
Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa
Jangan lupa vote, like dan komentarnya di bagian bawah yaa.....
🌹HAPPY READING🌹
"Sayang," panggil Al lagi dengan mengusap lembut bahu Dee.
Dee tetap diam tidak menghiraukan panggilan Ibra.
"Dosa besar jika kamu tidak mendengarkan suamimu, Dee," ucap Ibra geram karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Dee.
Mendengar ucapan suaminya, Dee berbalik. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah suaminya yang begitu dekat dengannya.
"Mas minta maaf, ya," ucap Ibra saat Dee sudah berbalik menghadapnya.
"Maaf untuk apa ?" tanya Dee pura-pura tidak tahu.
"Maaf karena tidak berkata jujur mengenai undangan sekolah Al kepadamu," ucap Ibra menyesal.
"Apa mas menyesal ?"
Ibra mengangguk menjawab pertanyaan Dee.
"Lalu kenapa melakukannya ?"
"Mas tidak tahu kalau kamu akan datang, sayang."
"Lalu kalau aku tidak datang, mas tetap tidak akan memberi tahu ? Dan akan selalu melibatkan wanita lain mengenai urusan anakku ?"
"Bukan begitu, sayang," ucap Ibra memelas. Dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya kepada Dee.
"Terus bagaimana ?"
"Aku nggak tau kalau Al sangat menyayangi mu seperti itu," jawab Ibra hati-hati.
"Apa mas lupa kalau Al anak aku ? Aku yang mengandungnya sembilan bulan sepuluh hari, mas," ucap Dee masih dengan suara lembut.
"Anak aku juga sayang. Aku juga yang buat Al," ucap Ibra. Dia berusaha untuk mengajak Dee bercanda agar istrinya itu tidak marah.
Dee kesal mendengar ucapan Ibra. Dia sedang serius, tapi Ibra malah bercanda menjawab Perkataannya.
__ADS_1
"Aku serius, Mas."
"Aku juga serius, Sayang. Kalau bukan karena kehebatan aku nggak mungkin ada Al di perut kamu."
"Jangan berusaha mengalihkan pembicaraan, Mas."
"Aku tidak mengalihkan pembicaraan, Sayang. Memang itu yang terjadi. Kamu lupa gimana semangat kita setiap kali usaha untuk buat Al."
"Mas," ucap Dee kesal memukul lengan Ibra.
"Iya, Sayang," jawab Ibra santai.
"Tau ah," jawab Dee ketus. Dia membalikan badan. Kembali membelakangi Ibra. Dia kesal mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya.
Aduh, niatnya biar ketawa malah tambah marah. Susah memang membujuk wanita. Ucap Ibra dalam hati melihat Dee yang kembali membelakanginya.
"Sayang, jangan marah, ya," ucap Ibra membujuk Dee.
Dee diam. Dia memejamkan mata berharap dunia mimpi segera mendatanginya.
Seakan tidak kehabisan akal, Ibra membuka hijab bagian belakang Dee. Dia menelusup kan kepalanya menghirup dalam-dalam wangi kepala botak istrinya Dee.
"Aww, Mas," pekik Dee karena merasakan gigitan Ibra di lehernya.
"Makanya hadap sini, Sayang. Kalau tidak, aku gigit lagi nih," ucap Ibra sedikit mengancam Dee.
Dee berbalik dengan wajah cemberutnya. Ibra yang gemes melihat wajah cemberut Dee, mencium seluruh bagian wajah istrinya itu tanpa ada yang terlewatkan.
"Hahaha geli, Mas udah," ucap disela tawanya.
Ibra menghentikan kegiatannya. "Wajah aku basah semua," ucap Dee mengusap wajahnya yang terasa basah.
"Jangan marah lagi," ucap Ibra.
"Jelasin sama aku. Kenapa mas nggak ngasih tahu aku mengenai undangan itu ? Kamu tahu kalau jujur itu lebih baik mas."
"Aku hanya takut Al kecewa, sayang."
"Al Kecewa ?"
Ibra mengangguk. "Kamu tahukan bagaimana sikap Al sama kamu. Aku takut, kalau aku bilang sama kamu nanti Al nggak akan setuju dan tambah marah sama kamu, sayang."
