Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
75


__ADS_3

Malam harinya selepas sholat isya, mereka semua berkumpul di halaman belakang villa. Semua persiapan sudah selesai, malam ini mereka akan baberque sambil menikmati langit malam di villa.


pemandangan villa yang masih asri dengan cuaca malam hari yang dingin, sangat cocok untuk acara barberque.


Sebelumnya Mang Amir dan istrinya sudah mempersiapkan semua keperluan untuk acara ini jadi, mereka tinggal memulai saja.


Rendy dan Dika tengah sibuk membakar jagung, sosis dan daging, sedangkan para perempuan tengah asyik bercanda bersama Egi. Rey yang fokus mengoles bumbu sebelum jagung dan teman-temannya di bakar.


"Dik," panggil Rendy.


"iya, Ren," sahut Dika.


"Lo, serius suka sama adik gue? tanya Rendy.


Dika sekilas melirik Rendy, dia berpikir Rendy akan melarangnya.


"Gue serius banget," ucap Dika.


"Jujur gue itu sayang banget sama Dira jadi, gue pengen yang terbaik buat dia. Tapi, gue juga engga bisa ngelarang dia, kalau seandainya Dira mau sama lo," ungkap Rendy.


Sesekali Dika membolak-balikkan jagung dan teman-temannya agar tidak gosong.


"Gue engga pernah maksa Dira buat suka sama gue kok, Ren! Terlebih," potong Dika. " Dira sama sekali engga tau perasaan gue ke dia."


Rendy menatap wajah Dika, tidak ada gurat kebohongan yang terpancar. Dia kenal betul Dokter satu ini, Dika tidak pernah main-main soal apa pun, apalagi ini masalah hati.


"Gue mau ngomong sesuatu sama Lo," tutur Rendy. " Gue harap ini jadi acuan Lo buat tetap perjuangin perasaan Lo."


"Apa, Ren!" seru Dika.


"Beberapa waktu lalu Dira di ajak Farhan makan siang, waktu itu dia di bawa paksa sama si tengil itu. Untung gue sama Rey cepet nemuin mereka, tapi ....!" lirih Rendy.


"Tapi kenapa?" tukas Dika.


"Gue ternyata tahu kalau, Farhan sebenarnya juga suka sama adik gue. Dia bahkan seperti akrab sama Dira, mereka seperti sudah pernah bertemu sebelumnya," beber Rendy.


"Lo serius!" ucap Dika.


"Setidaknya seperti itu yang gue simpulkan dari tatapan mata Farhan. Jujur, gue takut seandainya Dira juga suka sama dia. Gue takut Farhan cuman mainin perasaan adik gue doang,"terang Rendy.


"Bocah itu, gue engga bakal terima seandainya dia deketin Dira cuman buat Dira sakit hati! geram Dika.

__ADS_1


"Maka dari itu, kalau Lo emang suka sama adik gue. Lo lebih baik ungkapin ke Dira, jangan sungkan sama gue karena, bagaimana pun gue engga bisa maksa adik gue buat suka, atau benci sama seseorang," tegas Rendy.


Dika mencerna ucapan Rendy, benar juga kata sahabatnya ini. Dia tidak boleh terus-terusan bersembunyi karena, kalah sebelum berperang itu tidak menyenangkan.


Rendy membawa dua buah jagung bakar dan dua buah sosis dalam piring lalu, menghampiri Lisa yang sekarang sedang duduk terdiam di hamparan rumput.


"Sayang, kamu masih memikirkan hal yang tadi? tegur Rendy.


Lisa menengokkan kepalanya sedikit ke samping seraya berkata, " Tidak, Mas."


Rendy duduk tepat di samping Lisa, dengan telaten tangannya menyuapi jagung bakar ke mulut istri kecilnya.


"Langit malam ini indah ya, Sayang." Rendy mengangkat kepalanya agar bisa melihat ke arah langit.


"Iya, Mas. Langitnya can ...," sahut Lisa.


"Cantik seperti istriku," potong Rendy.


Lisa tersipu malu mendengar pujian Rendy untuknya, dia tidak menyangka akan sejauh ini pernikahaan yang serba mendadak itu.


"Mas, seandainya aku meninggalkan Mas. Apa Mas kan mencari penggantiku juga?" tanya Lisa.


Hati Rendy terenyuh, apa yang membuat istrinya bertanya seperti itu. Bukankah mereka sudah berjanji untuk saling bersama dalam suka, ataupun duka.


