
🌹HAPPY READING🌹
Sesuai kesepakatan mereka, sesudah magrib, Al dan Bella akan menikah secara sederhana di kediaman Ibra. Al dengan segala percaya dirinya, kini telah duduk didepan Penghulu.
Semua lelaki, Ibra, Bram, Bima dan Aska menemani Al di ruang keluarga rumah Ibra yang kini disulap menjadi tempat ijab kabul Al dan Runa. Sedangkan para wanita, Dee, Kina, Naina dan Bi Nini menemani Bella yang berada di kamar Al.
Al nampak sangat tampan dengan kemeja putih dan jas hitam yang melekat di tubuhnya. Wajah Al semakin tampan karena peci hitam bertengger indah dikepalanya. Rambut Al yang sedikit gondrong itu diikat rapi sehingga menambah ketampanannya.
"Kamu tidak memakai peci putih, Boy?" tanya Ibra dengan nada meledek. Karena dulu, anaknya itu sangat suka memakai peci putih dari pada hitam. Bahkan Al kecil bisa menghebohkan satu rumah jika peci putihnya tidak ditemukan.
Al menoleh kepada Ibra. "Itu dulu, Abi," jawab Al.
"Tangan kamu dingin, Boy," ucap Ibra kembali meledek anaknya.
"Diam Abi!" ucap Al ketus kepada Ibra.
Ibra terkekeh pelan mendengar perkataan Al. "Kamu tahu, Boy. Ijab kabul adalah kata paling indah yang disukai seorang wanita selain gombalan," ucap Ibra.
Al mengangguk setuju. "Dan kata paling geregetan yang membuat seorang lelaki keringat dingin," ucap Al.
"Kamu mengakui kegugupanmu?" ucap Ibra.
Al mendengus kesal mendengar perkataan Abinya. Ibra benar-benar mengganggu konsentrasinya sekarang. Ibra yang merasa senang melihat ekspresi anaknya terkekeh pelan. Dia hanya mencoba mengurangi kegugupan anaknya agar tidak salah dalam pengucapan ijab kabulnya nanti. Semua yang disana ikut tersenyum melihat ekspresi Al.
"Kamu siap, Nak?" ucap Penghulu bertanya kepada Al.
"Siap, Pak," jawab Al yakin.
"Silahkan, Pak," ucap Penghulu mempersilahkan Bima dan Al untuk saling berjabat tangan.
Bima merasakan tangan Al yang dingin dan sedikit basah tersenyum mengejek dan menatap Al. "Gugup," ucap Bima setengah berbisik.
Al menatap jengah Bima yang sebelas dua belas dengan Abinya. Memang suka usil dan selalu meledeknya.
"Silahkan dimulai," ucap Penghulu membimbing Bima dan Al.
Bima mengangguk dan menatap Al dengan pandangan yang sangat dalam.
"Albarra Gavino Hebi. Saya nikah dan kawinkan engkau dengan anak saya, Arabella Aruna Azzahra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai tujuh juta dua ratus dua puluh dua ribu rupiah dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Arabella Aruna Azzahra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap lantang.
"Sah?"
"Sah," ucap semua orang yang ada disana.
"Alhamdulillah," ucap mereka semua yang menyaksikan ijab kabul Al.
Bella yang melihat itu dari layar monitor yang ada di kamar Al ikut meneteskan air mata.
"Selamat datang dikeluarga kami, Nak," ucap Dee dengan mata berkaca-kaca.
"Terimakasih telah menerima segala kekurangan Bella, Umi," ucap Bella.
Dee mengangguk dan tersenyum. "Sekarang kita turun menemui suami kamu," ucap Dee.
Mereka semua membantu Runa dan segera turun untuk bergabung dengan yang lain.
__ADS_1
"Istri Lo Al," bisik Aska ketika melihat Bella yang dibimbing oleh Dee dan Naina di kanan dan kirinya, sedangkan Kina dan Bi Nini dibelakang Bella.
Al yang tadinya menunduk mengangkat kepalanya. Senyum terbit dibibirnya ketika melihat wanita yang dia perjuangkan dengan susah payah akhirnya menjadi istrinya.
Aku berjanji, kamu satu-satunya dalam hidup aku, Runa. Batin Al dengan mata yang terus memandang Bella.
"Silahkan duduk disebelah suamimu, Nak," ucap Penghulu mempersilahkan Bella untuk duduk disebelah Al.
Dengan lembut dan perlahan, Bella duduk di sebelah Al.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri. Untuk istri, silahkan mencium tangan suamimu," ucap Penghulu.
Bella mengarahkan badannya menatap Al. Matanya berkaca-kaca melihat Al yang beribu kali lebih tampan dengan wajahnya sangat berseri-seri.
Bella mengambil tangan Al dan menciumnya. Al memegang pucuk kepala Bella yang menunduk mencium tangannya.
Setelah selesai, Al mendekatkan wajahnya ke wajah Bella.
Cup.
Mulut Al menyentuh kulit dahi Bella. Bella menutup mata meresapi sentuhan Al. Air mata Bella jatuh membasahi pipinya saat itu juga.
Setelah selesai mengecup dahi Bella, tangan Al terulur menghapus air mata Bella.
"Istri Albarra Gavino Hebi nggak boleh nangis," ucap Al senang.
Bella mengangguk dan tersenyum dalam tangisnya. "Terimakasih, Suamiku," ucap Bella.
