
Sementara di kamar, Lisa duduk terdiam. Entah bagaimana nanti dia bertemu Rey. Bisa-bisanya Rendy tetap santai, setelah kepergok sahabatnya itu.
Dasar tak tau malu. Batin Lisa.
Ponsel Lisa berdering pertanda seseorang menelpon. Lisa dengan cepat menyambar hp di atas meja kecil. Terlihat dokter Dika menelpon, Lisa segera mengangkatnya.
"Assalamulaikum." UcapLisa.
"Waalaikumsalam Lisa. apa kabarmu di sana?." suara dokter Dika begitu jelas di ujung sana.
"Alhamdulilah baik dok, dok bagaimana apa sudah ada perkembangan tentang adik saya?." Tanya Lisa.
Selama ini Lisa selalu memantau adiknya lewat dokter Dika. Lisa sering mengirim pesan, apa adiknya itu sudah siuman atau belum.
"Begini Lis, saya ingin menyampaikan sesuatu sama kamu." Ujar dokter Dika.
DEG.
Hati Lisa terkejut, apa terjadi sesuatu dengan adiknya. Jujur Lisa belum sanggup jika harus kehilangan keluarga lagi.
"Iya dok, ada apa?." Jawab Lisa.
"Adikmu sudah siuman Lis, hanya saja dia belum bisa berkomunikasi sekarang-sekarang."
Lisa kaget mendengar ucapan dokter Dika. Keajaiban itu datang pada Lisa. Sungguh saat ini Lisa ingin sekali berteriak bahagia.
"Benarkah dok?." Ucap Lisa memastikan.
"Iya Lis."
"Alhamdulilah, terimakasih ya alloh. Terimaksih dok." Lisa tak kuasa menahan air mata bahagia. Akhirnya penantian panjangnya, alloh hadiahkan kebahagian.
"Nanti jika Egi sudah bisa berkomunikasi, saya akan memberitahumu."
"Iya dok, sekali lagi terimakasih."
"Saya hanya perantara Lisa, semua ini keajaiban alloh. ya sudah, saya masih banyak pemeriksaan. Jaga dirimu baik-baik, dan sampaikan salam saya pada suamimu. Assalamualaikum." Ucap dokter Dika langsung menutup telpon.
"Waalaikumsalam." Jawab Lisa.
Senyum bahagia terpancar di wajah Lisa, dia akan segera bersama dengan adiknya lagi. Tapi ada yang mengganjal dalam pikiran Lisa, bagaimana Lisa menjelaskan tentang orang tua mereka pada adiknya.
Sudahlah pikirkan saja nanti. Lebih baik aku segera mandi. Batin Lisa.
Lisa menyimpan hp di meja kembali, lalu bergegas ke kamar mandi dan membersihkan badannya.
Lisa lupa membawa baju ganti ke kamar mandi Lisa berpikir apa yang harus di lakukan? Akhirnya ia memutuskan keluar begitu saja, karena ia yakin situasi aman.
Rendy yang baru saja akan masuk ke kamar, tak sengaja melihat keadaan Lisa. Lisa baru selesai mandi dengan lilitan handuk selutut dan rambut di ikat sembarangan membuat lelaki mana saja ingin menerkamnya.
Rendy meneguk salivanya dalam-dalam, sungguh pemandangan yang indah. Rendy yang notabennya seorang duda, sudah pasti pernah merasakan.
Hanya saja Rendy harus membuang imajinasi gilanya kali ini. Tak mungkin dia menerkam Lisa secara spontan.
__ADS_1
"Astagfirullah, apa yang gue liat barusan," batin Rendy.
Sementara Lisa yang tak sadar keberadaan Rendy di ambang pintu. Tetap melanjutkan kegiatannya, dia memakai pakaian dengan cepat.
Rendy menunggu Lisa selesai berganti pakaian, dia diam melihat setiap gerak-gerik istrinya. Rendy adalah lelaki normal yang jika melihat pemandangan seperti itu, dia juga bisa berhasrat.
"Shit.." umpat Rendy.
Terlihat Lisa sudah selesai, Rendy masuk kamar pura-pura tak melihat apapun. Padahal bayang-bayang tubuh Lisa masih terlihat jelas di matanya.
Sabar ren. Batin Rendy.
"Apa kamu sudah mandi?." Tanya Rendy.
Lisa yang kaget akan suara Rendy segera berbalik badan.
"Sudah mas." jawab Lisa.
"Rey sudah pulang, apa kamu mau ke biskop nonton film, ini hari Libur?."
Lisa sejenak berpikir, ada apa dengan suaminya sampai mengajaknya keluar.
"Saya ikut mas saja."
"Baiklah, cepat bersiap. Saya tunggu di mobil." Ujar Rendy berlalu meninggalkan Lisa.
