
Weekend yang cerah, setelah sarapan Rendy dan Lisa duduk di belakang rumah. Menikmati harumnya bunga-bunga yang bermekaran.
Rona bahagia terpancar jelas di wajah Rendy, dunia nya kini serasa lebih berwarna. Sejak kehadiran istrinya, Rendy tau makna sebuah kehidupan.
Istri kecilnya ini mengajarkan betapa bahagia nya hidup. Jika, kita dengan ikhlas menerima takdir yang Allah gariskan. Begitu pun dengan pernikahan mereka, selalu ada hikmah di setiap kejadian.
"Mas, boleh aku menagih janji mas dulu?" Lisa memulai percakapannya.
"Janji apa, sayang."
"Mas, janji sama aku. Kalau akan mengantarku ke makam mba kayla."
"Baiklah, kita kesana sekarang. Bersiap-siaplah, aku tunggu di mobil."
"Baik, mas. Aku ke kamar dulu sebentar."
Lisa bergegas pergi ke kamar mengambil tas kecil, lalu segera ke bawah menghampiri suaminya.
"Sudah siap?" tanya Rendy.
"Sudah, mas."
"Ayo, berangkat." ajak Rendy.
Namun, baru saja mereka akan masuk ke dalam mobil. Terlihat sebuah mobil tiba di perkarangan rumah.
Mobil yang sudah tak asing lagi buat Rendy, sudah pasti Rendy hapal siapa pemilik mobil ini.
Terlihat Dira keluar mobil berlari menghampiri kakak nya sedangkan, tak berapa lama Rey keluar juga dengan wajah yang kusut.
"Kakaaaaak." teriak Dira.
"Ada apa kamu kesini? Ini lagi, ngapain lo dateng ke rumah gue di hari libur kaya gini, bareng adek gue lagi?" tanya Rendy bertubi-tubi.
"Noh, tanya langsung sama adek lo sendiri." ketus Rey.
"Iih kak, aku kesini tuh soalnya bosen di rumah terus. Aku kan engga punya temen di sini, mau ngintilan mamah kerjaan nya cuman bikin kue aja. Bt aku tuh." jawab Dira sambil memonyongkan bibirnya.
"Engga usah di monyong-monyongin tuh bibir, seksi kagak enek mah iya." ucap Rey.
"Ganggu aja." ucap Dira.
"Lo tuh yang ganggu hari libur gue, gue kan tadi nya mau kencan. Eh, malah dapat panggilan cinta dari tante Ratna. Gue kira ngapain, tau nya suruh ngasuh bocah cilik." ucap Rey yang masih kesal.
Dira memukul tangan kanan Rey sekeras nya, membuat Rey meringis kesakitan.
__ADS_1
"Woy, sakit tau. kakak sama adek, sama-sama doyan nyiksa gue. Oh tuhan apa dosa hambamu yang ganteng ini?" muka Rey memelas sambil menengadahkan kedua tangan nya ke atas.
"Udah, udah. Pagi-pagi udah ribut di rumah orang. Dira, kamu ada apa kesini?." tanya Rendy lembut.
"Aku pengen main aja kak. Eh, kakak mau pergi kemana? Dira ikut ya, ya , ya!" rayu Dira.
"Kakak mau ke pemakaman." jawab Rendy singkat.
"Hah! Siapa yang meninggal, kak?"
"Maksud nya, kakak mau ke makam mba kayla."
"Oh. Ya udah Dira ikut aja daripada di rumah juga suntuk."
"Ya udah, ayo. Ren, lo ikut juga engga?" tanya Rendy pada sahabatnya.
"Ikutlah, kalau engga tante Ratna bisa mogok masakin lagi gue rendang, Kalau gue ninggalin nih bocah." tunjuk Rey pada Dira.
"Lo mah di kasih rendang aja udah kaya di kasih harta karun." ucap Rendy.
"Iya lah, ibarat nya gue tanpa makan rendang. Bagaikan, hidup tanpa tujuan."
"Udah buruan, keburu panas nih." ajak Rendy.
"Rey, lo yang nyetir." Rendy melempar kunci mobil ke arah Rey, untung saja Rey dengan sigap segera menangkapnya.
Mereka masuk ke dalam mobil. Rey dan Dira duduk di depan, sedangkan Rendy bersama istrinya di belakang. Selama perjalanan, hanya Dira yang sibuk berbicara. sampai rasanya kuping Rey panas mendengarnya.
"Eh bocah, tuh mulut bisa diem kagak sih. Ceramah mulu dari tadi." ucap Rey.
