
🌹HAPPY READING🌹
Adzan subuh berkumandang. Sepasang suami istri muda itu masih menutup mata dalam selimut yang sama. Saling memeluk satu sama lain memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi masing-masingnya.
Al dengan perlahan mulai membuka kelopak matanya. Senyum terbit di bibirnya kala melihat wajah cantik sang istri yang masih nyenyak dalam dekapannya.
"Polos banget," gumam Al pelan memandang wajah polos Bella. Al menunduk dan mengecup singkat bibir Bella yang sudah menjadi candu baginya sejak semalam. Dan akan berlanjut selamanya.
"Sayang," ucap Al lembut mengusap pipi Bela.
Namun yang disentuh semakin membenamkan kepalanya ke dada bidang Al.
"Sayang bangun, yuk. Kita subuh dulu," ucap Al lembut.
Bella melenguh pelan dalam tidurnya. Kelopak mata indah itu mulai terbuka dan memperlihatkan manik coklat milik Bella.
"Bangun dulu, Sayang. Udah subuh," ucap Al.
Bella mengerjap lucu beberapa kali. Setelah itu dia langsung terduduk dengan ekspresi terkejutnya.
"Jadi semuanya nggak mimpi?" tanya Bella.
Dahi Al mengerut heran. "Mimpi?" tanya Al.
Tangan Bella meraba-raba wajah Al. "Ternyata aku beneran udah nikah sama kamu, Al," ucap Bella.
Al tersenyum senang dan mengecup tangan Bella yang ada di wajahnya. "Sekarang kita sholat subuh dulu," ucap Al.
"Kamu duluan ke kamar mandi. Aku siapin perlengkapan sholat dulu," ucap Bella.
Al mengangguk dan segera turun dari kasur. Bella yang melihat Al sudah memasuki kamar mandi segera bangun. Bella berjalan menuju lemari untuk mengambil sarung yang akan digunakan Al dan juga sajadah. Tidak lupa perlengkapan sholatnya juga.
"Kamu nggak wudhu?" tanya Al setelah keluar dari kamar mandi.
Bella menoleh dan mengangguk. "Kamu tungguin aku, ya. Aku bentar kok," ucap Bella.
"Iya," jawab Al.
Lima belas menit, Bella selesai dengan ritualnya. Bella keluar kamar mandi dan segera memakai mukenanya. Al mengimami Bella untuk pertama kalinya. Suara Al membaca Al-Fatihah dan Ayat pendek terdengar sangat merdu di telinga Bella.
Dua puluh menit, Al dan Bella selesai sholat dan mengaji bersama. Al membimbing Bella dalam setiap bacaan Al-Qur'annya.
Kini dua pasang manusia yang sudah halal itu sedang bermesraan di atas ranjang. Bella yang bersandar di dada bidang Al dan Al yang memeluk Bella dari belakang.
"Jangan gerak-gerak, Sayang," ucap Al dengan suara seraknya ketika Bella duduk gelisah mencari posisi nyamannya.
"Aku cari posisi nyaman aja kok. Emangnya kenapa?" tanya Bella.
__ADS_1
"Sayang, ini pagi ya kalau kamu lupa," ucap Al.
Bella mengerjap polos. "Emang kalau pagi kenapa?" tanya Bella.
Al yang gemas melihat wajah Bella langsung mengigit pipi istrinya. "Is, jangan digigit Al, sakit," ucap Bella cemberut mengusap pipinya.
"Abisnya gemes," jawab Al terkekeh pelan.
Bella diam dengan wajah cemberutnya dan terus bergerak dalam pelukan Al.
"Sayang," panggil Al dengan suara serak menahan nafsunya.
"Hem," jawab Bella menoleh.
Tanpa aba-aba Al langsung melahap bibir ranum Bella. Bella yang mendapat perlakuan tiba-tiba melototkan matanya.
"Nafas Sayang," ucap Al ketika melihat Bella yang hanya diam mematung.
Bagai terhipnotis,Bella langsung mengambil nafas dalam-dalam. Al yang melihat tingkah lucu istrinya terkekeh pelan.
"Sayang, aku minta hak aku sekarang boleh, ya," ucap Al lembut.
Bella terdiam sebentar. Ya Allah selamatkan Bella. Batin Bella gugup sekaligus cemas.
