Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
07


__ADS_3

Tepat pukul 2 siang lisa sudah duduk manis di kursi cafe menunggu rendy. Rasa gugup nya menjalar hampir ke seluruh badan,entah apa yang ada dalam pikiran gadis mungil ini. Yang lisa tau dia hanya ingin Egi cepat mendapatkan perawatan yang terbaik.



Dari sebrang jalan terlihat Rendy turun dari mobil,memakai baju kaos biru dan celana joger coklat yang membuat penampilan nya semakin menawan. Mata Rendy mencari keberadaan gadis mungil yang akan dia temui hari ini.


"A**h itu dia," batin nya. Cepat-cepat Rendy melangkahkan kaki nya menuju Lisa.


"Hm,,hm,," deheman Rendy mengejut kan Lisa yang tengah asyik dengan ponsel nya.


"Si-silahkan duduk, Tuan." Tangan Lisa mencengkram erat ujung jilbab nya yang terurai,agar menyembunyi kan sedikit kegugupan nya.


"Ya," ujar Rendy menarik kursi di depan nya lalu duduk menghadap lisa


"Langsung saja apa kamu yakin dengan keputusanmu, karena saya tidak suka dengan orang yang hanya bermain-main saja." tegas Rendy.


"I,i,,iya tuan saya serius."


"Begini biar saya jelaskan, saya memintamu menikah dengan saya dengan imbalan saya akan membiaya seluruh pengobatan adikmu sampai dia bangun dan sembuh. Hanya saja saya minta kamu jangan terlalu berharap pada saya.emm,, maksud saya. Saya bukan tidak serius dengan pernikahan ini, tapi karena kita tau bahwa kita menikah karena memiliki tujuan masing-masing, maka alangkah baik nya biar kan saja waktu berjalan semana mesti nya" ucap Rendy tegas dan jelas


Lisa terdiam sejenak, dia tidak tau tujuan lelaki di hadapan nya ini menikahi nya. Tapi yang Lisa tau dia harus kuat demi adik laki-laki nya.


"I,,iya tuan saya mengerti," angguk Lisa.


"Lalu saya pun tidak mau ada kata cerai dalam pernikahan ini, kita tidak tau ke depan nya seperti apa tapi saya harap kita bisa saling mengerti satu sama lain. Dan satu lagi, besok saya akan mengenalkanmu pada orang tua saya,jika di tanya kapan kita bertemu jawablah kita bertemu di kantor saya"


"I,,iya tuan"


" Tenangla, orang tua saya tidak pernah membedakan orang dari status sosial nya,apapun pekerjaan mu mereka tak kan mempermasalah kan nya begitu pun saya. Lalu setelah menikah kita akan langsung pindah ke rumah saya sendiri." Rendy meneguk kopi milik nya karena sebelum nya lisa sudah memesan nya terlebih dahulu. Lisa tau Rendy senang kopi, karena saat bertemu di cafe pertama dulu Rendy memilih memesan coffe di banding minuman biasa.


"Tu,,tuan apa saya boleh meminta sesuatu," Lisa sedikit ragu mengutarakan keinginan nya, tapi lebih baik bicara sekarang dari pada terlambat.


ah aku harap dia juga setuju.batin lisa


"Bicaralah,"


"Jika nanti sudah menikah boleh kah saya tetap bekerja? lalu apa bisa kah tuan merahasiakan pernikahaan kita. ma,,ma,,maksud saya sampai saya siap, dan saya takut jika orang kantor tau siapa saya. Mereka akan memperlakukan saya berbeda itu sangat membuat saya risih untuk sekarang,"

__ADS_1


Rendy tampak berpikir sejenak mencoba mencerna perkataan calon istri nya ini


"saya tidak masalah jika harus menyembunyi kan pernikahaan kita dulu,tapi apakah kamu harus sampai bekerja setelah menikah? Apa kamu tidak yakin bahwa saya sanggup menafkahi kamu?.


Ada sedikit rasa kesel di sela-sela ucapan rendy kali ini.


"Bu,,bukan begitu tuan. Hanya saja saya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan nanti. Saya juga sudah terbiasa bekerja tuan dari kecil,bahkan sekarang pun saya bekerja di dua tempat sekaligus tuan,"


" Dimana lagi kamu bekerja selain di kantor saya?,"


"Di minimarket dekat tempat tinggal saya tuan" suara lisa sedikit merendah karena melihat tatapan rendy yang seakan siap menerkam nya hidup-hidup


Hening tak ada perkataan apapun dari Rendy, dia hanya menyeruput sedikit demi sedikit coffe miliknya. Sambil sesekali jari telunjuk tangan kiri nya mengetuk-ngetuk meja.


