Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
128


__ADS_3

Di jalanan yang sepi. Mereka berlima saling bertatapan. Tiga serangkai berusaha memikirkan cara, agar Mona bisa lepas tanpa luka sedikitpun.


"Apa maumu wanita sialan!" maki Rendy.


Ririn, gadis manis. Namun, berhati iblis itu tertawa ringan. Ia bagai seorang penguasa diantara mereka.


"Aku ingin istrimu mati! Ya, aku ingin wanita bernama Lisa itu lenyap dari muka bumi ini!" jawab Ririn.


Sorot mata Ririn penuh kebencian. Ada seseuatu yang terpendam jauh di dasar hatinya. Namun, entah dasar apa ia sangat membenci Lisa.


Selama ini Lisa sangat menyayanginya. Bahkan Lisa menggajinya dua kali lipat dari gaji di toko biasa. Mungkin setan tengah merasuki diri gadis itu. Sehingga ia menjadi gelap mata.


Mona sedikit takut. Ujung pisau itu tepat di lehernya. Gerak sedikit, sudah dipastikan ia akan terkena goresan.


Rey mengepalkan tangan, ia sangat muak dengan rubah kecil berwujud manusia. Ada hubungan apa sebenarnya Mona dan Ririn ini?


"Gadis manis, bisakah kita berbicara baik-baik saja. Mungkin kamu punya kekesalan pada Lisa. Namun, tidak sebaiknya seperti ini," bujuk Dika.


Dika, orang paling tenang dalam menghadapi situasi seperti ini. Ia berusaha mengontrol emosinya.


"Cuih... Aku tidak sudi berkata baik-baik dengan kalian! Aku sudah muak melihat wanita bernama Lisa itu. Dia sudah merebut cinta pertamaku," ungkap Ririn menggebu-gebu.


Semua orang di sana terdiam. Mereka tidak mengerti dengan apa yang Ririn katakan. Cinta pertamanya! Siapakah orang yang dimaksud? apa itu Rendy? apa selama ini Ririn mencintai Rendy secara diam-diam, lalu berencana melenyapkan Lisa agar bisa merebut Rendy?


"Cinta pertama! Siapa yang kamu maksud?" tanya Rey. "Bicara yang jelas, atau tangan gue siap menghantam wajah mulusmu itu!"


"Hahaha. Aku tidak takut, selama wanita ini ditanganku. Aku yakin kalian tidak akan melakukan apa pun padaku!" lontar Ririn.


Ririn membuang ludah sembarangan. Membuat Rendy dan Rey geram. Rey ingin maju melangkah, tetapi tangan Dika menghadang sambil berkata, "Sabarlah sedikit lagi. Gue yakin dia hanya menggertak saja."


"Jadi siapa cinta pertamamu yang sudah Lisa rebut?" tanya Dika kembali.

__ADS_1


"Dia lelaki dewasa yang tampan dan sangat manis. Aku menyukainya sejak pertama bekerja di kantor Anda, Tuan Rendy! Sayang, aku hanya bisa bekerja sementara. Karena aku hanya pekerja kontrak saat itu," ungkap Ririn.


Ketiga serangkai itu saling berpandangan. Mencoba menebak-nebak siapa lelaki itu.


"Kalian tahu! Lelaki itu sangat baik, tapi dia mendadak menjadi jahat. Karena Lisa memilih menikah dengan Anda, Tuan Rendy. Aku selalu memandanganya dari kejauhan. Berusaha mendekat. Namun, hatinya tetap tidak bisa goyah. Ia memilih mengejar Lisa, dari pada memulai bersamaku!" seru Ririn.


"Hingga pada akhirnya, suatu hari aku melihat Tuan Rey tengah mencari asisten untuk Lisa di toko. Aku dengan senang hati menawarkan diriku, agar aku bisa perlahan menyakitinya dari dekat. Hahaha, aku sangat puas sekali!" sambung Ririn.


"Apa cinta pertamu itu adalah Dion! Lelaki tidak tahu malu yang selalu mendatangi istriku!" tebak Rendy.


"Iya, itu dia! Jaga mulutmu, Tuan Rendy! Dia lelaki baik, camkan itu!" hardik Ririn.


Tanpa Ririn sadari, sejak ia membeberkan semuanya. Dika melangkah mendekat, ia perlahan berjalan saat Ririn tengah pokus bercerita, lalu diam tepat dibelakang gadis itu.


