Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
23


__ADS_3

Subuh harinya Lisa terbangun. Badannya terasa berat, seakan ada sesuatu yang menindihnya.


Lisa perlahan membuka matanya, memastikan apa yang membuat tubuhnya berat.


Lisa kaget melihat pemandangan yang di lihatnya, Rendy sedang tertidur pulas sambil memeluk dirinya.


Wajah polosnya membuat Lisa memberanikan diri mengusap lembut pipi Rendy. Tak ada pergerakan apapun dari Rendy, Lisa semakin leluasa menyentuh wajah suaminya.


Tiba-tiba Rendy membuka matanya. Lisa lekas menarik tangannya, tapi Rendy dengan cepat menangkap tangan Lisa.


"Apa sudah cukup dengan hanya menyentuh wajahku saja." Ucap Rendy.


"Anu.. itu.. aku.. anu." Lisa gugup tidak tau harus menjawab apa.


"Bicaralah yang jelas."


"Maaf, Mas saya lancang menyentuh wajah Mas." cicit Lisa.


"Apa kamu tau, semalam kamu tertidur di mobil. Saya dengan sukarela menggendongmu sampai kamar. Apa ini balasanmu?."


"Emm.. maksud Mas apa ya? saya engga ngerti."


"ckckck.. Saya meminta balasan darimu." Jelas Rendy.


Lisa tersentak, balasan apa yang harus dia berikan. Uang, jelas dia tak punya. Tubuh, ah apa harus dia memberikannya.


"Saya harus apa untuk membalas kebaikan mas?" Tanya Lisa.


Rendy menunjuk pipinya dengan telunjuk, pertanda minta di cium. Lisa yang tak mengerti dengan maksud suaminya ini, hanya diam membatu.


"Ckckck..Apa kamu tidak mengerti?" Tanya Rendy.


Lisa menggelengkan kepalanya.


"Polos sekali dirimu, apa kamu tidak pernah pacaran?." Tanya Rendy yang sedikit kesal.


"Engga mas." jawab Lisa.


"Pantas saja, kamu tau jika saya memintamu seperti ini. Itu artinya, saya meminta kamu mencium pipi saya." Jelas Rendy.


"Hah!!." Lisa kaget mendengar permintaan suaminya.


"Sudah lupakan saja, cepat ambil air wudhu dan sholat." Ujar Rendy melepas pelukannya hendak beranjak dari tempat tidur.


CUP


Tanpa aba-aba Lisa mengecup pipi kanan Rendy, membuat Rendy terdiam sejenak. Lisa yang baru saja sadar dengan apa yang dia lakukan barusan, Lalu berlari kocar kacir ke kamar mandi.


Malu..


Sungguh malu wajah Lisa saat ini, dia benar-benar tak menyangka bisa senekad ini.


Di kamar mandi Lisa mengngutuk dirinya sendiri.


Sementara itu, Rendy hanya tersenyum.Ciuman yang di berikan istrinya, cukup menjadi mood boosternya pagi ini.

__ADS_1


Setelah selesai menunaikan sholat, Lisa lekas ke dapur membuatkan sarapan. Sedangkan Rendy berolahraga pagi di belakang rumah, karena ini hari libur.


Lisa di bantu bi inah menyiapkan sarapan, menata di meja dan langsung memanggil suaminya.


Setelah Rendy selesai berolahrga, dia lekas mandi dan berganti pakaian. Rendy turun ke lantai bawah, bergabung dengan Lisa untuk sarapan.


Selesai sarapan Lisa membawa piring kotor ke dapur, dan mulai mencuci satu persatu. Di tengah kegiatannya mencuci piring, tiba-tiba Rendy memeluknya dari belakang. Dagu Rendy menempel di bahu Lisa.


"Biarkan begini sebentar saja, saya lelah sekali," ujar Rendy.


"Kalau Mas lelah, sebaiknya Mas istirahat saja," jawab Lisa


Jantung Lisa berdetak lebih kencang, tak bisa di pungkiri Lisa sangat bahagia dengan semua perlakuan Rendy akhir-akhir ini.


Rendy menjadi sangat lembut, dia sering mengirim pesan dan berbicara pada Lisa. Tidak seperti saat awal-awal menikah.


Sementara itu, Rey baru tiba di rumah Rendy. Rey masuk tanpa sungkan ke rumah Rendy.


"Assalamualaikum, hello orang terlanjur ganteng datang nih." teriak Rey.


Tak ada jawaban sama sekali dari penghuni rumah, Rey memutuskan masuk ke dalam menuju ruang makan.


