Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda

Demi Adikku Aku Rela Menikah Muda
38


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di meja makan, bu Ratna dan Lisa tengah menyiapkan hidangan makan malam.


Lisa membawa menu lauk dan sayur malam ini, semua tertata rapih di meja makan. Semua mulai makan mengambil menu sesuai keinginan masing-masing.


Lisa begitu telaten melayani suaminya, mulai mengambilkan lauk, sayur juga air minum untuk Rendy. Suasana hening semua fokus pada makanan sendiri-sendiri, karena pak Adrian tidak suka ada yang berbicara selagi makan.


Setelah selesai Lisa segera membawa piring kotor ke dapur, dia hendak mencucinya, tapi Bi Iyah melarang. Akhirnya Lisa ikut bergabung kembali ke meja makan.


"Boy, kapan kalian berencana bulan madu? tanya pak Adrian.


"Insya Allah, dua hari lagi kami berencana berangkat ke jepang, pah," jawab Rendy.


Lisa duduk di samping suaminya, Dira terlihat sibuk dengan ponsel miliknya. sedangkan Bu Ratna ikut mendengarkan perbincangan suami dan anaknya.


"Syukurlah, kamu sudah siapkan segala nya?" Pak Adrian melontar pertanyaan kembali.


"Rey sudah menyiapkan semuanya termasuk visa kami berdua!"


"Rencana berapa hari kalian di sana?"


"Mungkin empat harian, pah. Itu pun, kalau Rey engga teriak-teriak kewalahan dengan perusahaan."


"Anak itu, kapan dia akan menikah? Usianya sama denganmu, tapi dia belum juga mau memiliki istri,"


"Mungkin Rey belum dapat yang terbaik, pah,"


"Bukan nya Rey sudah punya kekasih?" tanya Bu Ratna yang dari tadi hanya menyimak.


"Siapa, mah?" tanya Pak Adrian.


"Itu loh yang di ceritakan Dira sama Lisa," celetuk bu Ratna.


Rendy melirik istrinya, apa Lisa menceritakan soal Mona pada mamah nya. Lisa yang merasa di tatap suami nya, hanya bisa menundukan kepala.


Lisa tidak bermaksud apa-apa, hanya saja Lisa memperjelas ucapan Dira yang asal saat berbicara pada mamahnya.


"Cewek yang di cafe tadi, pah. Yang temen nya kak Lisa juga." Dira ikut nimbrung padahal mata nya tetap fokus dengan ponsel nya.


"Oh, Mona. Dia bukan pacarnya Rey, mah. Tapi kaya nya Rey jatuh cinta sama temen nya Lisa itu, cuman kalau pacaran seperti nya mereka belum ke tahap itu!" jelas Rendy.


"Bocah itu, masih aja mau main-main di umur nya yang sekarang." Pak Adrian menggelengkan kepala nya.


"Biarkan saja, pah. Kalau mereka jodoh juga pasti langsung ke pelaminan," tutur Rendy.


"Ya sudah, sebaiknya kalian istirahat. Bukan nya besok kalian harus bekerja," ucap bu Ratna pada Rendy dan Lisa.

__ADS_1


"Iya, mah," jawab Lisa.


"Kalau gitu, Rendy sama Lisa ke kamar dulu pah, mah!" ucap Rendy yang langsung berdiri di ikuti Lisa.


Bu Ratna menatap punggung anak dan menantu nya itu. Dia merasa bersyukur di beri anugrah yang terindah dalam hidup nya.


"Pah, mamah berdoa semoga pernikahan Rendy kali ini bahagia." Ujar bu Ratna


"Iya, kita doakan yang terbaik buat mereka berdua. Ya sudah, sebaiknya kita istirahat juga. Dira, kamu cepat masuk kamar," ucap pak Adrian pada anak bungsu nya.


"Iya, pah." Dira menurut, dia langsung naik ke lantai atas menuju kamar nya. Begitu pun bu Ratna dan pak Adrian yang sama-sama masuk ke kamar mereka.


Lisa baru saja selesai sholat isya sedang kan, Rendy sudah sholat terlebih dahulu. Mereka tidak berjamaah kali ini karena, Lisa merasa perutnya mules membuat ia harus berlama-lama di kamar mandi.


Lisa hendak melangkah kan kakinya ke arah ranjang tapi, tiba-tiba Rendy mendekap nya lalu, mendorongnya ke tembok.


Rendy yang sudah menahan hasratnya dari tadi, tanpa membuang waktu langsung menerkam istri kecilnya.


