
Jangan lupa kasih Like yaa
Jangan lupa kasih Komentar juga yaa
Jangan lupa kasih vote juga teman-teman
Kebaikan kalian sangat bermanfaat untuk author
🌹HAPPY READING🌹
Pagi ini Dee di buat pusing oleh kelakuan dua bayi besarnya. Kemaren saat makan Es Krim, Ibra yang awalnya melarang keras Al untuk memakan Es Krim malah makan Es Krim lebih banyak dari anaknya. Hingga Al mengikuti jejak Abinya makan Es Krim. Mereka memakan 6 kotak Es Krim, dan berdampak langsung pada kesehatan mereka.
"Sayang, kepala aku sakit. Enyut-nyutan," keluh Ibra manja pada Dee. Dia tidur dengan kepala yang di letakkan di paha sebelah kanan Dee. Dee menghela nafas pelan. Ini sudah keluhan yang ke sekian kalinya dia dengan dari mulut suaminya.
"Aku panggil dokter, ya," bujuk Dee. Ibra menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.
"Umi, haus," ucap Al dengan nada lemah. Dee menjangkau air putih yang ada di meja sebelah kasur. Setelah itu memberikannya pada Al. "Ini, Al minum, ya."
Al mendudukkan tubuhnya untuk minum. Baru satu tegukan Al sudah menangis. "Sakit, Umi. Tenggolokkan Al sakit kalau nelan," adu Al pada Dee.
Dee bingung, tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk ke dua bayinya ini. "Makanya, siapa suruh kemaren makan Es Krim banyak-banyak, jadi sakit begini kan dua-duanya. Udah di bilang jangan makan banyak-banyak masih aja makan. Abi juga, kemaren sok-sok marahin anaknya. Ternyata Abi yang makan paling banyak," omel Dee kepada anak dan suaminya.
Tadi malam mereka tidur bersama di kamar Ibra. Semalaman Dee tidak tidur karena Ibra yang terus menggigil kedinginan dan Al yang terus merengek karena tenggorokannya sakit. Badan mereka panas hingga wajah putih Abi dan anak itu memerah.
"Maaf, Sayang."
__ADS_1
"Maaf, Umi."
Ucap Ibra dan Al menyesali perbuatan mereka.
"Sayang, selimutin lagi. Masih dingin," ucap Ibra lemah. Badannya masih menggigil karena kedinginan, padahal badannya sangat panas. Dee meletakkan kepala Ibra dan Al ke bantal. Dia bangun dan berjalan ke walk in closet untuk mengambil selimut. Setelah itu menyelimuti anak dan suaminya.
"Abi sama Al istirahat dulu, ya. Umi mau buat bubur dulu buat sarapannya. Habis itu minum obat," ucap Dee lembut kepada anak dan suaminya.
Al dan Ibra hanya mengangguk menjawab pertanyaan Dee. Badan mereka lemas bahkan untuk berbicara saja terasa sangat berat.
Dee pergi ke dapur untuk membuat bubur. Di dapur Dee melihat Bi Nini yang sedang mencuci piring.
"Bi, maaf ya. Dee nggak bisa bantu, soalnya Mas Ibra sama Al lagi demam, Bi," ucap Dee merasa bersalah karena tidak bisa membantu Bi Nini.
Bi Nini tersenyum mendengar ucapan majikannya ini. "Tidak perlu minta maaf, Nyonya. Ini udah tanggung jawab Bibi. Nyonya tidak perlu merasa bersalah."
"Perlu Bibi bantu, Nyonya?"
"Nggak usah, Bi. Bibi lanjut aja nyuci piringnya. Biar Dee yang buat Bubur," tolak Dee lembut kepada Bi Nini.
Setelah selesai membuat bubur, Dee pergi ke kamar dengan nampan di tangannya. Saat memasuki kamar, Dee melihat Ibra dan Al yang sedang bertengkar dengan suara lemah mereka.
"Abi gesel sana. Al kesempitan, Abi," ucap Al mendorong tubuh Ibra yang memepet dirinya.
"Abi kedinginan, Al. Anget kalau dekat kamu," ucap Ibra.
__ADS_1
"Tapi Al nggak bisa tidul, Abi. Badan Abi goyang-goyang telus," ucap Al yang merasa terganggu karena badan Ibra yang menggigil kedinginan.
Dee hanya bisa menggelengkan kepala melihat anak dan suaminya ini. Sedang sakit masih sempatnya untuk berdebat.
"Al, jangan banyak bicara dulu, nak. Nanti tenggorokannya tambah sakit," peringat Dee kepada Al.
Al hanya mengangguk patuh. Tenggorokannya terasa sakit setelah berdebat dengan Abinya.
"Sekarang Abi sama Al makan, ya. Umi udah buatin bubur."
Dengan patuh Ibra dan Al bangun dari tidurnya. Mereka duduk bersandar ke kepala ranjang. Dee menyuapi anak dan suaminya itu secara bergantian.
"Pahit, Sayang."
"Pahit, Umi. Sakit juga."
Keluh Ibra dan Al bersama-sama saat bubur Diah masuk ke mulut mereka.
"Tahan dulu, ya. Sedikit aja nggak apa-apa, setelah itu minum obat," ucap Dee membujuk anak dan suaminya.
Kegiatan makan Ibra dan Al yang sedang makan terganggu karena kedatangan Naina yang tiba-tiba masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
__ADS_1
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
Author sayang kalian 🌹🌹😘