Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
69


__ADS_3

Rendy yang mendapat kabar dari Lisa segera menyuruh Rey untuk mencari keberadaan Dira. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa pada adiknya, terlebih dia sudah berjanji pada almarhum mamahnya untuk terus menjaga adik dan papahnya.


"Kemana perginya sih tu anak," gerutu Rendy.


Rey yang sudah mengerti apa yang harus dia lalukan segera menyuruh kepercayaannya mencari Dira. Dia sama khawatirnya dengan Rendy apalagi bocah itu sangat manja padanya.


"Awas aja gue ulek sampe jadi perkedel tuh bocah kalau ketemu," kesal Rey.


Selang waktu beberapa jam saat Rey tengah berjalan menuju lift di lantai dasar, ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan telepon untuknya. Dia segera merogoh saku dan mengeluarkan benda pipih dan canggih itu.


"Hallo," sapa Rey.


"Hallo, Bos. Gue udah dapet nih lokasi foto cewek yang lo kirim tadi." seseorang di sana berbicara sambil sedikit berteriak, " Dia ada di restaurant X jalan Y lagi makan sama cowok," sambung pria itu.


"Oke. Lo kirimin lokasi dan foto mereka berdua yang jelas, gue pengen tau siapa cowok yang berani bawa adek gue," marah Rey.


"Siap, bos." lelaki itu menutup teleponnya.


Tak berapa lama sebuah pesan masuk pada ponsel Rey. Dia segera membuka untuk mengetahui lokasi dan lelaki yang membawa kabur Dira.


Bagai tersambar petir di siang bolong, Rey terus saja mengucek matanya untuk memastikan apa yang di lihatnya ini benar atau tidak. Dira terlihat tengah makan dengan seseorang yang pasti akan membuat kakaknya marah.


"Wah, gila nih gue harus cepet lapor si Rendy," geram Rey.


Rey menyimpan kembali ponsel miliknya ke dalam saku celana dan bergegas masuk ke dalam lift. Tanpa Rey sadari Mona sejak tadi memperhatikannya dia ingin menyapa Rey.


"Pak Rey...pak..pak Reyyy...!" teriak Mona


Namun Rey sama sekali tak mendengarnya dan langsung masuk ke dalam lift begitu saja. Mona kesal lalu berkata, " Awas aja entar kalau kak Rey nyamperin aku, aku cuekin balik." gerutu Mona.


Rey mempercepat langkahnya menuju ruangan Rendy, dia ingin segera memberitahu informasi yang baru dia dapatkan.


"Ren." lelaki itu berteriak begitu membuka pintu, " Gue udah tahu lokasi Dira sekarang, dan pasti lo bakal kaget adik lo lagi sama siapa sekarang," tutur Rey.


Rendy yang sedang mondar-mandir tidak jelas karena terus terpikiran adiknya itu, langsung merespon cepat perkataan sahabatnya.


"Dimana adik gue? terus sama siapa dia sekarang?" tanya Rendy.

__ADS_1


Rey perlahan mendekati Rendy memberikan ponsel yang sejak tadi ia simpan di sakunya. Begitu Ponsel itu di tangan sahabatnya muka Rendy langsung berubah menampilkan kemarahan.


"Cepat kita ke sana gue pengen hajar tuh bocah, beraninya bawa adik gue." lelaki berumur tiga puluh satu tahun itu tidak sanggup menahan amarahnya, "Gue harus kasih pelajaran si Farhan," lanjut Rendy.


"Hayu, tangan gue juga udah gatel pengen ngelus kasar muka orang," murka Rey.


Mereka berdua segera keluar dari ruangan itu dan menuju lantai dasar untuk pergi ke lokasi Dira berada.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah restaurant lumayan mewah tapi romantis Dira dan Farhan tengah makan. Dira yang takut di ancam Farhan, jika tidak mau menuruti kemauannya.


"Hei, bocah ingusan. Makan yang banyak biar badan lo cepet gede," ledek Farhan.


"Aku udah gede kali, kakak tua." gadis itu mendenguskan hidungnya karena kesal disebut bocah ingusan, " Dasar kakak tua ganjen," umpat Dira.


