," jawab Lisa bersemangat.


Rendy meraih tangan Lisa, menyematkan cincin di jemari Lisa. Lalu bangkit dan memeluk tubuh wanita yang sangat di cintainya.


"Terima kasih, Sayang. Sudah hadir di hidupku, aku berjanji akan menjagamu dan anak-anak kita kelak," ucap Rendy.


Malam itu mereka hanyut dalam suasana romantis. Malam yang mungkin tak kan pernah mereka lupakan dalam hidup.


Mereka saling mengikat janji satu sama lain dan berharap terus bahagia dan bersama sampai maut memisahkan.


...****************...


BERSAMBUNG~~~


Mohon dukungannya untuk author dengan Like, coment&vote😍😍

__ADS_1


Mungkin ceritanya ini akan sedikit panjang karena, babak baru kehidupan Lisa dan Rendy akan segera di mulai. Yang penasaran tetap setia ya🤗


SELAMAT MEMBACA🤗🤗


__ADS_2