"Aku hanya ingin tahu jawaban, Mas saja!" jawab Lisa, " Seandainya aku tidak bisa memberi Mas anak, apa Mas akan meninggalkanku?"


Rendy terdiam tidak langsung menjawab, apa hati Lisa tengah gelisah saat ini sampai menanyakan sesuatu yang konyol bagi Rendy.


"Tidak!" tegas Rendy, " aku tidak akan meninggalkanmu, sekalipun kita tidak di karunia anak. Bagiku bersamamu jauh lebih berharga, soal anak. Kita bisa menjadi orang tua asuh untuk anak panti asuhanku."


Lisa menatap pada Rendy, benarkah perkataan lelaki ini? Ingin terus bertahan dengan Lisa, sekalipun mereka tidak di karunia anak satu pun.


"Mas, aku tidak ingin membebanimu. Aku sangat senang mendengar jawabanmu tapi, seandainya empat tahun ke depan aku juga tak kunjung hamil. Apa kamu akan tetap berkata seperti itu?" ujar Lisa.


"Kamu tahu, ada banyak pasangan yang bahagia meski tak memiliki anak. Mungkin ya, awalnya mereka saling menyalahkan, tidak bisa menerima. Tapi, seiring waktu cinta mereka sendirilah yang tetap membuat mereka berjuang sampai maut memisahkan jadi, jangan pernah berpikir untuk melarikan diri dariku karena alasan konyol itu." tegas Rendy.


Malam itu langit malam yang indah menjadi saksi bisu perkataan Rendy, dia bertekad tetap bersama istrinya apa pun keadaannya nanti.


🌹🌹🌹🌹


Sementara itu di tengah keramaian jalan karena, hari weekend. Sebuah mobil merah melaju kencang seakan tengah berpacu dengan waktu.

__ADS_1


Pengendara mobil itu baru saja dapat kabar jika, bocah ingusannya tengah berlibur di salah satu villa milik keluarganya.


"Ah, sial. Kenapa harus macet sekarang sih!" teriak Farhan pengemudi mobil berwarna merah tersebut.


Beberapa kali Farhan memukul stir mobil karena kesal. Dia ingin cepat sampai di sana, melihat gadis ingusannya meski dari kejauhan.


Tak berapa lama lalu lintas kembali normal, dengan kecepatan tinggi Farhan melajukan kendaraannya. Dia sudah tidak sabar sampai ke tempat tujuan.


Penantian panjang pun telah usai, Farhan tiba di salah satu villa yang dia sewa. Tempatnya tak jauh dari villa milik Rendy.


"Silahkan masuk, Den," ucap lelaki pengurus villa.


Dengan langkah cepat Farhan masuk ke dalam villa, dia sengaja memilih villa di daerah sini. Selain tempatnya yang sangat indah, dari sini juga Farhan bisa melihat Dira dari kejauhan.


"Sedang apa ya, bocah ingusan gue," gumam Farhan.


Badannya terasa lelah, jika bukan karena rasa rindu yang melanda hatinya, dia juga tidak ingin melakukan perjalanan melelahkan ini.


Di rebahkannya badan Farhan ke atas kasur, hidupnya sangat kesepian. Setelah kedua orang tuanya bercerai, Farhan hidup semau keinginannya.


Dia sempat terjerumus ke dalam gelapnya kehidupan, dia berjalan tanpa arah dan tujuan. Fasilitas yang terus mengalir dari kedua orang tuanya, membuat Farhan bebas melakukan apa pun.


Dia dengan gampangnya berganti pasangan tapi, dia tidak pernah sekalipun tidur dengan mereka. Farhan masih mengingat perkataan ayahnya dulu, " Kamu boleh nakal tapi, jangan pernah sekalipun menyentuh wanita tanpa ikatan pernikahan."


Pesan ayahnya selalu menjadi acuan Farhan untuk tetap tidak terjerumus jauh ke dalam dunia gelap. Dia hanya ingin melampiaskan rasa kesepiannya, mencari hiburan dengan para gadis di luar sana.


Orang mungkin memandangnya sebagai seorang yang bejat, akan tetapi mereka tidak pernah tahu kehidupan yang telah di lewati Farhan selama ini.


...****************...


BERSAMBUNG~~~


Jangan lupa dukung author dengan cara


Like


Coment


Vote


Rate 5

__ADS_1


Haturnuhun🤗


__ADS_2