
Setelah Drama es cream tadi, Rendy dan Lisa melanjutkan kencan mereka. Kali ini Lisa mengajak Rendy untuk berbelanja kebutuhan rumah.
Rendy dengan sabar mendorong troli di belakang, sedangkan tugas Lisa yang mengambil berbagai produk kebutuhan. Saat di bagian sabun cuci baju, Lisa terlihat kebingungan. Ia ingin membeli barang yang biasa, akan tetapi ia juga tergiur diskon yang ditawarkan barang yang baru.
"Mas," panggil Lisa.
"Apa, Sayang?" sahut Rendy.
"Coba deh kasih saran. Ini , kan produk yang biasa kita pakai,"
"Terus!" potong Rendy.
"Nah, yang sebelah ini produk baru. Aku bingung!" Lisa membandingkan dua produk sabun cuci baju yang ia pegang di kedua tangannya.
"Bingung kenapa, Sayang?"
"Kalau ambil yang biasa, yang ini lumayan diskonnya. Kalau ambil yang baru, kita belum tahu kualitasnya," jelas Syasa.
"Ya, sudah ambil saja yang biasa," usul Rendy.
"Tapi, ini lumayan, Mas yang baru diskonnya," sela Syasa.
"Kalau begitu ambil yang produk baru saja,"
"Tapi, kita belum tahu kualitasnya," jawab Syasa.
Rendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kenapa istrinya menjadi sangat perhitungan semenjak hamil. Untuk Rendy harga berapapun tidak masalah, ia bahkan membeli satu truk produk itu tanpa diskon sekalipun. Mengapa istrinya membuat ini menjadi rumit.
"Astagfirullah. Belum jadi Papahnya aja gue bisa stres duluan," gumam Rendy pelan.
Lisa yang mendengar sayup-sayup ucapan Rendy lalu berkata, " Siapa yang stres, Mas?"
"Ah, itu. Temenku stress gara-gara istrinya ngidam pengen kencan sama artis korea katanya," bohong Rendy.
"Kok sampai segitunya, Mas. Aku engga ngidam aneh-aneh kan, Mas?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir manis Lisa.
"Engga kok, Sayang! Kamu masih dibatas wajar," jawab Rendy berbohong, ia tidak ingin melukai hati istrinya.
"Ya, sudah. Jadi, kamu mau ambil yang mana?" tunjuk Rendy pada kedua merek sabun cuci baju yang masih setia ditangan Lisa.
"Aku ambil yang biasa aja deh, mahal dikit engga apa-apa." Lisa menaruh kembali satu merk sabun yang diskon tersebut kemudian, memasukkan merk sabun yang biasa ke dalam troli.
__ADS_1
"Ya Allah, urusan sabun aja mesti drama dulu. Besok, apa lagi yang diributin. Kuatkan hambamu Ya Allah, dari semua kebawelan istriku," batin Rendy.
Mereka berjalan menelusuri satu per satu rak, melihat-lihat jikalau ada barang yang belum masuk ke dalam daftar belanjaan.
Setelah semua list belanjaan terpenuhi, Rendy dan Lisa bergegas mengantri ke kasir untuk membayar.
Semua sudah terbayar, Lisa mendadak ingin buang air kecil. Lisa meminta Rendy menunggu di dekat tempat perbelanjaan, sedangkan ia segera ke toilet wanita yang tidak jauh dari sana.
Rendy setia menunggu sang istri kembali, ia rogoh ponselnya di dalam saku. Rendy ingin mengusik kebosanan dengan bermain game mobil.
Dari ujung sana seorang wanita cantik memperhatikan Rendy, sepertinya ia tertarik dan berniat mendekati Rendy. Wanita yang berpakaian sangat minim hampir membuat belahan dadanya setengah terlihat keluar itu berjalan manja ke arah Rendy.
Rendy yang sibuk dengan gamenya sama sekali tidak menyadari kehadiran wanita itu.
"Maaf, Mas boleh nanya engga?" sapanya pada Rendy.
Rendy melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar ponsel. Rendy berkata, "Mau nanya apa, Mba?"
"Jam berapa ya, sekarang? handphone saya mati," ujar wanita itu berbohong.
Rendy melirik pada arloji di tangannya kemudian berkata, " Jam dua siang."
Wanita itu kesal karena merasa diacukan Rendy, akan tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Wanita itu sengaja menjatuhkan dirinya ke badan lelaki disampinya, Rendy yang replek segera menompang tubuh wanita itu dengan tangannya.