"Apa lo bilang? gue ganjen," bentak Farhan.


"Iya emang kenapa?" tantang Dira.


"Wah, bener nih bocah ingusan bukannya terimakasih gue ajak makan malah ngatain gue ganjen," kesal Farhan.


"Udah makan aja berisik banget lo." lelaki itu mengalihkan ucapan Dira yang memang kenyataannya dialah yang memaksa, " Cepet makan habis itu gue anterin lo lagi ke toko." perintah Farhan.


Dira yang sudah kelaparan akhirnya melahap habis makanan di hadapannya. Dia mengingat-ingat kembali apa yang ia lewatkan selain ingin membeli makanan, dia juga tadi akan membeli apa lagi.


Otak Dira terus berpacu dan pada akhirnya ia baru menyadari pesan Lisa " Astagfirullah, aku kan di suruh beli rujak." gumam Dira.


Farhan mengerutkan keningnya melihat Dira berbicara sendiri. Apa gadis yang dia bawa ini kurang waras atau bagaimana? kenapa dia berbicara sendiri tidak jelas?.


Dira hendak beranjak dari tempat duduknya ketika kehadiran dua orang pria yang dia kenal tiba saja mengagetkannya, " Kakak jangan kaya jalangkung dong! Datang tak di undang pulang tak di antar." ketus Dira.


Rey menarik tangan Dira hingga tubuh Dira kini berada di sampingnya. Rendy yang begitu masuk restaurant dan menemukan keberadaan dua mahluk yang dia cari, tidak berhenti menatap tajam pada mereka.


Farhan menyadari kehadiran dua sahabat sehidup semati ini, ia tersenyum licik pada mereka seraya berkata, "Wow, gue kagum sama lo berdua bisa ngelacak gue secepat itu." puji Farhan.


Tangan Rendy hendak melayang pada wajah Farhan namun teriakan Dira menghentikannya.

__ADS_1


"Kakak jangan," gadis itu segera memeluk Rendy dari belakang, " kakak aku mohon jangan pukul dia, ini salah Dira yang mau saja ikut kakak tua ini ke sini." tutur Dira.


Rey ingin tertawa mendengar Dira memanggil Farhan dengan sebutan kakak tua, ternyata mata Dira tidak rabun bisa melihat perbedaan umur mereka.


Rendy menurunkan kembali tangannya dia urungkan niatnya untuk menghajar lelaki tengil ini.


"Gue peringatin sama lo! Jangan pernah sekali lagi deketin adik gue, kalau lo berani deketin dia selangkah saja lo bakal habis ditangan gue," ancam Rendy.


"Lo boleh ngancam gue, tapi kalau adik lo yang ingusan ini ternyata mau sama gue lo bisa apa sebagai kakak," tantang Farhan.


"Hei, kakak tua! Kata siapa aku suka sama kamu," timpal Dira.


"Kata gue lah masa kata mak lampir," celetuk Farhan.


"Ih, pede banget kakak tua," ledek Dira


Rey dan Rendy memperhatikan dua insan yang saling bersautan ini. Entah sejak kapan kedua manusia ini bertemu dan terlihat akrab seperti ini padahal Dira jarang sekali pergi keluar rumah, jadi kecil kemungkinan mereka bisa saling mengenal.


"Stop! Lo gue ingetin sekali lagi jangan coba deketin adik gue dan kamu Dira, ikut kakak pulang sekarang," perintah Rendy.


Farhan dengan hati yang dongkol merelakan gadis yang dia ajak makan itu pulang bersama kedua kakaknya. Dia tidak punya hak lebih untuk melarang Dira pergi bersama mereka.


"Gue pastiin lo jadi milik gue, bocah ingusan." lelaki itu segera ke kasir untuk membayar tagihan makanannya. Meskipun hatinya kesal namun ada rasa bahagia yang tak bisa Farhan pungkiri bisa sebentar saja dengan Dira.


...****************...


BERSAMBUNG~~


Tolong dukung author dengan cara


~Like


~Coment


~Vote


~Rate 5

__ADS_1


Selamat membaca🤗🤗


__ADS_2