Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 89


__ADS_3

Tepat dihari ketiga, Ibra, Kevin dan Wijaya berkunjung ke Pesantren Pak Kiyai Rozak.


"Maafkan saya, Kiyai Rozak," ucap Wijaya untuk kesekian kalinya ketika melihat bagaiman kondisi Sofia.


Kiyai Rozak yang merupakan seorang Ayah, hatinya teriris melihat nasib buruk yang menimpa anaknya. "Bisakah kalian mengembalikan kebahagiaan anak saya?" ucap Kiyai Rozak. Bagaimanapun kuat Agamanya, hatinya sebagai seorang Ayah sudah hancur melihat Sofia.


"Tapi ini takdir yang harus kita terima, Kiyai," ucap Ibra yang kurang suka dengan permintaan Kiyai Rozak. Bagaimana mungkin mereka disuruh menghidupkan kembali orang yang sudah mati? Sangat mustahil, pikir Ibra.


"Kami kesini memberikan sedikit santunan dan sebagai permintaan maaf kami, Kiyai," ucap Kevin memberikan sebuah amplop coklat kepada Kiyai Rozak.


Kiyai Rozak mengambil amplop tersebut, tapi setelah itu dia mengembalikannya ke tangan Kevin. "Saya tidak butuh uang kalian, saya hanya butuh senyum anak saya," ucap Kiyai Rozak sendu.


Wijaya yang mendengar ucapan Kiyai Rozak semakin merasa bersalah.


"Anda adalah seorang yang paham agama, Kiyai. Bagaimana mungkin anda meminta kami melakukan hal yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan!" ucap Ibra tegas. Dia tidak terima dengan Kiyai Rozak yang selalu menuntut Papanya.


"Sekarang aku hanya seorang Ayah yang mengharapkan senyum terbit di bibir anakku," jawab Kiyai Rozak.


"Anda sangat berlebihan, Kiyai," ucap Kevin yang ikut kesal.


"Saya akan menggantikan Ardi dihari pernikahannya nanti," ucap Wijaya tiba-tiba yang mampu membuat Ibra dan Kevin terkejut setengah mati.


"Pa!"


"Om!"


"Bagaimana Kiyai?" tanya Wijaya tanpa menghiraukan Ibra dan Kevin.


"Tidak, Ibra tidak setuju, Pa. Ada Mama yang sangat membutuhkan Papa di rumah sakit," ucap Ibra menyela sebelum Kiyai Rozak menjawab.


"Begini, Pak. Besok kami akan kembali dan memberikan solusi terbaik sesuai permintaan anda agar senyum anak anda kembali terbit," ucap Ibra halus namun menusuk.


Setelah itu, Ibra langsung berdiri dan beranjak keluar dari rumah Kiyai Rozak. Tidak lama setelahnya, Wijaya dan Kevin ikut keluar menyusul Ibra.


Keesokan harinya, Ibra, Kevin dan Wijaya kembali ke pesantren. Sekarang mereka semua duduk bersama di ruang tamu kediaman Kiyai Rozak.


"Apa sudah ada cara? Tiga hati lagi pernikahan Sofia akan digelar, bagaimana kami akan menghentikannya?" tanya Kiyai Rozak.


"Saya yang akan tetap menggantikan Ardi, Pak," ucap Wijaya.


"Tidak, Pa. Papa tidak akan menikahi Sofia!" ucap Ibra tegas.

__ADS_1


"Ibra, Papa hanya ingin mempertanggungjawabkan perbuatan Papa. Sungguh malang nasib Sofia karena Papa."


"Tidak, biar saya yang menikahi Sofia!" ucap Ibra tegas.


"Ib!"


"Ibra!"


Protes Wijaya dan Kevin secara bersamaan.


"Kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Kiyai Rozak.


"Saya yakin. Maafkan aku Dee," lanjut Ibra dalam hati mengingat Dee. Ibra tidak ingin membiarkan Papanya kembali menikahi wanita muda yang bahkan seumuran dengannya. Sungguh tidak masuk akal.


"Ib, Lo nggak mikirin Dee?" ucap Kevin berbisik kepada Ibra.


Ibra hanya diam tidak menghiraukan perkataan Kevin. Dia sudah yakin dengan keputusannya. Dipikirannya saat ini bagaimana Wijaya bisa lepas dari rasa bersalahnya. Masalah Dee nanti dia akan mencoba menjelaskannya.


.....


