
Hai teman-teman, Marwa datang lagi. Maaf baru update yaaa. Jangan marah ya, karena kalau kalian marah Marwa jadi sedih.
Jangan lupa like nya yaaa 👍
Jangan lupa komentarnya juga 💬
Jangan lupa vote juga yaa
🌹HAPPY READING🌹
Berbeda dengan keluarga yang harmonis itu, Naina melampiaskan kekesalannya kepada barang yang ada di apartemennya. Dia kesal dan marah mengingat setiap kata yang Dee lontarkan kepadanya. Naina tidak menyangka jika wanita yang selama ini dia anggap lemah dan bodoh bisa melawannya.
"Awas saja, sekarang kau boleh melawan dan menyindirku, Dee. Tapi lihat apa yang bisa aku lakukan kepada mu. Aku akan membuat mu hancur," ucap Naina dengan seringai jahat di wajahnya.
Naina meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Bagaimana, Dad? Apa videonya selesai dengan baik?" ucap Naina langsung setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Yes, Baby. Semuanya selesai dengan mudah," jawab seseorang dari seberang sana.
"Kau memang yang terbaik, Daddy. Tak sia-sia aku memilikimu," jawab Naina dengan suara manjanya.
"Anything for you, Baby," jawab pria di seberang sana dengan suara berat dan manjanya.
"Aku merindukanmu."
__ADS_1
"Nanti malam aku akan berkunjung, Baby. Persiapkan dirimu."
"Aku selalu siap untukmu."
"Baiklah, sampai bertemu di ranjang nanti malam." ucap pria di seberang sana dan langsung memutus panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Naina.
"Sebentar lagi kebahagiaanmu hancur, Haidee Tsabina," gumam Naina dengan seringai jahatnya.
Sudah tiga hari berlalu, kini Iba dan Al sudah sembuh dari sakitnya. Kini keluarga kecil itu sedang menikmati waktu bersama di kamar Ibra dan Dee.
"Abi, Al mau tidul sama Abi sama Umi, ya," rengek Al yang kesekian kalinya.
"Tidur di kamar sendiri, Boy," jawab Ibra dengan kalimat yang sama untuk kesekian kalinya. Matanya masih fokus pada layar televisi yang menggantung di dinding kamar.
"Sekali ini saja, Abi," kekeuh Al membujuk Ibra.
"Umi, Al tidul sama Umi, ya," Al beralih membujuk Uminya yang kini sibuk dengan majalah muslimah di pangkuannya.
"Iya, nanti kita tidur bertiga," jawab Dee lembut kepada Al.
"Sayang," rengek Ibra tidak menyetujui keputusan Dee.
"Mas," ucap Dee tegas melorotkan matanya kepada Ibra. Ibra yang melihat ekspresi Dee hanya pasrah.
Al bersorak kesenangan mendengar jawaban Uminya. "Wlee," cibir Al menjulurkan lidah kepada Abinya. Anak itu sangat bangga karena menang dari Ibra.
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang anak Umi tidur, ya. Besok harus sekolah lagi," ucap Dee mengangkat tubuh Al dan menidurkan anak itu di tengah-tengah mereka. Ibra yang melihat posisi Al di tengah-tengah menjadi kesal sendiri. Pasalnya, niatnya untuk bermanja-manja dengan Dee akan gagal karena bibitnya sendiri.
"Mas juga istirahat, ya. Besok harus masuk kerja lagi. Kasian Kak Kevin, udah tiga hari ngurus kantor sendirian," ucap Dee lembut pada Ibra.
Ibra hanya mengangguk. Tangannya meraih remote untuk mematikan televisi yang menyala. Setelah itu, Ibra mematikan lampu dan menyisakan lampu tidur. Kemudian Ibra ikut merebahkan diri bersama anak dan istrinya.
Huft, gagal buka puasa gue sama Dee. Padahal gue udah nunggu lama sampai lukanya kering. Ini bocil emang biang rusuh nih. Untung anak sendiri, kalau bukan udah gue tendang ke Pluto. Gerutu Ibra dalam hati melampiaskan kekesalannya. Dia tidur dengan membelakangi anak dan istrinya.
Dee paham dengan kekesalan suaminya. Tapi untuk saat ini akan lebih baik jika anaknya tidur bersamanya. Setelah memastikan Al tertidur, Dee bangun dan turun dari ranjang. Dee berjalan memutari ranjang dan berjongkok di depan Ibra yang sudah tertidur, lebih tepatnya hanya memejamkan mata.
Dee memandangi wajah suaminya, dia merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis Ibra.
Dee mencondongkan wajahnya sedikit mencium kening Ibra, setelah itu turun ke hidung dan beralih ke bibir seksi suaminya.
Dee kaget saat Ibra menahan tengkuknya. Ibra menciumnya dengan sangat dalam menyalurkan kerinduan akan sentuhan istrinya. Dirasa pasokan oksigennya sudah berkurang, Ibra melepaskan pungutannya dan menatap dalam mata Dee.
"Mas belum tidur?"
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa
__ADS_1
Author sayang kalian 🌹🌹😘