
Subuh ini Dee tengah berkutat dengan peralatan dapurnya. Setelah selesai sholat subuh, Dee langsung pergi ke dapur membuat sarapan untuk keluarganya.
Ibra dan Al yang baru kembali dari masjid setelah selesai sholat subuh melihat Dee yang sedang sibuk di dapur. Sedangkan Wijaya sholat di rumah bersama dengan Raina di kamarnya. Anak dan Abi itu nampak sangat tampan dengan sarung dan baju Koko yang melekat di tubuh mereka. Al terlihat seperti Ibra versi mini. Hanya peci mereka yang nampak berbeda. Ibra dengan peci hitamnya, sedangkan Al dengan peci putih kesayangannya.
"Boy, kamu ke kamar aja, ya. Abi mau ketempat Umi dulu," ucap Ibra.
"Abi mau gangguin Umi?" tanya Al memicingkan matanya.
"Ck, ayolah Boy. Abi hanya ingin berduaan dengan Umi," ucap Ibra berdecak kesal.
"Huft, orang dewasa sungguh menyebalkan. Bukannya mencari ketenangan malah mencari keributan," ucap Al melenggang pergi menaiki tangga.
Ibra tergelak mendengar perkataan anaknya. "Suatu saat jika kamu jatuh cinta, maka kamu akan merasakan kebahagiaan yang sangat besar ini, Nak. Abi berharap Al tumbuh menjadi lelaki yang bijaksana. Dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang Abi lakukan," gumam Ibra melihat punggung Al yang sudah menghilang.
Ibra melangkahkan kakinya menuju dapur dengan pelan tanpa suara. Sampai di dapur, Ibra melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Dee.
"Astagfirullahalazim," ucap Dee kaget karena sentuhan Ibra.
"Mas, aku kaget tahu," ucap Dee memukul pelan punggung tangan Ibra yang ada di perutnya.
Ibra tergelak. Bukannya melepaskan, Ibra malah semakin mempererat pelukannya.
"Istrinya Mas Ibra masak apa?" tanya Ibra lembut.
"Jangan ganggu dulu, Mas. Adek lagi buat sarapan," ucap Dee.
Ibra malah semakin menjadi dengan menghirup aroma leher Dee yang tertutup jilbab.
"Mas, ih geli," ucap Dee merasakan jilbabnya yang tertiup nafas Ibra.
Ibra tersenyum senang melihat reaksi manja istrinya ini. "Kamu masak aja, Sayang. Aku nggak ganggu kok," ucap Ibra menumpu dagunya ke bahu Dee.
Dee hanya memutar mata malas dan melanjutkan kegiatannya. Membiarkan Ibra memeluknya seperti ini.
"Sayang," panggil Ibra di sela kegiatan Dee.
"Hem," jawab Dee yang sibuk dengan bumbu masakannya.
"Hari ini Al libur sekolah dulu, ya," ucap Ibra.
"Kenapa Mas?" tanya Dee.
"Besok Kevin akan kembali ke Jakarta sama yang lainnya. Jadi hari ini kita jalan-jalan bareng, ya. Sekalian kita kasi waktu Al dan Kina bersama Zahra, Sayang," ucap Ibra.
Dee menghentikan kegiatannya dan membalikan badannya menghadap Ibra. "Kamu yakin Zahra akan ke Turki, Mas? Adek nggak masalah kalau Zahra tinggal sama kita," ucap Dee.
__ADS_1
Ibra menggeleng. "Aku yakin, Sayang. Biar Zahra tinggal sama Sofia dan Kevin. Seorang anak akan lebih baik tinggal bersama ibunya, Sayang. Kan aku juga udah bilang kalau Kevin sangat menyayangi Zahra. Dia tidak akan mau berpisah dengan Zahra," ucap Ibra.
Dee hanya mengangguk patuh mendengar perkataan Ibra. Semoga memang ini yang terbaik. Batin Dee berharap atas kebaikan semuanya.
"Yasudah, nanti biar Adek yang bilang sama Al buat libur," ucap Dee.
"Nggak usah, Sayang. Biar aku yang bilang sama Al dan Kina," ucap Ibra.
Dee mengangguk mengiyakan. "Kalau begitu aku keatas dulu, ya," pamit Ibra.
"Iya, Mas," ucap Dee tersenyum lembut.
Sebelum pergi, tidak lupa Ibra mencium kening Dee, dan mengecup sekilas bibir mungil istrinya itu. Setelah itu, Ibra pergi ke kamar Al.
