
Jangan lupa like nya ya teman-teman 👍
Jangan lupa komentarnya 💬
Jangan lupa vote nya juga yaa
Kebaikan teman-teman sangat berharga untuk novel ini
🌹HAPPY READING🌹
Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ibra baru sampai di rumahnya setelah kembali dari apartemen Kevin. Emosi dan pikirannya benar-benar di kuras hari ini. Ibra memarkirkan mobil sembarangan di halaman rumahnya yang luas dan berjalan memasuki rumah.
Setelah masuk ke rumah, Ibra tidak langsung pergi ke kamarnya. Dia berjalan ke kamar lain. Kamar Al adalah tujuan utamanya kali ini.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan suasana gelap menyambut kedatangan Ibra. Tangannya terulur menekan saklar lampu yang ada di dinding dekat pintu. Ibra dapat melihat Al tidak tidur sendirian. Di sana juga ada Dee yang tidur memeluk tubuh Al dari belakang. Ibra berjalan menaiki kasur dan ikut berbaring menyamping memandangi wajah anak dan istrinya secara bergantian.
Tangan Ibra bergerak mengusap lembut kepala Al. "Maafkan Abi, Nak. Harusnya Abi menjadi Abi yang terbaik untuk Al. Harusnya Abi memberikan segala kasih sayang Abi. Harusnya Abi tidak larut dalam kesalahpahaman, Nak. Maafkan Abi. Harusnya Al bermain dengan banyak mainan, bukan bermain dengan hukuman, maafkan Abi. Harusnya Abi tidak memaksa Al untuk mandiri, Abi menyesal. Maafkan Abi," ucap Ibra lirih memandangi wajah Al.
"Harusnya Abi peka melihat salep di lemari Al. Harusnya Abi tahu bagaimana perasaan Anak Abi. Maafkan Abi, Nak. Abi bodoh! Abi janji, tidak akan ada lagi kesedihan. Al anak lelaki hebat Abi. Al pahlawan untuk Umi dan Abi. Bahkan Al lebih baik daripada Abi, Nak. Abi sangat sangat menyayangi Al. Abi akan memberikan luka yang sama kepada orang yang sudah menyakiti anak Abi. Abi sayang Anak Abi," ucap Ibra mencium kening Al lama.
Puas memandangi wajah anaknya, Ibra mengalihkan pandangannya kepada Dee yang tidur di sebelah Al. Ibra mengusap lembut pipi Dee.
"Terimakasih karena masih mau kembali kepada pria bodoh ini. Terimakasih sudah pulang untuk aku dan Al. Sekali lagi maaf, dan Terimakasih," ucap Ibra memandang sendu wajah istrinya. Hatinya sakit mengingat penderitaan yang dialami oleh anak dan istrinya adalah karena kebodohannya sendiri. Ibra sedikit mencondongkan badannya ke depan mencium kening Dee dan mengecup sekilas bibir mungil istrinya itu. Dee dan Al tidak terganggu karena kegiatan Ibra, mereka benar-benar tidur dengan nyenyak.
Lama Ibra memandangi wajah anak istrinya sambil terus mengumammankan kata maaf dan terimakasih. Rasa kantuk tidak kunjung menghampirinya. Hati dan pikirannya terus bertengkar menyalahkan dirinya sendiri atas segala penderitaan anak dan istrinya.
Adzan subuh telah berkumandang memanggil umat muslim untuk melaksanakan ibadah subuh. Tapi Ibra tidak kunjung memejamkan mata. Dia hanya menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang dengan terus memandangi wajah Al dan Dee. Hingga akhirnya Dee terbangun karena suara adzan.
"Mas," panggil Dee ketika dia melihat Ibra yang duduk dengan tenang di kasur sebelah Al.
__ADS_1
"Selamat pagi, Sayang," jawab Ibra memberikan kecupan selamat pagi di bibir Dee.
Dee tidak membalas perkataan Ibra. Matanya meneliti setiap lekuk wajah Ibra. "Mas tidak tidur?" tanya Dee curiga.