Lisa nampak gelisah Rendy tak memberi nya keputusan,dia ingin bertanya sekali lagi tapi niat nya ini lisa urungkan.


ayo, bicara jangan hanya diam saja kamu membuat aku takut. Pikir Lisa.


"Baiklah saya hargai keinginanmu tapi dengan syarat," Rendy benar-benar membuat wanita di hadapan nya itu keheranan


"Kamu boleh bekerja, tapi kamu harus sudah di rumah sebelum saya sampai dan mulai sekarang kamu segera keluar dari pekerjaanmu di minimarket"


"Ta,,ta,,tapi tuan. Saya harus membiayai diri saya sendiri sebelum menikah dengan tuan, karena gaji dari bekerja di kantor tuan saya pakai untuk mencicil tunggakan rumah sakit" jelas Lisa.


"Kamu tenang saja pernikahan kita tidak akan lama lagi.satu minggu lagi kita akan menikah,"


"APA,,!!" Lisa terkejut bagaimana bisa secepat itu, Rendy bahkan tidak bertanya pada nya apa Lisa setuju atau tidak.


D**ia benar-benar menyebalkan. Umpat Lisa dalam hati.


"Kenapa, apa kamu keberatan? bukankah saya sudah bilang dari awal kamu yakin atau tidak dengan keputusanmu. Kalau kamu sudah yakin berarti kamu sudah siap dengan segala konsekuensi nya," tegas Rendy.


"Tuan apa harus secepat ini?,"


""Sudah, saya tidak mau mendengar apapun lagi,saya akan segera menyiapkan keberangkatan adikmu dan saya juga akan menugaskan dokter Dika yang mendampingi adikmu selama di sana, dan satu lagi persiapkan dokumen kamu untuk persyaratan menikah. Kamu tidak harus tau apapun, yang penting saya bertanggung jawab padamu juga adikmu,"


"Iya tuan,"

__ADS_1


"Ayo sekarang, saya antar kamu pulang,agar saya bisa menjemputmu besok ke rumahmu," ajak rendy


Lisa menurut saja dia sudah mengambil keputusan ini jadi lisa harus mau menerima apapun konsekuensi nya.


Lisa mengekor di belakang Rendy,sampai di parkiran rendy mempersilahkan Lisa masuk.


"Masuklah duduk di depan, saya bukan sopirmu," ujar Rendy membuka pintu mobil tanpa menghiraukan lisa yang masih mematung.


Karena Lisa tau dia dan Rendy hanya sebatas pasangan yang sama-sama tidak saling mencintai jadi Lisa akan mencoba memahami sikap acuh rendy.


Setelah Lisa masuk Rendy menginjak gas dalam-dalam melajukan mobil nya membelah keramaian.Tak ada satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara, Lisa sibuk menatap jalanan dari kaca mobil sedang kan Rendy fokus pada kemudi nya.


"Dimana rumahmu" suara rendy memecahkan keheningan di antara mereka


"Di jalan x no 15 cat warna hijau samping minimarket," jawab lisa pelan. Rendy hanya mengangguk tanda mengerti.


20 menit berlalu kini mobil Rendy sampai di rumah Lisa, rumah sederhana dengan taman kecil di depan tapi nampak asri. Mungkin jika di bandingkan dengan rumah milik Rendy, rumah Lisa hanya bagian tamannya saja.


"sudah sampai turunlah, dan jangan lupa besok jam 8 saya akan menjemputmu" perintah Rendy. Lisa mengangguk dan buru-buru turun dari mobil


"Terimakasih tuan," ucap Lisa tersenyum


Tapi Rendy tak memperdulikan nya dia cepat-cepat pergi meninggalkan Lisa sendiri. Lisa menatap kepergian Rendy, apa benar jika ini yang terbaik.


Tapi sudahlah biarkan Allah yang mengaturnya, Lisa ingin segera mandi dan beristirahat rasanya badan dan pikirannya terasa sangat lelah.


*Perjalanan ini akan segera di mulai , Ya Allah aku harap engkau memberiku kesabaran*. Batin Lisa.


...****************...


BERSAMBUNG


MOHON DUKUNGANNYA YA TEMAN🤗


Tinggalkan jejak ya kak🤗🤗


SELAMAT MEMBACA😍

__ADS_1


__ADS_2