Lisa yang paham dengan keinginan suaminya hanya pasrah dan mengikuti permainan Rendy kali ini.


"Kali ini, aku akan membuat mu sampai tak bisa berjalan! bisik Rendy di telinga Lisa.


Lisa bergedik ngeri, masih terbayang rasa sakit saat Rendy mengambil keperawanannya waktu itu. Apalagi sekarang Rendy berniat membuat Lisa sampai tak bisa berjalan. Entah bagaimana nasib nya besok.


🥀🥀🥀🥀🥀


Pagi-pagi sekali Rendy dan Lisa sudah pulang ke rumahnya, karena Lisa tak membawa baju ganti. Mereka berpisah setelah tiba di rumah. Lisa yang harus berangkat terlebih dahulu sedang kan, Rendy masih menunggu Rey datang.


Akhirnya Rey tiba di halaman rumah Rendy, Rendy bergegas masuk mobil.


"Lo lelet amet sih, Rey. Telat nih kita! ujar Rendy saat Rey sudah mulai melajukan mobil nya.


"Ya elah, Ren. Baru juga jam 7 lewat masih pagi ini. Lagian lo tumben banget berangkat sepagi ini sih," gerutu Rey.


"Suka-suka gue dong, lagian kalau kita telat malu lah sama bawahan. Mereka aja selalu tepat waktu, masa kita engga bisa kasih contoh yang baik buat mereka."


"Ya deh, presedir Rendy Wijaya Kusuma terhormat" Ledek Rey.


Rendy melempar bantal kecil yang selalu ada di mobil nya ke arah Rey.


"Woy, bahaya nih. Kalau gue oleng terus kecelakan terus cacat dan engga ada yang mau sama gue gimana? Kasian gue, bro!" uap Rey kesal.


"Ya, paling lo jadi jomblo selamanya hahaha." Rendy tertawa puas.


"Wah, malah nyumapin lo."

__ADS_1


Rey melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena kesal tapi, Rendy tetap duduk tenang di belakang.


Sedang kan itu, Lisa baru saja tiba di kantor. Dia ingin sekali menemui Mona untuk menanyakan soal pak Rey.


namun Dion tiba-tiba meraih tangan Lisa, Lisa yang kaget langsung menoleh ke belakang lalu, melepaskan tangan nya dari Dion.


"Eh, pak Dion. Ada apa pak?" tanya Lisa.


"Aku pengen nanya sesuatu sama kamu, Lis?" ujar Dion.


"Tentang apa, pak?"


"Kamu harus jawab jujur sama aku, sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan presedir kita? Aku melihat kalian dua kali jalan bersama!" cakap Dion tegas dan sedikit keras membuat karyawan yang hendak masuk ke gedung memperhatikan mereka berdua.


Lisa tersentak, bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Dion. Semua orang menatap nya penuh tanda tanya, para karyawan wanita melihat Lisa dengan sinis.


"Dia istriku."


Rendy tiba-tiba datang bersama Rey menghampiri mereka, Rendy meraih pinggang Lisa dengan tangan kanannya.


Semua orang yang ada disana di buat tak percaya dengan pengakuan presedir itu, Bagaimana bisa seorang office girls menjadi istri dari seorang pemilik perusahan tempat mereka bekerja.


"Kalian semua dengarkan saya. Wanita yang ada di hadapan kalian sekarang, dia istri saya. Dia adalah Nyonya Lisa Wijaya Kusuma. Jadi, jangan pernah sekalipun kalian macam-macam dengannya, kecuali kalian sudah bosan berkerja dengan saya. Mengerti kalian! teriak Rendy tegas.


Semua orang di sana menganggukan kepalanya, mereka tak mau kehilangan pekerjaan hanya karena kebodohan semata.


Lisa hanya terdiam mendengarkan ucapan suaminya, kini semua orang sudah mengetahui siapa diri nya. Dia berharap tak mengalami kejadian yang tak mengenakan dari fans suaminya, yang sedari tadi menatap tajam pada Lisa.


Sedangkan Dion diam membatu melihat pertunjukan di hadapannya ini, kecurigaannya selama ini ternyata benar.


"Semoga semua berjalan seperti biasa," batin Lisa.


...****************...


BERSAMBUNG~~~~


Kira-kira setelah ini Lisa akan tetap bekerja atau berhenti ya😁


Yang masih setia membaca karya author jangan lupa dukungan nya ya😍


LIKE, COMENT&VOTE


Haturnuhun


SELAMAT MEMBACA😊

__ADS_1


__ADS_2