"Tidur kok. Tapi tadi kebangun lagi," ucap Ibra bohong. Dia tidak ingin membuat Dee khawatir.
Dee memicingkan matanya menatap Ibra. "Jujur?" tanya Dee mengintimidasi Ibra.
Ibra hanya mengangguk dan tersenyum melihat wajah lucu Dee yang menginterogasinya. Tidak ada sangar-sangarnya sama sekali.
"Ya sudah, kita sholat jemaah. Kamu wudhu dulu, biar Mas yang bangunin Al," ucap Ibra menyuruh Dee membersihkan diri.
"Iya, Mas," ucap Dee patuh sambil turun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar Al.
Melihat Dee yang sudah menghilang dari balik pintu kamar mandi, Ibra membangunkan Al dengan lembut. "Al, bangun, Nak," ucap Ibra mengusap lembut pipi Al. Bukannya membangunkan tapi itu akan membuat tidur Al menjadi lebih nyenyak, hahaha.
Beberapa kali membangunkan Al, tapi tidak berhasil. Ibra langsung saja menggendong Al dan mengayunkan badan Al.
"Akhirnya Anak Abi bangun juga," ucap Ibra tersenyum lembut kepada Al.
"Kita wudhu dulu, ya. Kita sholat subuh sama-sama," lanjut Ibra.
Al mengangguk saja. Mulutnya menguap karena rasa kantuk yang masih menyerang. Tak berselang lama, Dee keluar dari kamar mandi. Dia menyuruh Ibra dan Al untuk segera berwudhu. Dee pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan mukenah, sarung dan sajadah untuk mereka sholat.
Ibra dan Al menyusul Dee ke kamar mereka dan segera menggunakan sarungnya. Dee membantu Al menggunakan sarung yang nampak lucu di badan anak itu. Setelah selesai, mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Selesai melaksanakan sholat subuh, Dee pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan dibantu Bi Nini. Sedangkan Ibra dan Al bersiap di kamar masing-masing. Sebelum mandi, Ibra pergi ke kamar Al untuk mengajaknya mandi bersama.
"Al," panggil Ibra saat memasuki kamar Al. Dia berjalan mendekati Al.
"Iya, Abi," jawab Al masih asik dengan iPad di pangkuannya. Anak itu duduk selonjoran di atas kasur.
__ADS_1
"Kita siap-siap, ya. Biar Abi yang bantu Al siap-siap buat sekolah," ucap Ibra membujuk Al.
"Al bisa sendiri, Abi. Nanti Abi terlambat kalau bantu Al dulu," alibi Al kepada Ibra.
"Abi yang punya kantor, jadi Abi bisa datang jam berapapun."
"Abi sombong."
"Memang begitu kenyataannya, Boy. Ayo sekarang kita mandi bareng. Abi kangen mandi dengan anak Abi," ucap Ibra.
"Emm... tapi Al bisa sendiri, Abi," kekeuh Al menolak ajakan Ibra.
"Tidak ada penolakan, Boy," ucap Ibra langsung mengangkat tubuh Al ke gendongannya. iPad yang ada dipangkuan Al dibiarkan terjatuh kelantai. Sultan emang bebas.
Al terus meronta menolak ajakan Ibra, tapi Ibra kekuatan Ibra lebih kuat untuk menggendong Al. Sampainya di kamar mandi, Ibra menurunkan Al dan langsung membuka baju anak itu.
"Abi," ucap Al sambil menggeleng menahan tangan Ibra yang akan membuka bajunya.
Ibra tersenyum, dia menguatkan hatinya saat ini. "Kenapa, Boy?" tanya Ibra seolah-olah tidak tahu apa-apa.
Mata Al sudah berkaca-kaca, anak itu takut jika Abinya tahu bekas lukanya. Tanpa menghiraukan Al, Ibra langsung membuka seluruh pakaian Al.
Bismillah. Batin Ibra menguatkan hatinya.
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa
__ADS_1
Author sayang kalian 🌹🌹😘