Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
09


__ADS_3

Setelah selesai berpamitan pada orang tua nya Rendy, Lisa pulang di antar Rendy. Seperti biasa, suasana hening saat perjalanan pulang, Mereka seakan mengunci mulutnya rapat-rapat.


Tak lama sampailah mereka di halaman rumah Lisa, dia hendak turun tapi suara Rendy menghentikan nya.


"Lisa." Untuk pertama kali nya Rendy memanggil nama gadis yang akan menjadi pendamping hidup nya ini.


"Iya, Tuan," sahut Lisa.


"Ada yang ingin saya sampaikan sama kamu. Mungkin ini mengejutkanmu, akan tetapi saya rasa kamu harus tau,"


Lisa masih setia menundukkan kepala nya


"apa yang akan dia bicarakan, apa ini soal statusnya. Semoga saja, aku ingin mendengar nya langsung dari mulut nya," batin Lisa.


"Saya sudah pernah menikah," ucap Rendy


" Apa kamu tidak keberatan dengan status saya yang seorang duda?" lanjut Rendy, mata nya menerobos menatap manik-manik bola mata indah Lisa.


Memang Rendy akui, Lisa adalah seorang gadis yang cantik dan sederhana. Selain itu Lisa memiliki bola mata indah, yang membuat orang melihatnya akan kagum pada nya.


Lisa terdiam sejenak, dia merasa senang karena, akhir nya Rendy memilih berbicara jujur sebelum pernikahan. Yah, meski sebenarnya Lisa harus tahu duluan dari mamah Rendy.


"Aku harus jawab apa, bukan kah aku sudah terlanjur masuk ke permainan ini? jadi, aku harus mau menerima kenyataannya juga," batin Lisa.


"Sa-saya ti-tidak keberatan, Tuan," jawab Lisa.


"Syukurlah, sekarang istirahatlah. Minggu depan kita akan menikah, soal adikmu saya akan meminta Dika mengurus keberangkatan nya besok. Kamu bisa menemuinya sebelum dia di bawa," beber Rendy.


"Ba-baik, terima kasih, Tuan." Lisa menganggukan kepala nya, lalu keluar dari mobil


Setelah memastikan Lisa masuk, Rendy segera pulang, dia ingin segera merebahkan badan di kasur miliknya. Mengistirahatkan badan juga pikirannya. Akhir-akhir ini terlalu banyak perkerjaan juga, masalah yang harus dia lalui.


"kepala gue sakit banget, wanita itu gimana nanti kalau udah nikah. Apa dia bakal terus manggil gue tuan," gumam Rendy.


...****************...


Hari ini Lisa sengaja cuti bekerja, agar bisa melihat adiknya sebelum dibawa ke luar negri.


Pagi sekali Lisa sudah menelpon Dion untuk meminta izin


"Assalamualaikum," sapa Lisa setelah panggilannya terhubung


"Waalaikumsalam, ada apa, Lis? pagi-pagi banget udah nelepon, tumben. Kangen ya?" goda Dion


"Ha ha ha, siapa yang kangen 'sih, Pak! PD banget. Aku mau minta izin libur, Pak. Ada keperluan mendadak," jawab Lisa


"Keperluan apa sih, Lis? Sampai kamu mendadak cuti gini?."


"Eh, itu, Pak. Lisa mau dampingi Egi, soalnya Egi mau di bawa ke luar negri."


" Hah, kapan? kok kamu engga bilang-bilang saya sih, kan saya bisa ikut melihat juga!" protes Dion.


"Rencananya mendada, Pak. Mudah-mudahan dengan ke luar negri, Egi bisa siuman. Dokter Dika yang akan mendampinginya selama di sana," jelas Lisa.

__ADS_1


"Kalau gitu, saya juga cuti aja, Lis. Biar bisa nemenin kamu," usul Dion.


"Engga usah, Pak. Lagian cuman sebentar kok," cegah Lisa.


"Ya udah, nanti biar saya izinkan. Kalau ada apa-apa kamu ngomong aja. Jangan sungkan ya,"


"iya, Pak makasih, ya," sahut Lisa.


"Iya,sama-sama. Ya udah, saya mau siap-siap berangkat kerja. Jangan rindu, ya, Lis. Berat, biar saya aja ha ha ha," Dion tertawa di ujung telpon


"Apa sih, Pak receh banget. Udah sana, berangkat! Nanti, Mba Julia kangen'loh, engga liat Bapa he he he," goda Lisa


Semua orang di kantor tahu, kalau julia ini naksir berat sama Dion. Bukti nya tiap Dion engga masuk, julia kaya engga ada tenaga. kalau kata Julia mah Dion bagaikan multivitamin^^^.