__ADS_1
"Tapi itu tidak terjadi, mas."
"Iya, mas juga nggak tahu. Kalau tau kejadiaannya seperti ini, mas akan bilang sama kamu, sayang."
"Apa mas tidak mempercayai aku ?" tanya Dee serius. Dia memandang lekat kedua mata suaminya. Ibra hanya diam.
"Aku ibu kandungnya, dan kamu ayah kandungnya Al, mas. Harusnya kamu paham dengan anakmu. Dan harusnya kamu tahu apa yang terjadi pada anakmu," ucap Dee sendu mengingat kembali bagaimana luka yang didapat anaknya.
"Bukan kah kamu yang selalu ada untuk Al saat aku di penjara, Mas. Harus nya kamu lebih paham Al dari pada aku." Bahkan kamu tidak tahu bagaimana tersiksanya Al, mas. Ucap Dee dalam hati. Kalau saja dia tidak janji dengan anaknya untuk tidak memberitahu Ibra semuanya, maka dia sudah menceritakan semua penderitaan anaknya itu.
"Kamu bahkan mempercayakan anak kita pada wanita lain, daripada aku ibu kandungnya Al," ucap Dee sendu.
"Bukan begitu, sayang. Aku hanya-"
"Hanya apa? Hanya takut aku terluka karena mendapat penolakan dari anakku? itu yang mau kamu bilang mas?" ucap Dee cepat memotong pembicaraan Ibra.
"Aku bahkan lebih sakit melihat anak dan suami ku tertawa lepas bersama wanita lain. Apa kamu tahu, mas. Orang yang tidak mengetahui hubungan kamu dengan Naina akan mengatakan bahwa kalian adalah keluarga yang bahagian," ucap Dee berusaha mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.
"Tapi aku bukan Tuhan yang mengerti setiap keinginan manusia, Dee. Al hanya diam tidak pernah mengatakan apapun pada ku," ucap Ibra berusaha menjelaskan kepada Dee.
"Apa kamu pernah bertanya mengenai perasaanya ?"
SKAK
Ibra terdiam. Dia membenarkan ucapan istrinya. Selama ini Ibra selalu sibuk bekerja untuk mengalihkan pikirannya dari semua masalah yang ada. Dia memang memberikan perhatian kepada Al, tapi dia tidak pernah menanyakan bagaimana perasaan anak itu sebenarnya.
"Kenapa diam? tidak bisa jawabkan. Kamu memang selalu mengambil kesimpulan sendiri atas pemikiran kamu, mas," ucap Dee beranjak pergi meninggalkan Ibra yang masih terdiam di atas kasur.
Cukup lama Ibra terdiam. Dia mencerna setiap kata yang diucapkan istrinya. Sadar Dee pergi keluar kamar, Ibra menyusul Dee keluar dan masuk ke kamar Al. Dia yakin pasti Dee akan tidur dengan Al. Ibra masuk ke kamar Al. Benar dugaannya bahwa Dee ada disini. Dia melihat Dee berbaring memeluk Al yang nampak tertidur nyenyak. Ibra berjalan mendekat dan ikut berbaring bersama anak dan istrinya. Posisinya, Al berada di tengah, Dee di sebelah Kanan dan Ibra di sebelah kiri Al.
Abi menyayangi kalian berdua. Maafkan Abi karena tidak mengerti perasaan kalian berdua. Ucap Ibra dalam hati memandangi wajah anak dan istrinya. Sebelum memejamkan mata, Ibra mengecup singkat kening Dee dan Al secara bergantian. Setelah itu ia ikut menyusul ke alam mimpi.
......................
Terimakasi sudah mampir dan menyaksikan bagaimana kisah Ibra, Dee dan juga Al ,,,
Jangan lupa like sama komentarnya yaa teman-teman agar author lebih bersemangat lagi dan lagi,,,
Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....
Author sangat berterimakasih kepada readers yang selalu setia untuk membaca novel author, jangan pernah bosan yaa 🌹🌹 author sayang kalian.
__ADS_1