Lisa segera memakai jilbab, memakai sedikit bedak dan lisptik tipis agar terlihat segar. manyambar tas, lalu keluar menemui suaminya.
...****************...
Rendy yang sadar bahwa istrinya terlalu lambat, langsung menggandeng tangan Lisa secara spontan.
"Kalau kamu jalan selambat ini, kita akan ketinggalan film yang akan kita tonton." ujar Rendy.
"hah.!! oh ya mas." jawab Lisa pelan.
Kini tangan mereka bergandengan, sekan Rendy tak mau berpisah dari istrinya ini. Sesampainya di bioskop, karena sebelumnya Rendy sudah membeli tiket terlebih dahulu dan jam penayangan film sudah akan di mulai, mereka langsung bisa masuk.
Rendy memilih bangku agak di belakang dan agak pojok, genggaman tangan Rendy tak lepas sampai mereka masuk ke dalam.
Lisa yang sadar akan hal itu, hanya diam. Sama halnya dengan Rendy dia pun menikmati ini.
Ini seperti kencan. Batin Lisa.
Film berjalan dengan lancar, Rendy memilih film romantis kali ini. Saat adegan yang memperlihatkan keromantisan sepasang kekasih di film itu, Lisa terlihat menutup mata. Dia terlalu polos untuk hal yang satu ini.
Sedangkan Rendy tersenyum tak jelas, melihat tingkah lucu istrinya ini. Rendy menikmati film sampai akhir, berbeda dengan Lisa yang seakan sport jantung setiap melihat adegan mesra.
Film telah usai, semua orang di dalam gedung berhamburan begitupun dengan Lisa dan Rendy.
sebelum pulang Rendy mengajak Lisa makan siang di salah satu caffe. Mereka menikmati makan siang yang serasa kencan ini.
Setelah selesai, mereka keluar mall untuk segera pulang karena hari semakin sore.
__ADS_1
Rendy menjalankan mobilnya dengan pelan, tapi kali ini bukan menuju rumah, melainkan ke sebuah taman kecil di pinggiran kota.
Lisa tertegun melihat masih ada pemandangan seindah ini di kota besar. Sebuah taman dengan air mancur di tengah2 dan berbagai hiasan di sisi-sisinya.
Ada beberapa tempat duduk di bawah pohon-pohon besar, sungguh tempat sejuk untuk menenangkan pikiran.
"Ayo, kita duduk di sana." ujar Rendy menunjuk ke deket danau kecil.
Lisa menurut mengikuti suaminya, mereka duduk di hamparan rumput hijau tanpa alas apapun.
"Saya 2x datang ke sini dengan almarhum kayla dulu. Ini tempat favorit kami." Ucap Rendy.
Lisa mencoba mendengerkan ucapan Rendy, sekalipun hatinya sedikit cemburu.
"Di sini kami berbagi banyak hal, kadang kami bisa berjam-jam hanya untuk duduk di sini berdua." Lanjut Rendy.
Lisa menghela nafas sebelum berkata.
"Mba kayla pasti sayang banget sama mas."
"Iya, dia sangat menyayangi saya. Hanya saja saya yang buta, tak bisa melihat kasih sayangnya secepat mungkin." ujar Rendy.
"Mas masih cinta sama mba kayla." Tanya Lisa.
Rendy terdiam tak langsung menjawab pertanyaan Lisa. Dia memang masih mencintai kayla, itu benar adanya. Tapi kini hatinya sudah mulai sedikit terbagi dengan istri kecilnya ini.
"Ya, saya sangat mencintai dia." Ucap Rendy.
Lisa menunduk lesu mendengar jawaban suaminya. Lisa terlalu berharap lebih pada Rendy, dengan sikap Rendy akhir-akhir ini. Lisa pikir Rendy sudah membuka hatinya untuk Lisa.
"Tapi itu dulu, sekarang semua sudah tinggal kenangan. Saya harus keluar dari zona nyaman ini, dan mulai mencintai wanita lain." Lanjut Rendy.
Lisa terkejut dengan ucapan Rendy, bagaimana suaminya ini bisa membicarakan soal mencintai wanita lain, di hadapan Lisa.
Apa maksud perkataan Rendy?
Tak tau kah dia, ucapannya menyakiti hati Lisa saat ini.
"Dan kamu tau siapa wanita lain itu?." Tanya Rendy memandang mata Lisa yang indah. Rendy ingin sekali menerobos masuk ke lubuk hati wanita di depannya ini, lalu mengikatnya agar tak bisa kabur dari Rendy
Lisa menggelengkan kepala tanda tak tau.
"Wanita itu kamu. Lisa Anggraini, istri kecil saya." ucap Rendy jelas.
...****************...
BERSAMBUNG~~~
MOHON DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR YA
JANGAN LUPA LIKE&COMENT😊
SELAMAT MEMBACA🤗
__ADS_1