Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 99


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Tiga Tahun Kemudian.


Di sebuah gedung tinggi, lantai lima puluh empat, seorang pria tampan menatap jauh ke depan menikmati suasana pagi kota Metropolitan yang dipadati kendaraan berlalu lalang. Ini sudah tiga tahun, tapi pencariannya tidak membuahkan hasil apapun. Segala cara dia lakukan untuk mengetahui keberadaan wanita yang selalu memenuhi hati dan pikirannya. Penyesalan yang sangat besar dirasakannya.


Kesalahan dan Kebodohannya melukai banyak perasaan, mengorbankan banyak hati. Tangannya bergerak mengambil sebuah foto kecil yang selalu dia bawa kemanapun.


"Kamu kemana? Kenapa sangat susah mencari keberadaan mu? Apa kebencian mu begitu besar hingga tak mengizinkan aku melihatmu walau dari jauh? Aku merindukanmu," ucapnya mengusap lembut foto tersebut. Ada sedikit air di sudut matanya setiap melihat foto tersebut.


"Al dimana, Nak? Kenapa nggak pernah datang di mimpi Abi walau sekali saja? Apa Al tidak pernah merindukan Abi?" ucapnya beralih pada seorang anak kecil yang ada di foto tersebut.


Ya, dia adalah Ibra. Lelaki yang karena kebodohannya harus memberi luka pada anak dan istrinya. Sejak Dee dan Al pergi meninggalkannya, Ibra berubah menjadi orang yang lebih pendiam. Waktunya hanya digunakan untuk bekerja dan bekerja. Segala cara dia lakukan untuk menemukan Dee dan Al. Tapi usahanya selalu sia-sia. Benar-benar tidak ada petunjuk yang dia dapatkan. Dia sudah menemui segala tempat yang mungkin akan di datangi Dee dan Al. Tapi nihil, Ibra masih tidak menemukannya. Dee benar-benar sangat berniat meninggalkan Ibra.


Alan, Kevin, Agam dan Wijaya juga sudah mengerahkan tenaga dan juga anak buahnya. Tapi usaha mereka tidak membuahkan hasil. Tapi Ibra tidak putus asa, dia tetap melakukan usahanya melakukan pencarian Dee dan Al.


Saat sedang asik dengan lamunannya, pintu ruangan Ibra terbuka.


"Abi," panggil suara kecil kepada Ibra. Ibra membalikkan badan dan melihat seorang anak perempuan yang berumur dua tahun lebih.


Perlahan Ibra berjalan mendekatinya. Ibra bertumpu dengan kedua lututnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil tersebut. "Hai, Sayang. Kesini sama siapa?" tanya Ibra sambil membenarkan rambut anak kecil tersebut yang nampak sedikit berantakan.


"Sama Buna, Abi," jawab anak kecil tersebut dengan suara cadelnya.


"Terus sekarang Bundanya kemana?" tanya Ibra.


Wajah anak itu berubah cemberut mendengar pertanyaan Ibra. "Buna lagi berlduaan sama Ayah," jawabnya kesal.


Ibra tergelak mendengar jawab anak tersebut. Tangannya terulur mengusap lembut pipi gembul tersebut dengan lembut. "Jangan marah, Bunda sama Ayah lagi lepas rindu berdua. Kan Ayah baru kembali dari Turki," jawab Ibra memberi pengertian kepada gadis kecil tersebut.


"Iya, Abi," jawab gadis kecil tersebut.


"Ya sudah. Sekarang Ara nemenin Abi kerja, ya?" ucap Ibra sambil berdiri dan berjalan kebelakang gadis kecil itu untuk membantu mendorong kursi rodanya.

__ADS_1


"Oke, Abi," jawab Ara senang.


Dia adalah Zahra Thalita. Anak dari Sofia dan Ibra. Sejak lahir, Zahra mengalami kelumpuhan pada kakinya. Hal ini baru Sofia sadari ketika Zahra berumur satu tahun, tapi anak itu belum juga bisa berdiri. Dan saat memeriksakan anaknya ke Dokter, ternyata Zahra mengalami kelumpuhan sejak lahir.


Setelah kelahiran Zahra, Ibra langsung menjatuhkan talak kepada Sofia. Ibra sama sekali tidak memperdulikan Sofia selama kehamilannya. Hingga saat lahir pun, Ibra tidak menemani Sofia. Tapi ada hal yang mengejutkan, Kevin lah yang menemani Sofia selama proses kelahiran Zahra. Ya, enam bulan setelah kelahiran Zahra, Kevin menikahi Sofia. Entah ada angin apa lelaki itu menaruh perasaan hingga akhirnya memberanikan diri menikahi Sofia.


Sofia awalnya menolak niat baik Kevin, tapi karena usaha Kevin meyakinkannya, Sofia menerima Kevin hingga akhirnya mereka menikah. Ibra pun sama sekali tidak keberatan akan hal itu. Dia ikut senang dengan keputusan Kevin.


Di kantor yang sama tapi di ruangan yang berbeda, sepasang suami istri itu sedang duduk bersama menikmati kebersamaan mereka.