Hari pernikahan pun tiba. Ijab kabul telah selesai dilaksanakan. Para undangan banyak berdatangan. Tapi dari pihak Ibra hanya ada Kevin. Mereka menyembunyikan semua ini dari semua orang. Dengan alasan pekerjaan di luar kota, Ibra meninggalkan kantor selama tiga hari. Naina yang menjadi sekretaris Ibra heran, karena setaunya Ibra tidak ada jadwal keluar kota. Tapi Ibra dan Kevin berhasil mengelabui Naina hingga akhirnya wanita itu percaya. Sedangkan Al tinggal bersama Wijaya dan ikut menjaga Reina di Rumah sakit.


"Pernikahan ini bukan atas dasar cinta. Setelah dua hari disini, kau boleh kembali pergi ke rumahmu," ucap Sofia.


Ibra mengangguk menyetujui perkataan Sofia. "Sebagai seorang laki-laki yang menyandang status sebagai suamimu, biarkan aku yang menanggung semua kebutuhanmu," ucap Ibra.


"Baiklah," jawab Sofia.


Seminggu setelah pernikahan, Sofia selalu ditanya mengenai kehamilan oleh orang sekitarnya, padahal ini batu seminggu. Karena tidak tahan, Sofia menghubungi Ibra agar menemuinya.


Saat Ibra berkunjung ke Pesantren, Sofia menceritakan segala keluh kesahnya kepada Ibra.


"Tapi itu adalah hal yang tidak akan mungkin aku lakukan, Sofia. Aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu untuk memiliki anak," jawab Ibra tegas menolak permintaan Sofia.


"Aku tidak meminta untuk kau memberiku hak batin, aku hanya ingin hamil. Kita lakukan proses IUI," ucap Sofia.


"IUI?" tanya Ibra.


"Ya. Aku juga tidak ingin meminta hak ku padamu, oleh karena itu aku ingin melakukan proses IUI," ucap Sofia.


"Baiklah," final Ibra menyetujui permintaan Sofia.

__ADS_1


Siapa sangka, pertemuan itu menjadi pertemuan terakhir Sofia dan Ibra setelah mereka berhasil melakukan proses IUI. Ibra meninggalkan black card nya untuk kepentingan Sofia. Sofia yang tidak pernah lagi menghubungi Ibra membuat Ibra berfikir bahwa wanita itu baik-baik saja. Dan Ibra juga sibuk dengan pekerjaannya.


*Flashback Off*


"Papa minta maaf atas semua ini," ucap Wijaya kembali menyesali semuanya.


Sofia menggeleng. "Maafkan Abah yang waktu itu terlalu memaksa Papa," ucap Sofia.


"Semua bukan salah Kiyai Rozak. Beliau hanya melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh seorang Ayah," ucap Wijaya.


Sofia mengangguk mengiyakan perkataan Sofia.


"Lalu bagaimana dengan Dee?" tanya Sofia.


"Untuk saat ini aku mohon jangan memberitahunya, kehamilannya sedang lemah. Aku tidak ingin Dee kenapa-napa," ucap Ibra kepada mereka semua.


Mereka semua mengangguk mengiyakan permintaan Ibra.


"Minggu depan Sofia akan meminta Abah datang dan memberitahu semuanya. Jika kita memberitahu sekarang, Abah pasti akan syok dan terkejut."


"Apa tidak akan apa-apa jika Kiyai mengetahuinya?" tanya Ibra.


"Aku yakin Abah bisa menerima semua ini. Kita akan membicarakannya baik-baik," jawab Sofia yakin.


"Baiklah, untuk sementara kau bisa tinggal di apartemenku," ucap Ibra kepada Sofia.


"Tidak, untuk saat ini kau tinggal disini dulu, Sofia," ucap Kevin.


"Lalu kau akan tinggal dimana?" tanya Sofia tak enak.


"Aku akan tinggal di apartemen sebelah. Itu juga punya ku," jawab Kevin.


"Apa tidak merepotkan mu?" tanya Sofia.


"Kau tenang saja. Lebih baik untukmu tinggal di apartemen ku daripada di apartemen Ibra. Jika Dee mengetahui kau tinggal di apartemen Ibra, maka itu akan menambah masalah baru," jawab Kevin.


"Baiklah," ucap Sofia mengangguk mengikuti perkataan Kevin.


......................


Teman-teman bisa lihat sendiri apa itu proses IUI di google, karena aku tahunya juga di google. Part ini harusnya udah up dari kemaren, tapi nggak tahu kenapa nggak lulus-lulus Review. Sebenarnya tadi disini ada penjelasan mengenai IUI, tapi karena nggak lulus-lulus Review jadi aku hilangin. Bagi teman-teman yang mau tahu liat google, ya. Terimakasih 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2