
🌹HAPPY READING🌹
"Bagaimana pendapat Bapak jika seorang anak membenci Ayahnya?" ucap Al dengan suara tegasnya bertanya kepada Pak Anton.
Dengan reflek Pak Anton menoleh kepada Al. Pak Anton dapat melihat sorot mata Al yang memancarkan ke kekecewaan sekaligus kerinduan.
"Mengapa bertanya mengenai hal ini kepada Bapak?" tanya Pak Anton.
Al menggeleng. "Tidak. Al hanya ingin bertanya," jawab Al mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
"Kita boleh merasakan kecewa Al. Tapi jangan sampai ada benci untuk orang tua sendiri. Baik itu Ayah ataupun Ibu kita. Karena dari benci akan timbul dendam. Ingat Al, Allah tidak akan meridhoi anak yang mempunyai dendam kepada orang tuanya," ucap Pak Anton menjelaskan kepada Al.
"Apakah anak tidak boleh marah atas kesalahan orang tuanya?" tanya Al lagi.
Pak Anton mengangguk. "Kita boleh marah. Tapi jangan sampai melukai hatinya," jawab Pak Anton.
"Tapi bagaimana jika dia yang melukai hati anaknya?" tanya Al lagi.
Pak Anton bungkam. Tidak tahu harus menjawab apa. Jujur saja, dia tidak pernah mendapat pertanyaan ini sebelumnya. Lebih baik baginya menjawab pertanyaan matematika daripada menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Al.
Al tersenyum kecut. Anak tujuh tahun itu tahu, bahwa tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Termasuk lelaki yang sudah menjadi Ayah sekalipun.
"Kalau gitu Al tidur dulu, Pak. Takut besok terlambat. Al harus bawa piala pulang untuk Umi dan Kina," ucap Al sambil berjalan ke kasur dan merebahkan tubuhnya.
Pak Anton hanya memandang sendu muridnya itu. Dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang menganggu pikiran muridnya itu.
.....
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Al telah bersiap dengan seragam batik sekolahnya. Setiap peserta lomba memang diwajibkan menggunakan seragam batik sekolah masing-masing. Agar setiap peserta memiliki identitas sekolahnya.
"Siap berangkat Al? Orang yang mendampingi kita kemaren sudah menunggu di lobi hotel," ucap Pak Anton.
"Iya, Pak. Al siap," jawab Al semangat.
"Kalau begitu ayo berangkat," ucap Pak Anton menggandeng tangan Al berjalan keluar kamar hotel.
Saat keluar dari pintu kamar hotelnya, Al kembali memasang masker untuk menutupi wajahnya. Walaupun dia sudah lama tidak kesini, dia takut ada yang mengenalinya nanti.
__ADS_1
Begitu sampai di lobi, mereka di sambut oleh pendamping yang kemaren menemani. Setelah itu mereka keluar hotel dan masuk ke dalam mobil untuk menuju tempat perlombaan.
Lima belas menit di perjalanan, kini Al dan Pak Anton sudah berada di pusat kegiatan lomba. Di sana sudah ramai para peserta lomba dan juga para guru pendampingnya. Ada sedikit rasa gugup dalam diri Al melihat banyaknya peserta. Tapi dia kembali mengingat perkataan Uminya tadi Pagi saat di telepon.
Percaya dan yakin pada diri sendiri. Karena kemampuan kita tidak akan bisa bekerjasama, jika kita sendiri ragu pada kemampuan itu.
Begitulah ucap Dee memberi semangat untuk meningkatkan percaya diri anaknya.
"Al, peralatan yang kamu butuhkan tidak ada yang terlupakan?" tanya Pak Anton untuk kesekian kalinya.
Al memutar bola matanya malas. Pasalnya, Kepala Sekolahnya ini sangat nyinyir. Pertanyaan itu sudah dia tanyakan untuk yang ke sepuluh kalinya.
"Bapak bertanya sekali lagi, Al nggak mau ikut lomba," ucap Al.