"Sayang," panggil Al menyadarkan Bella dari diamnya.
Al yang mendapat izin langsung melancarkan aksinya.
Al melahap bibir mungil itu atas dan bawah secara bergantian. Ini memang pertama kali bagi Al. Tapi yang namanya anak laki-laki, Al juga pernah menonton film dengan genre action yang memiliki adegan dewasa. Tidak munafik, Al juga anak lelaki normal bukan.
Tangan Al tidak tinggal diam. Kedua tangannya bekerja membuka pakaian Bella dan juga pakaiannya sendiri. Kini mereka-mereka benar-benar naked. Al tidak membiarkan kedua benda indah di dada Bella menganggur. Tangannya mengusap lembut dan sesekali melahapnya.
Bella sangat menikmati setiap sentuhan Al. Al memperlakukannya dengan sangat lembut. Pikirannya benar-benar kacau menikmati kenikmatan yang diberikan Al.
Al meninggalkan setiap tanda cintanya di tubuh Bella. Di leher, bagian dada, dan bagian kaki Bella. Al benar-benar menjamah setiap inci tubuh Bella tanpa ada yang terlewat.
Al memandang Bella yang memejamkan matanya. "Buka matanya, Sayang," ucap Al serak.
Bella membuka matanya. Al nampak lebih tampan dengan bibir pink alami yang sedikit bengkak dan rambut yang acak-acakan karena ulahnya. Tubuh Al bertambah seksi karena basah oleh keringatnya.
Begitu juga dengan Bella. Bibir pink mungil itu sudah bengkak karena ulah Al. Tubuhnya dipenuhi tanda merak miliki sang suami.
"Aku masukin, ya," ucap Al lembut meminta izin.
Bella ragu. Semoga ini tak akan menjadi masalah. Batin Bella yakin.
Dengan pelan Bella mengangguk menyetujui perkataan Al.
__ADS_1
"Gigit bahu aku kalau kamu kesakitan, ya," ucap Al.
Lagi-lagi Bella hanya mengangguk. Suaranya seolah hilang entah kemana karena kenikmatan ini.
Al mulai memposisikan dirinya. Dengan perlahan memasukan miliknya ke tempat yang sudah menjadi miliknya itu.
Ini kenapa sempit begini. Batin Al merasakan miliknya sangat susah untuk masuk.
Al mendorong tubuhnya sedikit kuat.
"Aaahh, sakit Al," ucap Bella dengan air mata di sudut matanya.
Al mengecup kedua mata Bella. "Tahan ya, Sayang. Kamu bisa cakar punggung aku," ucap Al.
Al semakin mendorong miliknya.
Bless.
Milik Al masuk sempurna kedalam tubuh Bella. Al merasakan ada sesuatu yang mengalir keluar dari milik Bella. Al menunduk. Matanya membulat melihat darah mengalir dari milik Bella.
Apa ini? Bella masih perawan? Batin Al bingung.
Tapi nafsunya sudah di ubun-ubun. Al akan menanyakannya nanti. Al melanjutkan kegiatannya dan mulai menggerakkan pinggulnya.
Bella yang tadinya kesakitan kini merasakan nikmat yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Aaahh, Al," desah Bella nikmat.
Semakin lama gerakan Al semakin cepat. Kamar itu dipenuhi suara merdu dua insan yang saling melakukan ibadah mereka dengan suara decitan kasur yang menambah keseksian bunyi di kamar tersebut.
"Aaaahhhh," desah Al dan Bella secara bersamaan saat mereka mencapai puncak kenikmatannya.
Al ambruk di atas tubuh Bella. Deru nafas mereka saling bersautan. Peluh mereka menyatu karena tubuh yang menempel itu.
Al mencabut miliknya dan tidur telentang di sebelah Bella. Menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Al dapat melihat bercak darah yang menempel di selimut.
Al langsung menatap Bella yang juga tengah menatapnya dengan pandangan sendu.
"Apa maksudnya ini Runa?"
......................
Maaf kalau kurang hareudang ya, soalnya author belum pengalaman masalah begituan 😂😂
Jangan lupa buat tetap like, komen dan kasih vote ya teman-teman
Tinggal beberapa part lagi, novel ini akan tamat. Semoga kalian nggak bosan menunggu sampai part terakhir yaa. Terimakasih banyak teman-teman 🌹🌹
__ADS_1