
🌹HAPPY READING🌹
Al langsung menatap Bella yang juga tengah menatapnya dengan pandangan sendu.
"Apa maksudnya ini Runa?"
Dengan tangan yang masih gemetaran Bella mencoba meraih tangan Al.
Al langsung menjauhkan tangannya dan beranjak dari sana. Al memakai celananya dan berjalan menuju balkon. Dia tidak marah. Hanya saja rasa terkejutnya masih memenuhi emosinya saat ini.
Bella mengembuskan nafas pelan. Dengan bawahnya yang masih sangat sakit dan juga berdarah itu, dia berdiri dan membalut tubuhnya dengan selimut. Setelah itu Bella berjalan tertatih menyusul Al ke balkon.
"Al," panggil Bella lembut memegang pergelangan tangan Al.
Al tetap diam dan tidak menoleh sama sekali.
"Sayang," panggil Bella lagi. Namun yang dipanggil tetap pada pendiriannya.
"Al, maaf," cicit Bella pelan takut melihat respon Al yang hanya dia kepadanya.
Al menghembuskan nafasnya kasar dan berbalik menatap Bella.
"Kenapa bohong?" tanya Al mengintimidasi.
Bella menunduk takut melihat wajah Al. Tangannya meremas kuat selimut yang membalut tubuhnya.
"Maaf," ucap Bella pelan.
"Aku mau penjelasan, bukan kata maaf saja!" ucap Al tegas.
Bella semakin menunduk mendengar suara Al yang berubah dengan nada tegasnya.
"Tidak sopan jika bicara dengan suami tidak memandang wajahnya, Runa!" ucap Al.
Dengan perlahan Bella mengangkat kepalanya. Nampak mata gadis itu sudah berkaca-kaca.
"Al, kamu benar bahwa aku masih perawan," ucap Bella memulai ceritanya.
"Lima tahun yang lalu, saat aku masih berumur tujuh belas tahun. Aku mencoba kabur dari Papa dan dengan nekad aku kabur ke Khairo, Al. Di sana aku melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, Al. Selama satu Minggu aku di sana. Aku sangat nyaman. Aku tidak perlu diam-diam beribadah di sana. Tapi malang, Papa menemukan keberadaanku dan membawaku secara paksa dari sana, Al," lanjut Bella dengan mata berkaca-kaca mengingat masa lalu itu. Bawahnya yang terasa sangat perih dia hiraukan demi memberi penjelasan kepada suaminya.
"Lalu?" tanya Al penasaran. Tangannya mengepal kuat menahan emosi mendengar cerita Bella.
"Papa membawaku kembali ke Inggris. Aku dipukul bahkan pernah dipasung selama lima belas hari. Hingga akhirnya Papa menambah hukumanku dengan menyuruh para bodyguard untuk menikmati tubuh anaknya sendiri," ucap Bella dengan suara bergetar.
__ADS_1
Al memejamkan mata sebentar. Setelah itu dia membawa tubuh Bella kedalam dekapannya.
"Sudah, jangan diteruskan," ucap Al mengusap lembut kepala Bella.
Bella menggeleng. "Kamu harus tahu. Sebagai suamiku kamu wajib mengetahuinya," jawab Bella.
"Setelah aku di hukum pasung, salah satu bodyguard wanita melepaskan aku. Aku dibawa ke ruang rahasia tempat Papa yang ada di gedung apartemen itu, Al. Bodyguard wanita itu melepaskan semua pakaianku. Aku hanya bisa pasrah dan menangis. Sampai akhirnya sepuluh orang bodyguard laki-laki itu memasuki ruangan itu dan melihat tubuhku yang telanjang. Maaf, Al. Aku tidak suci," ucap Bella memandang Al.
"Lanjutkan Runa," ucap Al.
"Aku hanya dibuat telanjang, Al. Bodyguard wanita itu yang menggantikan hukumanku. Dia ikut merasa bersalah karena membantuku kabur dari Papa. Tapi kami semua selamat. Para bodyguard laki-laki itu tidak menyentuh kami berdua. Mereka semua hanya berdiri di sana selama dua jam, Al. Setelah dua jam, mereka keluar dengan membasahi tubuh mereka menggunakan air mineral yang entah darimana mereka dapatkan. Air itu sudah ada di sana. Dan Papa tidak mengetahui itu, Al. Yang Papa tahu adalah para bodyguardnya sudah menodai anaknya," lanjut Bella.
"Sejak saat itu, aku bertekad menuruti setiap keinginan Papa dengan harapan kasih sayangnya, Al. Sejak itu aku membenci pencipta kita. Dia benar-benar tidak ada saat aku butuhkan, Al," lanjut Bella dengan air mata membasahi pipinya.
