
Jangan lupa kasih Like yaa
Jangan lupa kasih komentarnya
Jangan lupa kasih vote juga yaa
Kebaikan teman-teman sangat berarti untuk author
🌹HAPPY READING🌹
Naina datang memasuki kamar Ibra tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Wajahnya terlihat cemas mengetahui Al sedang sakit.
"Ya Allah, Al. Kenapa bisa sakit begini, nak?" ucap Naina yang terlihat khawatir kepada Al.
Dee yang tadinya sedang menyuapi Ibra menghentikan aktivitasnya.
"Tidak bisakah kamu sopan memasuki kamar orang lain, Nai?" tanya Dee tidak suka dengan kelakuan Naina.
"Maaf, Dee. Aku hanya mengkhawatirkan kondisi, Al," ucap Naina lembut.
"Kamu tidak ke kantor, Nai?" tanya Ibra dengan suara lemahnya.
Naina menggelengkan kepalanya, "Tadi aku sudah ke kantor, Ib. Kevin bilang kamu dan Al sakit, jadi aku langsung kesini untuk menjenguk anakku. Aku khawatir padanya," ucap Naina menatap lembut Al.
"Ada Umi yang mengurus Al, Aunty," ucap Al tanpa melihat kepada Naina.
__ADS_1
Naina tidak menghiraukan ucapan Al. "Dee, biar aku yang mengurus Al. Kamu bisa mengurus Ibra. Aku tahu kamu kerepotan mengurus mereka berdua sekaligus," ucap Naina menawarkan bantuan kepada Dee.
"Terimakasih, Nai. Tapi aku senang mengurus anak dan suamiku," ucap Dee halus menolak bantuan Naina.
Berbeda dengan Dee yang menolak tawaran Naina, Ibra merasa senang. Karena dengan begitu dia bisa bermanja-manja dengan istrinya.
"Biar Naina yang merawat Al, Sayang. Kamu nanti kelelahan kalau harus mengurus dua bayi besar sekaligus," buku Ibra kepada Dee.
Dee tetap bungkam. Entah mengapa dia merasa tidak tenang jika anaknya di rawat oleh orang lain.
"Al mau sama Umi," ucap Al memohon kepada Dee.
"Al, apa Al tidak kasihan sama Umi. Nanti Umi kecapean. Kalau Umi kecapean Umi bisa sakit juga. Al nggak mau Umi ikutan sakit, kan?" bujuk Naina dengan suara lembut bak malaikat.
"Izinkan aku merawat Al, Dee. Aku rindu waktu-waktu berdua dengan Al. Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri," ucap Naina memohon kepada Dee.
Dee bingung harus bagaimana. Dia juga kasihan dengan Naina, mungkin sekarang Naina merasa kesepian karena biasanya di selalu bersama Al. Tapi sejak kepulangannya, Al sering menghabiskan waktu dengannya. Tak dapat di pungkiri, Dee berterimakasih kepada Naina karena sudah membantu merawat anaknya selama dia di penjara. Tapi entah kenapa hatinya tidak tenang jika Al dirawat orang lain.
"Baiklah, kamu boleh merawat Al, Nai," putus Dee memberikan izin kepada Naina. Dia tidak ingin egois mengambil segala waktu bersama anaknya.
"Terimakasih, Dee. Kamu memang sangat pengertian," ucap Naina senang.
"Kali begitu kita ke kamar Al, ya. Biar di sana. bisa istirahat dengan tenang," sambung Naina membawa Al kegendongannya.
Al hanya bisa pasrah. Anak itu tidak bisa banyak bicara karena tenggorokannya yang terasa sakit. Dalam hati dia berharap tidak akan terjadi apa-apa padanya.
__ADS_1
"Makan lagi, ya, Mas," ucap Dee setelah melihat kepergian Al dan Naina. Ibra mengangguk patuh menuruti perkataan Dee.
Sedangkan di kamar Al, Naina membaringkan tubuh Al di kasur dengan lembut. "Tidur anak nakal, biar Aunty tersayang mu ini yang akan merawat mu," ucap Naina lembut namu terdengar menakutkan bagi Al.
"Aunty, jangan hukum Al sekalang Aunty. Tubuh Al lemas, Aunty," ucap Al memohon kepada Naina.
Naina tertawa jahat mendengar permohonan Al. Dia merasa menang sekarang karena membuat Al takut padanya. "Jadi sekarang kau menakuti ku, anak nakal? Kemana perginya anak yang pemberani seperti kemaren, ha?"
"Jangan hukum Al sekarang, Aunty," mohon Al sekali lagi.
"Aku tidak akan menghukum mu, sayang. Tapi sekarang kau harus minum obat dulu agar sembuh, ya," ucap Naina halus. Tangannya bergerak mengambil obat yang ada di saku kemejanya.
Al menggeleng kuat menolak obat dari Naina. Dia tahu itu bukan obatnya, karena obatnya masih ada pada Dee. Naina terus memaksa Al menelan obatnya, dengan sekuat tenaga Al menutup rapat bibirnya. Kepalanya menggeleng kuat menolak obat itu agar tidak masuk ke mulutnya.
"Al," panggil seseorang yang datang dari arah pintu. Al dan Naina sama-sama menoleh melihat siapa yang datang.
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa
Author sayang kalian 🌹🌹😘
__ADS_1