Dengan cepat tangan Dika menyambar pisau yang sejak tadi berdiam di leher Mona. Benda tajam itu sedikit menggores tangan Dika. Namun, ia tidak memperdulikannya.


Dengan lihai Dika segera meringkus badan Ririn. Mengunci kedua tangannya ke belakang. Kesempatan baik ini tidak di sia-siakan Mona. Ia segera lari berhamburan ke arah Rey. Membenamkan tubuh mungilnya ke pelukan calon suaminya ini.


Rendy yang melihat itu segera melangkah cepat ke arah Dika yang tengah kewalahan. Gadis itu masih memberi perlawanan, meski sudah tidak berdaya.


"Lepaskan aku, Bedebah! Biarkan aku membunuh wanita liar itu. Dia tidak boleh hidup, atau Dion sayangku akan terus mengejarnya. Aku tidak akan rela, sampai kapanpun! Teriak Ririn.


Rendy menampar keras wajah gadis itu, lalu berkata, "Aku tidak pernah kasar pada wanita. Namun, kali ini berbeda. Kamu telah membuat istriku koma. Dasar gadis berhati iblis! Maki Rendy.


Ririn yang mendapat tamparan itu malah tertawa puas. Ia seakan mendapat durian runtuh, tatkala mendengar Lisa dalam keadaan koma.


"Hahaha. Aku sangat senang mendengarnya. Aku harap wanita itu segera mati bersama calon anaknya," kata Ririn dengan senyuman licik.


"Dasar rubah kecil! Katakan padaku, apa cinta pertamamu itu yang menyuruhmu melakukan ini semua?" desak Rendy.


"Tidak! Aku melakukan ini murni keinginanku. Aku tidak rela melihat cinta pertamaku menderita, karena wanita sialan itu!" beber Ririn.

__ADS_1


Rendy hendak mencekik leher Ririn. Namun, Dika berteriak untuk tidak melakukan hal bodoh yang membuat Rendy masuk penjara.


Selang dua menit, mobil polisi datang ke tempat. Rey memanggil polisi, saat Mona sudah dalam dekapannya. Dika menyerahkan gadis berhati iblis itu ke pihak yang berwajib.


Kini Ririn digiring ke penjara, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ada rasa kasian di hati Dika untuk Ririn. Hanya karena kesal, ia nekad berbuat hal diluar nalar. Padahal usianya masih sangat muda, tetapi kini Ririn harus menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi.


"Cinta membuat orang menjadi gila," batin Dika.


Setelah mobil polisi berlalu. Ketiga serangkai beserta Mona masuk ke mobil. Mereka hendak mengantar Mona pulang ke rumahnya. Rey terus memegang erat tangan Mona, lalu berkata, "Apa kamu mengenal gadis iblis itu, Adindaku?"


"Ya. Dulu sebelum Lisa masuk kerja, ia sudah kerja denganku. Namun, kontrak kerjanya habis, dan Pak Dion tidak memperpanjangnya," beber Mona.


"Apa kamu tahu dia menyukai Dion? terus kenapa kamu bisa bersama dia tadi?" tanya Rey kembali.


"Aku tidak tahu dia suka sama Pak Dion. Selama ini kami tidak saling berbagai masalah terlalu pribadi," jawab Mona.


Mona terlihat membuang napas, lalu melanjutkan kembali ucapannya.


"Aku baru pulang dari perusahaan untuk mengundurkan diri. Saat perjalanan pulang, tiba-tiba ia menghubungiku. Ia mengajak bertemu sebelum pulang ke kampung halamannya. Namun, aku tidak tahu kalau dia telah mencelakai sahabatku...," lirih Mona.


Gadis manis itu menangis sendu. Ia tidak menyangka, jika saat ini sahabatnya tengah koma di rumah sakit. Tadi ia sempat kaget, saat mendengar Rendy mengatakan, jika istrinya saat ini sedang koma.


Rey menarik calon istrinya itu ke dalam dekapannya, lalu berkata, "Sudah, jangan menangis. Doakan saja, semoga Lisa segera sadar. Kamu akan segera menjadi seorang pengantin, tidak baik kalau terus menangis. Nanti matamu berubah menjadi mata panda."


Sementara itu Dika dan Rendy hanya diam mendengarkan semua penjelasan Mona. Hari ini sangat melelahkan bagi ketiga serangkai. Terlebih Rendy yang hari ini terkuras sudah emosinya, karena gadis rubah itu


...****************...


BERSAMBUNG~~~


Jangan lupa like, comnet dan vote🤗

__ADS_1


__ADS_2