"Al," panggil Bella lembut.
Al menunduk menatap Bella yang ada dipelukannya.
"Maaf Al. Tubuh istrimu ini sudah pernah dilihat oleh lelaki lain yang bukan muhrimnya. Maaf," ucap Bella dengan tangisnya.
Al semakin mengeratkan pelukannya kepada Bella. "Kenapa waktu itu kamu mengatakan bahwa kamu sudah tidak lagi seorang gadis, Sayang?" tanya Al.
"Maaf. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu menerimaku dengan apa adanya, Al. Aku hanya ingin kamu ikhlas menerima masa lalu ku yang buruk. Aku tidak ingin jika suatu saat nanti kamu dan anggota keluarga yang lain mengetahuinya dari orang lain. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu mencintaiku bukan karena aku sudah kembali kepada Penciptaku. Tetapi keluargamu sangat baik dan dengan ikhlas menerimaku. Terimakasih," ucap Bella menatap Al.
Bella mengangguk dan tersenyum. "Maaf jika sudah membohongimu," ucap Runa dengan senyum yang ditemani air mata di pipinya.
Al mengangguk. "Aku tidak marah. Aku hanya terkejut atas apa yang aku dapatkan. Allah maha baik memberikan kejutan sebaik ini, Sayang. Aku sangat bersyukur sekali," ucap Al mengeratkan pelukannya.
Bella meringis ketika tak sengaja selimut yang membalut tubuhnya mengenai area bawahnya.
"Kenapa Sayang?" tanya Al khawatir.
"Sakit," ucap Bella manja.
"Sakit?" beo Al bingung.
"Bawah aku masih sakit, Al. Masa nggak ngerti juga," ucap Bella sedikit kesal.
Al menepuk pelan dahinya karena lupa atas apa yang telah dia perbuat. Al langsung menggendong Bella dan menidurkannya kembali di ranjang.
Al dapat melihat ada darah yang menetes di lantai. "Darahnya sebanyak ini?" gumam Al pelan yang masih didengar oleh Bella.
"Wajar, Al. Kita baru saja selesai melakukannya. Pasti belum keringlah. Dan tingkahmu tadi membuatku harus berdiri melawan perihnya," ucap Bella menyindir Al.
__ADS_1
Al menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa malu sekaligus bersalah atas apa yang terjadi. "Mau mandi?" tawar Al.
"Masih perih. Kalau kena air pasti makin perih," rengek Bella manja.
"Pakai air hangat, ya?" tanya Al lembut.
Bella mengangguk pasrah. Meskipun sangat lelah, tapi dia akan membersihkan dirinya terlebih dahulu dan mungkin setelahnya akan tidur.
Al mengangkat Bella ke kamar mandi. Mendudukkan istrinya di closet duduk yang tertutup itu.
"Awh," pekik Bella ketika kulit bagian bawahnya menyentuh permukaan closet.
Al ikut meringis melihat istrinya. "Aku lihat, ya," ucap Al lembut.
Bella langsung merapatkan pahanya dan menutup dengan tangan. "Malu," cicit Bella pelan.
"Jangan malu. Aku suami kamu, dan aku juga udah lihat semuanya. Aku lihat, ya," bujuk Al lembut.
"Bisa lecet begini, Sayang," ucap Al tak percaya melihat area sensitif Bella yang lecet dan berdarah itu.
"Makanya kamu harus pelan-pelan," jawab Bella.
"Perasaan mainnya lembut," gumam Al dengan sangat pelan.
"Ngomong apa?" tanya Bella.
Al menggeleng. "Kamu berendam air hangat dulu, ya. Aku keluar sebentar," ucap Al.
"Eh mau kemana?" tanya Bella.
"Cari obat ini lah. Kalau dibiarin bisa infeksi nanti," ucap Al menunjuk area bawah Bella.
"Gendong ke bath up," rengek Bella merentangkan tangannya.
Al mengangguk dan tersenyum. Menggendong tubuh Bella dan menidurkan di tepi bath up. Sedangkan Al memilih mengisi bath up.
Setelah selesai, Al kembali mengangkat Bella dan mendudukkan nya pelan ke dalam bath up.
"Tunggu sebentar, ya. Aku nggak lama," ucap Al.
Bella mengangguk. Al mengecup dahi Bella dan berlalu keluar dari kamar mandi. Al menggunakan bajunya dan berlari keluar kamar.
......................
__ADS_1
Jangan lupa buat tetap like, komen dan kasih vote ya teman-teman