Untuk kedua kalinya, Rendy mengacuhkan wanita itu. Ia tidak terlalu peduli pada orang yang menurutnya terlalu cari perhatian, apa lagi dia adalah seorang wanita, tak sepantasnya seperti itu.
Sementara itu, Lisa yang baru saja keluar dari toilet menyaksikan saat suaminya menangkap tubuh wanita itu. Lisa mendengus kesal sambil berjalan mendekati mereka berdua.
Dengan manjanya Lisa bergelayut di tangan suaminya seraya berkata, " Sayang, kamu engga bosen, kan nungguin aku."
Wanita tadi mengerutkan keningnya melihat ada gadis memanggil lelaki ini dengan sebutan Sayang. Rendy yang paham akan drama yang sedang dimainkan istrinya, ikut larut ke dalam.
"Engga kok, Sayang," sahut Rendy.
"Maaf, mba siapa, ya?" tanya wanita itu pada Lisa.
Lisa tersenyum lalu menatap Rendy, ia seakan memberi kode pada Rendy untuk menjawab pertanyaan wanita tadi. Rendy yang sehati dengan istrinya dengan cepat menangkap sinyal cinta untuknya.
"Dia istri Saya!" tegas Rendy penuh penekanan.
Wanita itu melongo, menatap Lisa dalam seakan tengah menelajangi Lisa dengan tatapan mautnya. Menurutnya Lisa bukanlah wanita menarik bahkan ia lebih seksi dibanding Lisa, akan tetapi mengapa lelaki ini malah memilih istri yang biasa saja dibanding yang seksi bohai sepertinya.
__ADS_1
"Oh! Maaf, Mas saya mengganggu. Saya permisi dulu kalau begitu." wanita itu melangkah sedikit menjauh, akan tetapi Lisa menghentikan langkahnya dengan sebuah perkataan.
"Mba, berhati-hatilah jika mendekati seorang laki-laki. Mungkin Mba beruntung seandainya laki-laki itu masih berstatus lajang, akan tetapi jika sebaliknya. Mba akan di cap pelakor oleh istri sahnya," pesan Lisa.
Perkataan Lisa bagai cambuk untuk sang wanita itu, ia menyadari kesalahannya yang hampir menyukai seorang laki-laki yang ternyata berstatus suami orang.
Rendy tersenyum mendengar kata-kata Lisa, ia mampu menyelamatkan rumah tangga dari godaan wanita lain. Sekalipun, Rendy sendiri tidak sudi akan kehadiran orang lain dirumah tangganya.
"Istriku yang terbaik," bisik Rendy di telinga Lisa.
Lisa hanya tersenyum mendapatkan pujian dari sang suami. Dia tidak akan rela jika, Rendy harus jatuh pada wanita lain selain dirinya. Ini terdengar egois, akan tetapi bukankah Lisa berhak mencap Rendy sebagai miliknya.
"Mas, aku lapar," rengek Lisa.
"Ayo, kita cari makan," jawab Rendy.
Mereka berjalan sambil mendorong troli untuk mencari kedai makanan. Lisa memilih menyantap mie ayam untuk menu siangnya, sedangkan Rendy lebih menyukai bakso untuk mengisi perutnya.
Setelah perut mereka terisi tenaga, kini saatnya pulang karena hari sudah mulai magrib. Rendy membawa barang belanjaan ke mobil lalu, menatanya di belakang.
Lisa sudah masuk duluan karena kelelahan, Banyak cerita yang sudah mereka lewati hari ini. Cerita yang akan mengisi satu lembar penuh lembaran buku diary miliknya.
Rendy masuk ke dalam mobil, ia segera menjalan mobil membelah jalanan sore menuju malam. Langit di sore hari sangatlah indah, warnanya berubah menjadi orange.
Lisa tertidur selama di perjalanan, ia tidak bisa menahan kantuknya sedari selesai makan.
Mobil Rendy berhenti tepat di halaman rumahnya, ia melirik ke samping dan menemukan Sang Istri sudah berjalan-jalan ke alam mimpi.
Rendy mengecup singkat bibir Lisa lalu berkata, " Terima kasih untuk hari ini, Sayang."
...****************...
BERSAMBUNG~~~
Hallo pembaca setiaku! Mana suaranya nih?
Eh, Author mau promosi, ya. Mampir yuk ke novel Author yang berjudul "Dokter I Love U"
Di jamin deh kalian bakal ngakak sama tingkah lakunya Syasa.
Author tunggu ya, Gaes!.
__ADS_1
Selamat membaca😍😍😍