
Jangan lupa vote, like dan komentarnya teman-teman
Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa
🌹HAPPY READING🌹
Dee masih terus menangis di pelukan Ibra, memukul dadanya sendiri menyalurkan semua rasa sedih, kecewa dan marah yang ada pada dirinya. Dia ingin marah tapi tidak tahu kepada siapa harus marah. Takdir begitu kejam padanya.
"Sayang, sudah ya. Jangan nyakitin diri kamu sendiri, sayang," ucap Ibra lembut mencoba menahan tangan Dee agar berhenti memukul dirinya sendiri.
Dee tidak menghiraukan bujukan Ibra sama sekali. Dia masih tetap memukul-mukul dadanya menghilangkan sesak yang ada di sana. Ibra tidak sanggup melihat istrinya seperti ini.
"Sayang, udah. Nanti dada kamu sakit," ucap Ibra memperingati Dee. Tapi Dee seolah tuli tidak mendengarkan perkataan Ibra.
"SAYANG, BERHENTI!" bentak Ibra menghentikan sikap brutal istrinya.
"Hiks, hiks, hiks, aku anak yang durhaka, Mas," ucap Dee disela tangisnya.
"Kamu bukan anak yang durhaka. Sudah, ya. Kalau kamu begini terus, Ayah sama Bunda bisa sedih di Surga sana," ucap Ibra lembut membujuk istrinya.
__ADS_1
Dee masih terus menangis dipelukan Ibra. Ibra membiarkan Dee menangis di pelukannya agar Dee bisa merasa lebih tenang. Setelah cukup lama menangis, Dee tertidur di pelukan Ibra. Wajah sembab dan hidungnya memerah karena kelamaan menangis.
Ibra mengangkat Dee dan menidurkannya di kasur. Saat akan menutup tubuh Dee dengan selimut, Ibra melihat noda darah di baju Dee bagian sebelah kanan dadanya. Untuk memastikan, Ibra membuka kancing baju Dee. Luka yang sudah mulai mengering itu berdarah kembali. Karena aksi Dee yang memukul-mukul dadanya sendiri.
"Lukanya berdarah lagi, sayang," ucap Ibra pada Dee yang tertidur. Ibra berdiri dan berjalan keluar kamar mengambil air dan lap untuk membersihkan luka Dee. Tapi sebelum itu, tidak lupa Ibra mengecup singkat kening istrinya.
Sampainya di bawah, Ibra melihat Al yang duduk di pangkuan Agam. Anak itu masih terlihat cemas dan tidak tenang.
Ibra berjalan mendekati mereka. "Al," panggil Ibra kepada Al.
Al menoleh, "Abi, bagaimana Umi, Abi? Abi tidak malahin Umi, kan? Umi nggak malah sama Al kan, Abi?" tanya Al bertubi-tubi kepada Ibra.
Dengan patuh Al mengangguk. Setelah itu, Al mengajak Kevin dan Agam untuk bermain di ruang keluarga. Setelah Al pergi, Ibra berjalan ke dapur untuk mengambil air hangat dan lap.
"Tuan mencari apa?" tanya Bi Nini saat melihat Ibra tengah mencari-cari sesuatu.
Ibra menoleh kepada Bi Nini, "Ini, Bi. Ibra cari lap buat kompres luka. Kok nggak ada, ya?"
Tanpa banyak bertanya, Bi Nini berjalan ke arah lemari gantung yang ada di dapur dan mengambil kain yang ada di sana. "Ini, Tuan. Biasanya, Nyonya kalau bersihin luka pakai ini," ucap Bi Nini memberikan kain tersebut kepada Dee.
__ADS_1
"Oh iya, Bi. Makasih ya, Bi."
"Iya, sama-sama, Tuan," jawab Bi Nini ramah.
Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya, Ibra segera pergi ke kamarnya. Sampainya di kamar, Ibra meletakkan baskom yang berisi air hangat dan lap di meja sebelah kasur, kemudian dia duduk di tepi kasur.
Tangannya terulur membuka kancing baju bagian atas Dee untuk membersihkan lukanya. Dengan telaten Ibra membersihkan luka di dada Dee. Setelah bersih, lama Ibra memandangi dada istrinya tersebut.
"Sabar, Ibra. Istri Lo sedang luka," gumam Ibra menahan hasratnya.
"Huft, udah lama banget gue nggak cobain ini. Cepat sembuh, ya, luka," ucap Ibra memegang Payudara istrinya.
Tidak ingin larut salam pikiran nakalnya, Ibra membuka laci meja dan mengambil salep untuk luka Dee. Setelah menemukannya, Ibra mengoleskan salep tersebut dengan lembut ke luka Dee.
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
__ADS_1
Author sayang kalian 🌹🌹😘