Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
Season 2 ~ 151


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Inggris, 15 Tahun Kemudian.


Seorang wanita cantik sedang menangis memeluk tubuhnya sendiri yang penuh lebam. "Hiks, Bunda. Runa kangen," tangis gadis itu pecah memanggil-manggil Sang Bunda yang sudah hidup di alam yang berbeda dengannya.


Dengan kasar Runa menghapus sisa air mata di pipinya. Berjalan menuju lemari pajang dan melihat sebuah Kitab Suci yang bertuliskan 'Al-Qur'an' didepannya.


Gadis itu memandang sendu namun penuh amarah dalam matanya. "Aku selalu membacamu saat kecil, aku selalu mengamalkan ajaran yang kau berikan, tapi kenapa Tuhan yang selalu ada dalam setiap lembarmu tidak pernah mengabulkan doaku? Jawab pertanyaanku!" teriaknya disertai tangis yang sudah tak tertahan.


Setelah itu pandangannya beralih pada kotak hadiah yang masih sama seperti lima belas tahun lalu. "Aku sudah bukan Runa yang dulu, apa kau masih ingin menerimaku, Albarra?" gumam Runa sendu memegang kotak tersebut.


Ya, dia adalah Arabella Aruna Azzahra. Gadis kecil yang sampai sekarang ini masih mengharapkan Albarra Gavino Hebi. Seorang anak kecil yang memberinya hadiah bagaikan mas kawin, yaitu seperangkat alat sholat.


*Flashback On*


Tepat dihari kepergian Runa ke Inggris, Al yang baru pulang dari sekolahnya melihat Runa akan memasuki mobil bersama Papanya.


"Jadi Runa belum pergi?" tanya Al pada dirinya sendiri.


Al langsung menyuruh sopir berhenti dan segera keluar dari mobil. Al berlari ke rumah Runa untuk menemu gadis tersebut.


"Runa!" teriak Al memanggil Runa yang akan menutup pintu mobilnya.


Runa kembali keluar dari mobil begitu mendengar seseorang memanggilnya.


"Hai," ucap Runa Dengan senyum tulusnya.


Al tersenyum lembut melihat Runa yang menyapanya. Tapi senyum Al seketika berganti dengan khawatir saat matanya tak sengaja melihat luka lebam yang ada di pergelangan tangan Runa.

__ADS_1


"Tanganmu-"


"Hust," ucap Runa meletakkan jari telunjuknya di bibir. Meminta Al untuk tidak bicara.


"Perkenalkan namaku Albarra Gavino Hebi. Runa bisa memanggilku Al," ucap Al dengan senyumnya.


"Aku Arabella Aruna Azzahra," ucap Runa.


"Apa Runa sudah menerima kado Al?" tanya Al.


Runa mengangguk. "Kado Al akan selalu menemani Runa," ucap Runa tersenyum.


Sedetik kemudian senyum di bibir Al hilang mengingat kemarin Runa membohonginya. "Kenapa kemarin Runa berbohong dengan mengatakan sudah pergi ke Inggris?" tanya Al sendu.


"Maafkan Runa, Al. Kemarin wajah Runa sedikit lecet, jadi jelek. Runa nggak mau bertemu Al saat jelek," ucap Runa mencoba tersenyum.


Al hanya mengangguk. Lalu pandangannya beralih kepada koper yang ada di dalam mobil Runa. "Runa pergi sekarang?" tanya Al.


"Runa, tetap mengaji dan sholat, ya. Suatu saat Al akan menjemput Runa dan kita akan menikah. Biar kita bisa punya keluarga seperti Abi dan Umi Al," ucap Al.


"Apa Runa boleh sholat dan mengaji kalau menikah dengan Al?" tanya Runa polos. Karena sejak kehilangan Bundanya, Runa selalu sholat dan mengaji secara sembunyi-sembunyi. Karena jika Papanya tahu, maka pukulan yang akan dia terima sebagai bayaran atas pahala yang dia kerjakan.


Al mengangguk pasti. "Al akan menjadi Imam dan Runa akan menjadi makmum. Seperti Abi dan Umi Al," ucap Al senang.


Runa dan Al saling melempar senyum manis mereka. Hingga beberapa detik Papa Runa segera menarik tangan Runa dengan kasar. "Ayo pergi!" ucap Papa Runa tegas.


Runa dengan pandangan sendunya terus menatap Al.


"Berbuat baiklah pada anakmu sendiri, Pak. Jangan jadi orang tua durhaka," ucap Al tidak suka melihat Papa Runa.

__ADS_1


"Bukan urusanmu!" bentak Papa Runa dan langsung memaksa Runa memasuki mobil.


Dengan perlahan mobil yang dinaiki Runa meninggalkan halaman rumahnya. Runa membuka jendela mobilnya dan menatap Al dengan sendu.


"TUNGGU AL RUNA!" teriak Al kepada Runa yang sudah mulai menjauh. Runa mengangguk dan mengayunkan tangannya kepada Al. Hingga mobil yang dinaiki Runa sudah tak terlihat lagi.


*Flashback Off*


"Aku berharap kau tak mencari ku, Al. Wanita yang kau sukai dulu sudah berubah menjadi wanita yang tidak memiliki keyakinan sekarang. Kepercayaanya telah runtuh, Al, hiks," ucap Runa menangis. Tubuhnya luruh ke lantai dengan kotak hadiah yang ada di pelukannya.


.....


Sedangkan di gedung yang sama, namun lantai yang berbeda, seorang lelaki tampan sedang memandangi sebuah kalung yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia baru saja selesai melaksanakan wisuda untuk mendapat gelar master nya.


"Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?" gumam Al sendu memandangi kalung tersebut.


"Aku berharap kita segera bertemu. Sudah empat tahun aku disini, tapi tidak sedikitpun kabar tentangmu Aku dapatkan. Apa kau begitu berharga sehingga begitu sulit untuk menemukanmu? Aku berharap sekarang kau menjadi gadis baik dengan agama sebagai mahkotamu. Aku akan selalu menunggumu," lanjut Al sambil terus menandai Kalung tersebut.


Ya, dia adalah Albarra Gavino Hebi, putra kecil Dee dan Ibra yang kini tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yang sangat menakjubkan. Kepintarannya membuat dia mampu menyelesaikan kuliah sarjana dan masternya dalam waktu empat tahun.


Inggris adalah kota pilihannya. Ada tulang rusuknya yang harus dia temukan di negara ini. Ada kepingan hati yang harus dia satukan. Ada wanita yang ingin dia jadikan makmum dalam hidupnya. Ada wanita yang ingin dia ajak berjamaah dalam sholat malamnya.


"Semoga apa yang aku semogakan untuk kita segera dikabulkan Allah," ucap Al pada diri sendiri.


Al mendekap erat kalung tersebut. Kalung ini yang selalu dia jadikan obat rindu bersama gadis kecil yang sejak dulu mencuri hatinya.


......................


Awal cerita Al, ya. Semoga kalian nggak bosan-bosan sama cerita aku.

__ADS_1


Dukung aku dengan like, vote dan komentarnya. Aku sayang kalian, Terimakasih 🌹🥰🤗


__ADS_2