Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 72


__ADS_3

Mobil Ibra telah sampai di pekarangan rumahnya. Ibra langsung turun tanpa mengambil Al yang masih duduk di pangkuan Dee.


Mas Ibra kenapa, ya? Apa aku punya salah? Batin Dee bertanya heran melihat sikap suaminya. Pasalnya sedari tadi mereka kembali dari klinik, Ibra tidak mengajaknya bicara sama sekali. Ibra hanya bicara dengan Al.


"Umi," suara Al membuyarkan lamunan Dee.


"Eh, iya, Sayang," ucap Dee.


"Ayo tulun, Umi," ucap Al. Karena mereka masih berada di mobil, sedangkan Ibra sudah masuk ke rumah terlebih dahulu.


Tanpa pikir panjang lagi, Dee dan Al turun dari mobil dan segera memasuki rumah.


"Al ngantuk, Umi," ucap anak itu saat menaiki tangga menuju kamarnya.


"Al bersih-bersih dulu, ya. Setelah itu baru tidur. Biar tidurnya lebih nyenyak lagi," ucap Dee.


Al mengangguk patuh. Sampai di kamar Al, Dee membantu anaknya untuk mandi. Saat mandi, Al mengangkat tinggi-tinggi tangannya yang di gigit lebah. Dia takut tangannya akan kesakitan jika kena air. Padahal dulu luka ditubuhnya jauh lebih sakit dari sengatan lebah ini. Sifat dewasa hilang saat sudah bersama Uminya.


Setelah selesai mandi dan bergantian pakaian, Dee membantu Al untuk tidur di kasurnya. Tanpa menunggu lama, Al langsung tertidur. Badannya terasa lelah karena seharian bermain. Dee menyelimuti tubuh Al sampai leher, setelah itu dia berjalan keluar dan pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Dee masuk ke kamarnya. Di sana dia tidak melihat keberadaan Ibra. Suara gemercik air dari kamar mandi terdengar. Dee tahu pasti suaminya tengah membersihkan diri. Dee berjalan menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian rumahan Ibra. Setelah itu meletakkannya di atas kasur. Dee duduk di kasur menunggu suaminya keluar dari kamar mandi. Dia harus bertanya mengenai sikap suaminya yang berubah padanya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Ibra keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Satu tangannya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Mas," panggil Dee mendekati Ibra.


"Iya," jawab Ibra.


Dee sedih. Karena tidak ada panggilan sayang dari Ibra untuk nya lagi. Perasaanya benar-benar sensitif sekarang.


"Mas marah sama Adek?" tanya Dee. Matanya sudah berkaca-kaca.


"Tadi Mas diamin Adek di mobil. Pas turun mobil juga nggak bantuin Adek sama Al turun dulu. Mas langsung aja masuk rumah. Adek ada salah?" tanya Dee. Suara sudah bergetar menahan tangis.


Astaga, padahal kan gue tadi langsung turun karena nggak tahan mau BAB. Ah, kerjain dikit asik kayaknya. Batin Ibra jahil melihat istrinya.


Ibra hanya diam memasang wajah datarnya. Dia berjalan melewati Dee menuju meja rias.

__ADS_1


"Mas," panggil Dee.


Ibra hanya diam. Dia sibuk dengan kegiatannya.


"Mas, kalau Adek ada salah bilang. Jangan diam kayak gini," ucap Dee gemetar. Ibra masih tetap diam.


"Hiks, Mas. Jangan diamin Adek kayak gini," ucap Dee terduduk di kasur sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


Ibra berdiri dengan berkacak pinggang di depan Dee. "Coba ingat-ingat kamu ada salah apa!" ucap Ibra tegas kepada Dee. Dia sebenarnya sudah tidak tahan melihat istrinya yang menangis, tapi entah kenapa sehari ini dia suka menjahili anak dan istrinya.


Dee tetap menundukkan wajahnya tidak berani menatap Ibra. Dia menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Ibra.


"Coba ingat dengan siapa saja kamu tersenyum hari ini?"


Dee melongo, dia mengangkat kepala menatap heran kepada Ibra. Dee berpikir dengan siapa dia tersenyum. Dia selalu tersenyum, dan tidak ada yang aneh dengan itu, bukan? Tapi mengapa suaminya menanyakan itu.


"Kan Adek emang suka senyum, Mas," ucap Dee.


Ibra berdecak kesal. Ternyata istrinya ini tidak peka dengan sikap cemburu Ibra. Tadi Ibra sudah melupakan kecemburuannya karena Dee yang tersenyum kepada Dokter yang mengobati Al. Tapi melihat istrinya yang membujuknya seperti tadi, dia meneruskan ngambeknya dan sekaligus mengerjai istrinya.

__ADS_1


......................


Author sayang kalian semua. Tidak bosan author untuk ucapin terimakasih karena dengan setia dan sabar nungguin update novel ini 🌹🌹


__ADS_2