Saat sampai di ruang makan, Rey melihat sahabatnya ini sedang memeluk mesra istrinya. Rey menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Dasar si bos, mesra-mesraan kagak tau tempat. Bikin iri orang aja," batin Rey.


Terlintas ide gila Rey untuk mengganggu bosnya ini. Dengan suara cemprengnya, Rey berjingkrak-jingkrak sambil menyanyikan lagu dari salah satu band ternama.


**Ibu-ibu, bapak -bapak.


Siapa yang punya anak.


aku yang tengah malu.


pada teman-temanku.


karena cuman diriku.


yang tak laku-laku.


eeee...ah..eeee...ah


seur ah... tarik mang**...


Rendy yang mendengar suara sahabatnya ini, langsung melepas pelukannya pada Lisa. Dia menoleh pada sahabatnya, yang sudah berani mengganggu pagi harinya.


"Berisik lo, pagi-pagi udah bikin ribut aja." Ucap Rendy kesal.


"Lagian lo mesra-mesraan engga tau tempat, jiwa jomblo gue meronta-meronta coy." ucap Rey


Rendy menghampiri Rey lalu menarik kursi dan duduk di samping sahabatnya, yang sudah duduk duluan.


Sedangkan Lisa masih merasa malu, karena di pergoki Rey. Dia membereskan pekerjaannya dengan cepat, Lalu bergegas pergi ke kamar.


"Ngapain lo ke rumah gue pagi-pagi buta, engga ada kerjaan Lo," tanya Rendy.

__ADS_1


"Kalau bukan karena tante Ratna yang minta, gue juga ogah bener," jawab Rey.


"Nih, tante Ratna nyuruh gue nganterin Rendang kesukaan lo. Terus tante Ratna juga bilang, besok mau ke luar negri jemput Dira." Jelas Rey sambil menyodorkan wadah berisi Rendang.


"Thanks, Bro!" ucap Rey.


"Hubungan lo sama Lisa gimana? tanya Rey.


"Seperti kaya tadi lo liat, gue sama doi baik-baik aja," Jawab Rendy.


Rey mendekat pada Rendy, Rey membisikam sesuatu ke Rendy.


"Lisa udah lo jebolin belum?" Rey cengengesan.


"Sialan lo, gue kira lo mau bisikin apaan,"


Tuk!!


Rendy memukul kening Rey dengan sendok di dekatnya.


"Woy, sakit bro. Gue kan cuman nanya,"


Rey mengelus keningnya yang barusan di pukul Rendy.


"Kalau belum lo mau ngapain?" Jawab Rendy.


"Wah gila parah lu, Gue jadi bertanya-tanya lo normal kagak sih, Ren," ujar Rey.


Tuk..


Sekali lagi Rendy memukul kepala Rey dengan sendok.


"Sialan lo, bisa bocor kepala gue lo pukul mulu," protes Rendy.


"Di pikiran lo engga ada yang bener apa, kalau gue engga normal udah gue embat duluan Lo," ucap Rendy kesal.


Rey bergedik ngeri, benar juga yang di katakan Rendy. Kalau Rendy engga normal, Rey pasti udah jadi korbannya duluan.


"Ya Allah jauhkan hambamu dari pikiran gila ini," batin Rey.


"Nih yah gue bilangin, lo tuh suaminya Lisa. Lo berhak atas dia. Dia halal buat lo, ngapain lo tahan-tahan. Kalau gue mah di kasih bini cantik gitu, udah gue buntingin hahaha," ujar Rey sambil tertawa terbahak-bahak.


"Bunting, lu kira istri gue kambing apa!" jawab Rendy.


"Hahahaha, bukan gitu maksud gue bro. Lo tuh nungguin apalagi, udah jelas Lisa itu udah jadi milik lo. Lo mau nunggu sampai spongebob pakai baju koko dulu, baru lo nyadar," ucap Rey.


Rendy terdiam mendengar siraman rohani dari sahabatnya. Apa yang di katakan Rey ada benarnya juga. Toh Rendy dan Lisa sudah terikat janji suci di hadapan Allah, jadi tidak haram baginya menyentuh istri kecilnya itu.


Apalagi usia Rendy yang tak muda lagi, sudah seharusnya memiliki keturunan. Sudah waktunya Rendy keluar dari zona nyamannya, mengkubur masa lalunya, kemudian menata masa depan dengan Lisa.


...****************...


BERSAMBUNG~~~


Mohon dukung author ya

__ADS_1


jangan lupa like,coment&vote


SELAMAT MEMBACA🤗


__ADS_2