Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 44


__ADS_3

Jangan lupa like nya ya teman teman 👍


Jangan lupa komentarnya juga biar novelnya lebih baik lagi 💬


Jangan lupa vote juga yaaa


Kebaikan teman-teman sangat berharga untuk author dan novel ini


🌹HAPPY READING🌹


"Mas belum tidur?" tanya Dee kepada Ibra saat pungutan bibir mereka terlepas.


Ibra bangun dan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Dia meraih tubuh Dee dan mendudukkan Dee di pangkuannya.


"Nggak bisa tidur, sayang," ucap Ibra lemah menahan keinginannya. Ibra menyembunyikan wajahnya di dada Dee mencari kenyamanan.


"Maaf, ya," ucap Dee menyesal. Tangannya mengusap lembut rambut Ibra.


Ibra mendongak melihat wajah Dee, "kita buka puasa, yuk," pinta Ibra dengan wajah melasnya.


"Ada Al, Mas. Nanti kalau di bangun gimana?"


"Enggak akan, Sayang. Kita mainnya pelan-pelan aja. Kamu nggak usah teriak-teriak."


Dee menepuk pelan lengan Ibra, "Mas yang buat aku teriak-teriak," ucap Dee.


"Itu artinya aku berhasil ngasih kamu kenikmatan, Sayang," jawab Ibra dengan suara serak seksinya.


"Besok aja, ya. Sekarang kita tidur," ucap Dee lembut mencoba untuk bernegosiasi.


"Sayang," rengek Ibra kepada Dee.


"Besok sepuasnya."

__ADS_1


"Promise?"


"Promise," jawab Dee yakin sambil tersenyum kepada Ibra.


"Kamu tidur dekat aku, ya. Kamu di tengah-tengah," Ucap Ibra.


Dee tersenyum dan mengangguk. Ibra mengangkat Dee dan menidurkannya dengan pelan di sebelah Al. Setelah itu Ibra ikut merebahkan diri di sebelah Dee. Jadilah Dee berada di tengah-tengah Ibra dan Al. Al nampak tidur dengan sangat nyenyak dan tidak terganggu karenanya.


Ibra terus memepetkan dirinya kepada Dee. Dia memeluk Dee erat dari belakang. Tangannya sudah masuk ke dalam baju tidur istrinya. Memainkan permainan kesukaanya yang ada di dada Dee. Dee hanya diam menikmati setiap sentuhan Ibra. Karena sejujurnya dia juga rindu sentuhan suaminya. Kepala Ibra di sembunyikan di tengkuk Dee dan mencium wangi kepada Dee yang sudah mulai di tumbuhi rambut. Ibra benar-benar memberikan shampo terbaik untuk Dee.


Waktu subuh telah datang. Adzan berkumandang memanggil-manggil umat muslim untuk melaksanakan kewajibannya.


Dee terbangun dari tidurnya dan merasakan sesak karena sulit bernafas. Dee menggeliatkan tubuhnya agar terlepas dari pelukan Ibra. Ibra memeluknya layaknya memeluk sebuah guling, benar-benar erat.


"Mas," panggil Dee mengguncang pelan lengan Ibra.


"Hmm," jawab Ibra bergumam dengan suara seraknya.


"Bangun dulu, ya. Kita sholat subuh dulu, udah azan," ucap Dee lembut.


"Mas, Adek nggak bisa nafas. Sesak, Mas," ucap Dee berharap Ibra akan melepaskannya.


"Cup, morning kiss," ucap Ibra mencium lembut bibir Dee. Setelah itu barulah dia melepaskan Dee dari pelukannya.


"Adek bersihin diri dulu, ya. Mas bangunin Al dulu," ucap Dee bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah Dee pergi ke kamar mandi, Ibra membangunkan Al yang masih betah dengan alam mimpinya.


"Al."


"Al, bangun dulu, Sayang."


"Al."

__ADS_1


Panggil Ibra lembut membangunkan Al. Namun yang dipanggil tetap betah dengan tidurnya. Ibra tidak kehabisan akal. Ide jahil terlintas di pikirannya untuk membangunkan Al.


Ibra menggelitik telapak kaki Al. "Hahaha, haha geli," ucap Al merasakan geli di kakinya. Tapi anak itu masih setia memejamkan matanya. Ibra semakin gencar menggelitik Al. Karena sudah tidak tahan, Al langsung bangun dari tidurnya. "Hahaha, geli, Abi, hahaha," ucap Al kepada Ibra. Badannya bak cacing kepanasan menghindari tangan Ibra yang menggelitiknya sampai ke pinggang.


"Ayo kita bangun, Boy. Waktunya orang kita sholat subuh," ucap Ibra mengehentikan aksinya.


"Iya, Abi. Umi dimana?" tanya Al tidak melihat keberadaan Dee.


"Umi lagi di kamar mandi," jawab Ibra sambil mengangkat Al ke pangkuannya


Tidak berapa lama, Dee keluar dari kamar mandi. Melihat Dee, Al langsung merentangkan tangan kepada Uminya untuk di gendong.


"Anak Umi manja banget, ya," ucap Dee membawa Al ke gendongannya.


"Kamu bantu Al dulu, Sayang. Biar Mas yang ambil sarung Al di kamarnya," ucap Ibra.


"Mas nggak wudhu dulu?" tanya Dee


"Nanti di kamar Al aja sekalian. Kamu bantuin Al dulu," ucap Ibra lembut.


Dee mengangguk dan membawa Al ke kamar mandi. Melihat anak dan istrinya sudah memasuki kamar mandi, Ibra berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Al.


Sebelum mengambil sarung, Ibra terlebih dulu membersihkan wajah dan mengambil wudhu di kamar mandi yang ada di kamar anaknya. Setelah itu Ibra berjalan ke arah lemari untuk mengambil sarung. Saat akan mengambil sarung untuk Al, tidak sengaja Ibra menjatuhkan baju Al. Ibra mengambil baju tersebut. Saat akan meletakkan kembali bajunya, Ibra melihat salep luka yang disembunyikan di sela-sela baju yang jatuh tadi. Tangan Ibra terulur untuk mengambil salep tersebut.


"Salep?" tanya Ibra heran sendiri.


"Ini salep luka yang sama dengan salep punya Dee. Apa Dee menaruh salepnya disini? Tapi mengapa di sembunyikan di kamar Al? Atau jangan-jangan?" tanya Ibra pada dirinya sendiri.


......................


Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.


Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa


Author sayang kalian 🌹🌹😘


__ADS_2