"Apa sih, ngapain bawa-bawa dia. Kamu tahu 'kan saya engga suka sama dia," sungut Dion.


"Iya deh, ya maaf ... he he he." Lisa cengengesan


"Ya udah, saya tutup telpon nya assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam," jawab Lisa


"Ni orang sensi banget kalau udah denger nama Mba Julia, padahal 'kan Mba Julia orangnya baik, cantik lagi. Aku aja kagum sama dia," batin Lisa.


Baru saja lisa menyimpan hp nya terdengar suara pesan whatsap masuk


~ nona manis~


Lisa, kamu engga masuk hari ini?


~Lisa~


Engga hari ini aku cuti. Aku mau ke rumah sakit liat Egi, sebelum Egi di bawa ke luar negri.


~ Nona manis~


Luar negri, kapan? kata nya kamu bilang kemarin engga bisa bawa Egi ke luar negri.


Lisa berpikir sejenak, bagaimana menjawab pertanyaan sahabatnya ini. Mungkin sebaiknya dia jujur. Karena, cuman Mona satu-satunya yang mengerti lisa.


~ Lisa ~


Cerita nya panjang ,nanti aku ceritain kalau udah masuk kerja.


~ nona manis ~


Ok, aku tunggu penjelesanmu😍


Lisa tertawa melihat emot yang di kirim kan sahabat nya ini.


"Ada-ada aja emang kelakuan bocah satu ini," batin Lisa.


...****************...

__ADS_1


Sementara itu, di kantor Rendy baru saja selesai meeting. Dia duduk di kursi kebesarannya, sambil menyenderkan punggung nya.


"Gila tuh klien satu, masa udah di jelasin berapa kali masih aja engga ngerti," keluh Rey yang juga ada di ruangan Rendy saat itu.


"Gue juga baru kali ini dapat klien yang kaya gitu."Rendy melonggarkan sedikit dasi nya yang seakan mencekik leher nya itu.


"Rey, minggu depan Gue nikah. Lu jangan lupa dateng," lanjut Rendy


"Hah!! Serius lu, Ren. Tunggu, jangan bilang lu mau nikah sama cewek yang kita temui di cafe waktu itu." tangan Rry menunjuk pada Rendy. Dia ingin memastikan apa dugaan nya ini benar.


" Kalau iya, kenapa?"


" Wah, gercep juga lu, Ren. baru juga ketemu 2 kali udah serius aja. Lu udah engga tahan ya?" goda Rey.


" Pikiran lu ngawur mulu. Makanya cepet nikah sana, biar lu ada pasangan!" tegur Rendy.


"Yaelah, gue juga pengen nikah kali, Ren. Tapi, enta!" bantah Rey.


"Keburu jadi bujang lapuk yang ada nanti lu ha ha ha." Rendy benar-benar senang bisa menggoda sekertaris sekaligus sahabat nya ini.


"Wah, lu kalau ngomong sembarangan, gini-gini juga gue banyak yang naksir!" ketus Rey


" Tapi, sampai sekarang lu masih jomblo aja ha ha ha," ledek Rendy.


Rey melempar pulpen ke arah sahabatnya itu, dia benar-benar di buat kesal.


" Mentang-mentang, udah engga jomblo lagi lu bisa ngatain orang seenak jidat. Eh, tapi kalau gue liat-liat cewek yang kemaren di cafe itu cantik juga, manis lagi!" puji Rey.


" Kenapa, lu naksir?."


" Yah, kalau lu kasih gue mah mau aja ha ha ha." Tertawa senang.


"Lu kira dia permen main kasih-kasih aja!" ketus Rendy.


"Ha ha ha,engga beranilah! Nantu yang ada nanti gue bisa jadi peyek kacang di hajar sama juragan." Rey tertawa lepas.


Begitu lah mereka, jika tak ada orang lain mereka akan berbicara santai. Karena, sudah terbiasa bersama dari kecil sampai sekarang.


Rey yang sudah di anggap anak juga oleh orang tua Rendy, membuat mereka tak sungkan saling berbagi beban. Apa lagi semenjak kedua orang tua Rey bercerai dan, memilih hidup masing-masing.Rey lebih memilih tinggal bersama keluarga Rendy.


...****************...


BERSAMBUNG


Hai kakak yang masih setia baca novel aku


makasih ya😍🤗


maafkan author ya yang masih banyak kesalahan dalam menulis


minta dukungannya ya kak🤗


jangan lupa like dan comen ya😍😍

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA😊


__ADS_2