"Mas Kevin," panggil Sofia.


"Iya," jawab Kevin.


"Kabar Dee sama Al gimana, ya?" tanya Sofia dengan mata berkaca-kaca. Rasa penyesalan hingga sekarang masih hinggap di hatinya.


Kevin membawa Sofia kedalam dekapannya. "Kita berdoa, ya. Sekarang aku, Agam, Alan dan Ibra juga masih tetap mencari Dee. Semoga secepat kita ketemu Dee," ucap Kevin mengusap lembut punggung Sofia.


"Allah memang adil, Mas. Karena keegoisan aku dan Abah, Zahra harus menerima semuanya. Disaat semua anak berjalan dengan riangnya, anak aku harus duduk di kursi roda," ucap Sofia.


Semoga dimanapun kalian berada, kalian selalu bahagia. Al, Uncle rindu. Batin Ibra menjerit merindukan anak sahabatnya yang sudah seperti anaknya sendiri. Ada sedikit cairan bening di sudut mata Kevin ketika mengingat Al. Jika bukan karena kecerobohan mereka, tentu Al tidak akan terkena dampak sebesar ini.


.....


Sedangkan di tempat lain, seorang gadis kecil dengan rambut yang sudah keluar dari jilbabnya sedang asik mengikuti alunan lagu islami yang di putar oleh Uminya sambil membuat bentuk-bentuk abstrak dari tanah liat.


"Mananamanana, manana auwaakum. Taifa maa hubbukum taifa maa ahwaakum. Mananamanana, manana auwaakum. Taifa maa hubbukum Taifa maa ahwaakum," suara cadel itu mengikuti lirik lagu Man Ana yang di putar oleh sang Ibu.


"Adek, itu liriknya salah," tegur sang Ibu yang mendengar anaknya bernyanyi.


"Hehe, itukan pelcinya Adek, Umi," jawab Gadis kecil tersebut.


Sang Ibu hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya. Saat sedang asik dengan kegiatannya, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," ucapnya ketika memasuki toko sang Ibu.


"Waalaikumsalam," jawab sang Ibu.


"Alaikumcalam," jawab Gadis kecil tersebut dengan gaya bicara cadelnya.


"Abang baru pulang?" tanya Sang Ibu kepada anaknya.


"Iya, Umi. Tadi di sekolah Abang harus piket dulu," jawab anak laki-laki.


"Aban bau. Andi dulu balu kecini lagi," ujar gadis kecil tersebut meledek Abangnya.


"Abang nggak bau, ya. Adek yang bau. Tuh, tangannya kotor banget. Iiih pasti ada cacingnya," balas Si Abang dengan wajah jijik menunjuk tangan adiknya.


Mata gadis kecil itu sudah berkaca-kaca karena di ledek Abangnya. "Nggak ada cacing, Dek. Abang cuma bercanda. Sekarang Adek lanjut lagi buat kerajinannya," ucap Sang Ibu membujuk anaknya. Karena Kalau anaknya menangis, bisa-bisa semalaman tidak akan diam.


"Al ganti baju dulu, ya. Setelah itu makan. Makannya udah Umi siapin di meja makan," ucap Sang Ibu kepada anak laki-lakinya.


Dengan patuh anak laki-laki itu mengangguk dan segera pergi keluar dari tokoh. Kakinya melangkah ke sebelah toko dimana rumahnya berada.


Ya, keluarga kecil itu adalah Dee, Al dan seorang gadis kecil yang Dee lahirkan dua tahun yang lalu. Al kini sudah berumur tujuh tahun. Dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan tampan. Sedangkan gadis kecil tersebut baru berumur dua tahun. Namanya adalah Sakinah Salsabila. Dee dan Al biasa memanggilnya Kina. Kina tumbuh menjadi gadis kecil yang memilki wajah imut. Begitu mirip dengan Dee. Hanya bibirnya saja yang mengambil sedikit gen bapaknya.


Berkat usaha dan kerja kerasnya, kini Dee memiliki usaha kerajinan keramik dengan dua puluh orang karyawan. Setidaknya ini bisa membantu kehidupannya dan anak-anaknya.


Al menjadi anak yang sangat pengertian. Saat Dee menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Ibra, awalnya Al sangat marah dan mendiami Dee. Tapi karena tidak tega melihat Uminya yang terus menangis karena sikapnya, Al bisa mengerti. Dan dia tidak menanyakan lagi kapan Abinya akan pulang.


Ada sedikit kecewa di hati Al kepada Abinya. Al bukan anak kecil yang bisa di bodohi, dia dewasa dengan keadaan yang memaksanya untuk mengerti keadaan. Jadi jangan heran, jika dia memilki perasaan yang sangat peka terhadap Uminya.


^^^.............



Adek cantiknya bang Al...^^^

__ADS_1


Jangan lupa baca novel aku yang lain, ya teman-teman. "MEMAKSA CINTA SANG CEO"


Bayar Kiz dengan like dan komentar nya yaa, jangan lupa vote juga. Kalau ada rezeki lebih kasih tip yaa 🌹


__ADS_2