"Eits," ucap Ibra reflek mencegah Al yang akan memeluk Bella.
"Tanda tangan dulu buku nikah kalian. Masih banyak waktu berdua nanti. Kami disini bukan nyamuk," ucap Ibra.
Mereka semua tersenyum menikmati pemandangan yang sungguh menyejukkan.
Al memberikan mahar uang tunai tujuh juta dua ratus dua puluh dua ribu rupiah kepada Bella. Itu melambangkan umur mereka pertama kali bertemu. Tujuh juta untuk mereka yang pertama bertemu saat berusia tujuh tahu, dan dua ratus dua puluh dua ribu untuk mereka yang menikah diusia dua puluh dua tahun.
.....
Kini mereka semua sudah duduk berkumpul di ruang tamu. Berbincang-bincang ringan dan saling bertukar cerita. Bella juga sudah berganti pakaian dengan gamis yang sudah disediakan Al sebelumnya. Sedangkan Aska sudah pamit setelah acara ijab kabul Al karena harus segera kembali ke kota asalnya untuk bertemu dengan keluarganya.
"Papa tetap disini kan?" tanya Bella yang kini duduk diapit oleh suami dan Papanya.
"Papa harus kembali ke Inggris, Nak," jawab Bima.
"Kenapa nggak disini aja?" tanya Bella.
Bima tersenyum. Tangan mengelus kepala Bella yang tertutup hijab. "Pekerjaan Papa disana, Nak. Jadi Papa harus kembali," jawab Bima lembut.
"Tapi sering-sering kesini ya, Pa," pinta Bella.
Bima tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan anaknya.
"Sayang, jangan sedih gitu, udah ada aku yang jagain kamu disini," ucap Al menghibur istrinya.
"Sayang panggilnya sekarang," ucap Ibra mencibir panggilan Al kepada Bella.
"Abi ada masalah apa sih? Dari tadi cari masalah mulu," ucap Al kesal.
__ADS_1
"Abi kamu udah didik, Nak," jawab Dee.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Dee. Ibra yang kesal dengan istrinya langsung berdiri dan hendak pergi ke kamarnya. Tapi langkah Ibra dan tawa mereka semua terhenti karena suara yang sudah sangat lama mereka rindukan.
"Assalamu'alaikum," ucap suara lembut dari ambang pintu.
Mereka semua menoleh. "Kak Zahra," pekik Kina senang dan langsung berlari memeluk Zahra yang duduk di kursi roda.
Dee yang melihat kedatangan Zahra bersama Kevin dan Sofia ikut berdiri dan mendekati mereka.
"Waalaikumsalam. Anak Umi apa kabar?" ucap Dee tersenyum dan memeluk Zahra.
"Ara baik, Umi. Umi sama yang lain gimana?" tanya Zahra.
"Alhamdulillah baik, Nak," jawab Dee.
"Anak Abi," ucap Ibra senang.
"Abi," ucap Zahra merentangkan tangannya kepada Ibra. Ibra yang paham langsung memeluk tubuh mungil Zahra yang duduk di kursi roda tersebut. Melepas rindu kepada anak yang merupakan korban dari Kebodohannya, sama seperti Al dan Kina.
"Adek," panggil Al lembut yang berdiri dibelakang Dee dengan Bella yang selalu digandengnya.
Zahra melepaskan pelukannya dari Ibra. Zahra tersenyum senang melihat Abang kesayangannya. Lalu penglihatannya beralih kepada Bella. Senyum Bella semakin mengembang melihat Kakak Iparnya yang lebih cantik daripada difoto yang dikirim oleh Kina.
"Kakak Ipar Zahra cantik banget," ucap Zahra riang.
Bella tersenyum lembut. "Samperin," ucap Al pelan ditelinga Bella.
Bella mengangguk dan berjalan mendekati Zahra. Bella bersimpuh untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Zahra.
"Hai Zahra," sapa Bella lembut.
"Hai juga, Kakak ipar," jawab Zahra.
"Kak, nanti kita tidur bertiga, ya. Sama aku sama Kina," lanjut Zahra semangat.
"Setuju," celetuk Kina tak kalah semangat.
"Enggak boleh! Runa tidur sama Abang," jawab Al tak terima.
Mereka semua tertawa melihat Al yang dikerjai oleh Zahra dan Kina.
Saat mengetahui pernikahan Al dan Bella, Zahra langsung meminta Kevin dan Sofia untuk memesan tiket agar mereka segera kembali ke Indonesia.
Naina yang melihat kedatangan sahabat lamanya senang bukan main. Sahabat yang selalu menganggapnya sebagai seorang adik dan selalu melindunginya.
"Kevin," panggil Naina lirih.
......................
Jangan lupa kasih aku like, komentar, dan votenya juga yaa. Mau kasih bunga juga nggak papa. Bukti kalian cinta aku, karena Aku sayang kalian semua 🌹🌹😚🤗
Terimakasih selalu nungguin part demi part novel ini ya, jangan bosan-bosan 🤗🤗🌹
Nih, aku kasih visual buat Al sama Bella ya. Semoga kalian suka.
__ADS_1
Untuk Al dia memang taat agama, tapi dia tetap mengikuti gayanya sendiri. Al yang suka akan seni melukisnya memilih untuk memiliki rambut gondrong guys. Padahal nggak ada hubungan ya 😂