Dee hanya geleng-geleng kepala melihat sikap suaminya yang sangat manja saat bersama keluarganya sendiri. Namun jika bersama orang lain, dia akan berubah dingin.
.....
Ibra memasuki kamar Al. Hal pertama yang dilihatnya adalah kedua anaknya sedang mengaji di atas kasur. Kina memang semalam tidur di kamar Al. Dia sangat manja dengan Abang kesayangannya itu. Sungguh, pemandangan yang sangat menyejukkan hati Ibra. Dengan perlahan Ibra berjalan menuju kasur Al. Terdengar suara imut Kina membaca iqra' yang ada di pangkuannya. Sedangkan Al sesekali mengkoreksi bacaan Kina.
Dengan hati-hati Ibra duduk di kasur Al. Kina dan Al yang melihat kedatangan Ibra langsung menyudahi kegiatan mereka.
"Sodakhaullaahulazim."
Ucap Al dan Kina menyudahi kegiatan mengaji mereka.
Ibra tersenyum melihat kedua anaknya yang nampak sangat saling menyayangi.
"Abi," ucap Kina manja merentangkan tangannya kepada Ibra.
Ibra yang mengerti maksud Kina membawa tubuh Kina ke pangkuannya.
"Sudah selesai mengganggu Umi, Abi?" tanya Al kepada Ibra. Ibra hanya terkekeh kecil mendengar pertanyaan Al tanpa menjawabnya.
"Boy," panggil Ibra.
"Iya, Abi," jawab Al.
" Hari ini libur sekolah, ya Boy," pinta Ibra.
Dahi Al berkerut mendengar perkataan Ibra. "Memangnya kenapa Abi?" tanya Al.
Ibra mengambil nafas sebentar sebelum menjawab pertanyaan Ibra. Ibra akan mengatakan semuanya kepada Al. Karena jujur akan lebih baik baginya.
"Boy, besok yang lainnya akan kembali ke Jakarta. Jadi hari ini Abi mau kita jalan-jalan bersama," tanya Ibra.
__ADS_1
Al masih diam. Melihat Al yang diam, Ibra melanjutkan perkataannya. "Buat kenangan yang indah bersama Zahra, Boy. Karena seminggu lagi, Uncle Kevin akan membawa Zahra ke Turki. Mereka akan tinggal di sana," ucap Ibra menjelaskan.
"Uncle Kevin ke Turki Abi?" tanya Al.
Ibra mengangguk.
"Membawa Zahra?" tanya Al lagi.
Lagi-lagi Ibra mengangguk.
"Kenapa Abi?" tanya Al.
"Uncle Kevin akan mengurus perusahaan yang di sana, Boy," ucap Ibra.
"Benarkah, Abi?" tanya Al memicing.
Dengan pasti Ibra mengangguk. "Benar, Boy," jawab Ibra.
"Baiklah, Al akan libur sekarang. Tapi sebelum itu Al ke sekolah dulu untuk izin," ucap Al.
Ibra mengangguk. "Nanti Abi temani," ucap Ibra.
"Iya, Abi," jawab Al.
"Adek, Adek mau kan jalan-jalan?" tanya Ibra kepada Kina.
Dengan antusias anak itu mengangguk. Kina nampak sangat lucu dengan mukena yang melekat di badannya.
"Ya sudah, sekarang lanjut ngajinya, ya. Abi juga ikut," ucap Ibra.
Al dan Kina mengangguk. Kemudian mereka mengaji bersama di atas kasur Al.
Dee yang melihat itu semua dari balik pintu kamar Al tersenyum bahagia. Terimakasih atas nikmat yang sangat luar biasa ini, Ya Allah. Batin Dee mengucap syukur atas semuanya.
Saat Ibra berjalan ke kamar Al, Dee mengikutinya. Dia takut Al akan menolak untuk libur, dan Dee berniat membantu membujuk Al. Tapi semua diluar perkiraannya, Al setuju dan Kina juga nampak senang.
Dee membalikkan badan dan kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.
......................
Terimakasih untuk kesetiaan kalian mengikuti novel ini. Jangan bosan dan selalu ikuti cerita keluarga kecil Ibra ya teman-teman.
Jangan lupa follow Instagram author @yus_kiz
Jangan lupa ikuti kisah novel aku yang lain "MEMAKSA CINTA SANG CEO"
__ADS_1