
Jangan lupa like nya ya teman-teman 👍
Jangan lupa komentarnya 💬
Jangan lupa vote nya juga yaa
Kebaikan teman-teman sangat berharga untuk novel ini
🌹HAPPY READING🌹
"Kevin, Naina," ucap Ibra memanggil Kevin dan Naina yang saling memandang tajam di ujung lorong.
Kevin dan Naina menoleh melihat keberadaan Ibra. "Eh, Ib," ucap Kevin.
"Kita ke ruang meeting sekarang, Vin," ucap Ibra tegas dan terus melangkah ke ruang meeting tanpa menghiraukan Naina dan Kevin lagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Dee sedang menunggu Al di ruangan tunggu untuk orang tua. Banyak para orang tua murid yang duduk saling berkelompok, tapi Dee tidak ingin bergabung. Dia lebih suka duduk sendiri sambil membaca novel online dari handphone nya. Tidak berselang lama, terlihat Al yang berjalan ke arah Dee.
"Assalamualaikum, Umi," ucap Al dengan senyum mengembang di bibir anak itu.
Dee menoleh dan tersenyum kepada Al. "Waalaikusalam, Anak Umi," ucap Dee mengecup singkat dahi Al.
"Kita langsung pulang, Umi?" tanya Al sambil menggandeng tangan Dee keluar dari pekarangan sekolah.
"Iya, Sayang. Kita pulang dulu, setelah itu kita ke kantor Abi untuk makan siang bareng. Kita kasih kejutan untuk Abi. Al mau?"
Al mengangguk semangat, "mau Umi," ucap Al senang.
Dee dan Al berjalan kaki untuk pulang ke rumah. Dee sengaja mengajak Al berjalan kaki sesuai keinginan anak itu. Karena jarak dari rumah mereka ke sekolah Al tidak terlalu jauh.
Sampainya di rumah, Dee langsung menuju dapur untuk membuat makan siang. "Al ganti baju sendiri, ya. Umi masak sebentar buat makan siang nanti. Kalau sudah selesai nanti Umi akan panggil Al ke kamar," ucap Dee lembut.
__ADS_1
Al mengangguk, "iya, Umi. Kalau begitu Al ke kamar dulu, Umi."
"Iya, Nak."
Al berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Sesekali anak itu bersenandung kecil menunjukkan kebahagiaannya. Keinginannya untuk pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dituruti oleh Uminya. Dee ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan anaknya. Anaknya sangat bahagia walau dengan hal-hal kecil.
Dee menuju dapur dan memasang celemek untuk memulai kegiatan memasaknya. Mereka akan ke kantor Ibra tanpa memberitahu Ibra terlebih dahulu. Dee akan memberi kejutan untuk suaminya. Setengah jam Dee selesai berkutat dengan bahan dan peralatan dapur. Tangannya dengan telaten memasukkan makanan ke dalam rantang yang sudah di sediakan. Setelah selesai, Dee ke kamar anaknya untuk memanggil Al.
"Al," panggil Dee setelah dia memasuki kamar anaknya.
"Iya, Umi," ucap Al yang sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya dan menoleh ketika mendengar Dee memanggilnya.
"Pekerjaan rumahnya sudah selesai?" tanya Dee melihat buku PR Al.
"Masih setengah lagi, Umi," jawab Al dengan wajah melasnya.
"Ya sudah, kita sambung nanti malam, ya. Sekarang kita ke kantor Abi," ucap Dee lembut kepada Al.
Setelah itu Dee dan Al turun ke bawah dan langsung menuju mobil yang sudah di siapkan oleh sopir. Ibra menyiapkan sopir pribadi untuk anak dan istrinya. Karena dia melarang Dee untuk menyetir mobil sendirian.
Setelah melewati perjalanan yang panjang karena macet, akhirnya Dee dan Al sampai di kantor Ibra. Al turun lebih dulu dari Dee.
"Terimakasih, Pak," ucap Dee sebelum dia turun.
"Sama-sama, Nyonya," jawab Pak Sopir dengan ramah.
"Bapak langsung pulang saja. Nanti Dee dan Al akan pulang bareng Mas Ibra. Kalau begitu Dee pamit dulu, Pak," ucap Dee dengan sangat sopan kepada Pak Sopir.
Pak Sopir tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan sopan majikannya. "Baiklah, Nyonya."
Dee turun dari mobil dan menggandeng tangan Al yang sudah turun lebih dulu. Dengan bergandengan tangan anak dan ibu itu memasuki kantor Ibra.
__ADS_1
"Maaf, Mbak. Apa Bapak Ibranya ada?" tanya pada resepsionis.
"Ada. Tapi maaf sebelumnya, apa anda sudah membuat janji dengan Pak Ibra?" ucap resepsionis dengan nametag Nita yang melekat di bajunya. Dia tidak mengetahui bahwa Dee adalah istri Ibra. Dia hanya mengetahui wajah Al. Karena setelah keluar dari penjara, ini pertama kalinya Dee ke kantor Ibra.
"Umi."
"Iya, Nak?"
Al merentangkan tangannya kepada Dee untuk minta di gendong. Dee yang mengerti permintaan Al meletakkan rantang yang dia pegang di atas meja resepsionis dan menggendong Al. Setelah menggendong Al, Nita terkejut melihat Al yang ada di gendongan Dee.
"Anda?" tanya resepsionis itu heran.
Dee tersenyum dan mengangguk, "iya, saya adalah istrinya Mas Ibra. Jadi apa boleh saya menemui suami saya?" tanya Dee kepada Nita.
"Maafkan saya, Nyonya. Karena mempertanyakan anda terlebih dahulu," ucap Nita dengan kepala menunduk. Dia merutuki kebodohannya yang tidak mengingat wajah Dee.
"Tidak apa-apa, Nita. Kau hanya menjalankan tugas mu. Jadi ala aku bisa bertemu Mas Ibra?"
"Silahkan Nyonya. Pak Ibra ada di ruangannya," jawab Nita ramah.
"Terimakasih," ucap dengan senyum tulusnya.
Mendengar Uminya sudah di perbolehkan menemui Abinya, Al kembali minta turun dari gendongan Dee. Anak ini benar-benar mengerti bagaimana situasi dan kondisi di sekitar Uminya. Setelah itu mereka berjalan menaiki lift untuk ke ruangan Ibra.
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa
__ADS_1
Author sayang kalian 🌹🌹😘