Pak Anton hanya tergelak memperlihatkan gigi rapinya. "Bapak hanya mengingatkan, Al. Ya sudah, Bapak akan duduk di sana," ucap Pak Anton menunjuk tempat khusus yang sudah di siapkan untuk para guru pendamping.
"Bapak akan melihat Al dari sana. Kalau ada apa-apa Al bisa melihat Bapak dan memberi kode, ya," lanjut Pak Anton.
"Iya, Pak," jawab Al patuh.
"Kalau begitu Bapak tinggal dulu," jawab Pak Anton.
Acara pembukaan sudah selesai. Kini, Pembawa Acara mengarahkan seluruh peserta lomba dan membacakan segala macam aturan yang harus di penuhi. Setiap peserta akan membuat dua lukisan. Lukisan pertama dengan tema Pahlawan, dan lukisan kedua dengan tema bebas sesuai dengan ekspresi diri peserta lomba.
Pembawa Acara mulai menghitung mundur.
Tiga
Dua
Satu
Mulai
Semua peserta lomba bergerak untuk memulai lukisan mereka. Tangan Al tampak menari indah pada Kanvas yang ada di depannya. Sesekali anak itu melihat ke arah Pak Anton yang selalu memberinya semangat.
.....
__ADS_1
Sedangkan di ruangannya, Ibra gelisah tidak jelas. Kevin yang melihat Ibra seperti itu berdecak kesal.
"Ck, Lo kenapa sih, Ib?" tanya Kevin.
"Nggak tahu, perasaan gue nggak enak aja. Seperti akan terjadi sesuatu, tapi nggak tahu apaan," ucap Ibra.
"Ngucap banyak-banyak, Lo. Setan Lo kali yang berulah," jawab Kevin.
Tuk
Flashdisk yang di genggaman Ibra mendarat mulus di kening Kevin. "Sakit, ogeb!" ketus Kevin mengusap-ngusap keningnya.
"Gue lagi cemas juga Lo ngatain gue kesetanan. Emang sahabat laknat, Lo!" protes Ibra.
"Lagian juga Lo kenapa kayak orang nggak tenang gitu?" tanya Kevin lagi.
Ibra menggeleng. "Nggak tahu. Sejak gue baca surat Agam yang kemaren, tiba-tiba gue nggak tenang aja," jawab Ibra.
.....
Empat jam sudah perlombaan berlangsung. Selama kegiatan melukisnya, setia peserta di berikan minum dan cemilan pengganjal perut.
Pembawa Acara mengerahkan setia peserta untuk mengumpulkan hasil lukisannya kepada Panitia. Setelah itu mereka di beri waktu untuk istirahat sholat dan makan. Karena kegiatan akan dilanjutkan pukul tiga siang nanti.
"Bagaimana Al? Lancar?" tanya Pak Anton. Kini mereka berdua sudah berada di kantin tempat berlangsungnya acara, di temani pendamping mereka.
"Lancar, Pak," jawab Al mengacungkan jempolnya.
Sesekali Pak Anton mengajak pendamping mereka untuk berbincang-bincang. Al yang hanya duduk menunggu pesanan makanan mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kantin. Hingga pada saat melihat ke arah pintu masuk,
DEG
Matanya tidak sengaja bertubrukan dengan mata seseorang yang sangat dia kenal di masa lalu.
......................
Hai teman-teman, jangan lupa lihat video kenangan Abi Ibra sama Umi Dee dan Al ya di Instagram aku @yus_kiz. Video ini merupakan gambaran untuk BAB saat Ibra dan Dee berpisah. Jangan lupa nonton ya 👌😘
__ADS_1
Jangan lupa baca novel aku yang lain, ya teman-teman. "MEMAKSA CINTA SANG CEO"
Bayar Kiz dengan like dan komentar nya yaa, jangan lupa vote juga. Kalau ada rezeki lebih kasih tip yaa 🌹