"Hello! Kak Rey yang katanya ganteng sedunia bhikini botoom, aku tuh bukan bocah. Umur aku udah 20 tahun, itu artinya aku udah dewasa." tutur Dira dengan nada tinggi.
"Sama aja, umur lo mau 20 tahun atau 30 tahun kek. Di mata gue, lo tetep bocah ingusan."
"Udahlah, ngomong sama kak Rey engga asyik. Eh, kak Lisa kapan-kapan kita shoping bareng yuk?" Ajak Dira pada kakak iparnya.
Lisa tertawa pelan karena, geli melihat Rey dan Dira yang terus bertengkar dari tadi.
"InsyaAllah, kalau mas Rendy izinin." ucap Lisa melirik suaminya.
"Noh, gimana kak Ren. Boleh engga?" tanya Dira yang juga ikut melihat pada kakaknya.
Rendy yang di tatap dua wanita yang penting dalam hidupnya ini, tetap duduk santai di kursinya.
"Boleh aja, asal jangan malam keluarnya. Kalau malam, kak Lisa milik kakak." ucap Rendy dengan gampang nya.
__ADS_1
Lisa mencubit paha suaminya, karena sembarangan sekali dalam berbicara. Bagaimana bisa suaminya ini begitu santai mengatakan hal semacam itu di depan sahabat dan adiknya.
"Cielah, kak Ren bisa bucin juga ceritanya." goda Dira.
"Kakak lo mah bukan bucin lagi, tapi super bucin hahahaha." tawa Rey meledak, dia tak ingin melewatkan momen untuk menggoda sahabatnya ini.
"Sialan lo Rey." umpat Rendy.
Lisa yang masih malu dengan ucapan suaminya tadi, memilih diam mendengarkan mereka bercanda ria.
Tak berapa lama mobil berhenti di pemakaman elit, mereka segera keluar, berjalan beriringan menuju makam Kayla.
Sesampainya disana mereka berjongkok, lalu mulai berdoa untuk almarhum Kayla. Lantunan doa terucap dari bibir mereka. Bagi Rendy, Dira dan Rey, sosok Kayla adalah wanita ceria dan penuh kehangatan. Sampai di akhir hayat nya pun, Kayla masih terlihat ceria.
Setelah berdoa, Rendy dan Lisa menaburkan bunga di pusaran Kayla. Wanita yang dulu pernah singgah di hidup nya kini, telah tertidur pulas di peristirahatan terakhir nya.
"Kayla, aku datang lagi. Seperti hal nya kedatangan ku waktu itu, istriku Lisa juga ikut bersamaku. Dia ingin berbicara padamu." ucap Rendy melirik ke arah Lisa.
Lisa yang mengerti arti lirikan suaminya, segera membuka mulut untuk berbicara.
"Assalamualaikum mba Kayla, ini saya Lisa. Mba sebelumnya saya minta maaf karena, mungkin saya melanggar janji saya sendiri pada mba. Saya mencintai mas Rendy, mba."
Lisa menghela nafas sebelum melanjutkan ucapan nya, air mata mulai lolos dari pelupuk mata indahnya.
"Mba, saya mohon maafkan saya. saya tak bisa menahan rasa cinta dalam diri saya, saya yang tak pernah mencintai lelaki sebelumnya, merasa nyaman jika dekat dengan mas Rendy. jadi, mba tolong restui kami. Saya janji akan mencintai mas Rendy seperti, mba mencintainya dulu." Lisa mengusap air mata nya.
Rendy segera memeluk istri kecil nya, Rendy tak menyangka Lisa akan mengatakan sesuatu yang membuat hati Rendy terharu. Rasa cinta Lisa pada nya, bukan hanya bualan semata.
Hari ini, di hadapan makam almarhum Kayla, Rendy mendengarkan sendiri ungkapan rasa cinta istri nya.
Rey dan Dira yang ikut mendengarkan saling berpandangan, sungguh pemandangan yang luar biasa. Ucapan Lisa membuat hati semua orang disana tersentuh.
Ketulusan Lisa tak pelu di ragukan lagi, semua yang disana bisa menyaksikannya. Lisa bukan hanya cantik, tapi juga memiliki hati yang baik.
...****************...
BERSAMBUNG~~~
Tolong dukung author ya.
jangan lupa like dan coment.
jika berkenan berikan rate 5&vote seikhlasnya🤗🤗🤗
SELAMAT MEMBACA.😊😊
__ADS_1