
🌹HAPPY READING🌹
Hari ini adalah hari Minggu. Hari libur bagi semua orang untuk menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Ibra, lelaki tampan itu harus ke Kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang sangat banyak. Sejak Kevin pindah ke Turki, pekerjaan Ibra memang sedikit menumpuk.
Saat ini Dee, Al dan Kina sedang sibuk di dapur. Mereka berkutat dengan alat dapur untuk membuat kue ulang tahun. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Ibra, dan mereka akan memberi kejutan untuk Sang Abi tercinta.
"Umi, Al mau keluar sebentar, ya," ucap Al izin pada Dee.
"Al mau kemana, Nak?" tanya Dee.
"Ke rumah tetangga sebelah, Umi," jawab Al.
Tanpa banyak bertanya, Dee mengangguk dan mengizinkan Al untuk pergi.
Al yang mendapatkan izin dari Uminya segera berlari menuju kamar mengambil sesuatu yang sudah dia persiapkan untuk Runa.
"Semoga Runa suka," ucap Al memegang kotak hadiah berwarna hitam yang dihiasi pita berwarna pink.
Setelah itu Al segera turun dan berjalan keluar rumah. Dengan langkah pastinya Al berjalan menuju pagar rumah. Al memandangi rumah yang pintunya tertutup rapat itu.
"Kok seperti nggak ada orang?" gumam Al pada dirinya sendiri ketika melihat keadaan rumah Runa yang sangat sepi.
Dengan tekad kuatnya Al mengetuk pintu rumah tersebut. Anak ini tidak ada takutnya sama sekali.
Setelah mengucap salam lima kali, akhirnya pintu terbuka dari dalam. Nampak seorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut dengan celemek yang melekat di tubuhnya.
"Waalaikumsalam," ucap wanita tersebut menjawab salam Al.
"Maaf, cari siapa ya, Nak?" tanya wanita paruh baya itu.
"Em ... Maaf, Nek. Al mau cari Runa, apa Runa ada?" tanya Al langsung.
Pandangan wanita paruh baya tersebut langsung berubah sendu setelah mendengar pertanyaan Al. "Maaf, Nak. Runa sudah tidak tinggal disini," ucap Wanita tersebut.
"Loh, emang Runa kemana, Nek?" tanya Al.
"Tiga hari yang lalu, Runa ikut Ayahnya ke Inggris, Nak," jawab wanita tersebut.
Tubuh Al lemas mendengar jawaban wanita tersebut. "Apa Runa nggak akan pulang, Nek?" tanya Al sendu.
Anak itu nampak sedih. Baru dia akan memberi kado untuk Runa, tapi sudah lebih dulu di tinggalkan.
Wanita paruh baya itu menggeleng. "Bibi tidak tahu kapan Runa akan kembali, Nak," ucap Wanita tersebut.
"Yasudah, Nek. Kalau Runa kembali, tolong berikan ini kepadanya ya, Nek," ucap Al menyerahkan kotak yang ada ditangannya.
"Iya, Nak," jawab Wanita tersebut.
"Kalau begitu Al pulang dulu, Nek. Assalamu'alaikum," ucap Al pamit.
"Waalaikumsalam," jawab wanita tersebut memandangi Al yang berjalan menjauhi pekarangan rumah Runa.
Setelah memastikan Al benar-benar pergi, Wanita paruh baya tersebut menutup pintu dan menatap Runa yang berdiri di sebelahnya. Al tidak melihat keberadaan Runa karena Runa yang sengaja bersembunyi di balik pintu.
"Ini hadiahnya, Non," ucap Wanita tersebut kepada Runa.
"Terimakasih, ya Bi," ucap Runa senang dan membawa kotak hadiah tersebut ke kamarnya.
Wanita paruh baya yang merupakan pembantu di rumah Runa hanya menatap sendu tubuh mungil yang penuh lebam tersebut. "Demi agamanya, Non Runa rela mendapat perlakuan tidak baik dari Tuan. Nona memang anak yang sangat baik," gumam Wanita tersebut memandangi Runa yang sudah menghilang dari balik pintu kamarnya.
Dia tidak berbohong sepenuhnya mengenai Runa yang akan ke Inggris, Karena memang malam ini Runa dan Papanya akan berangkat ke Inggris untuk tinggal di sana. Tapi atas permintaan Runa, Wanita paruh baya tersebut harus mengatakan bahwa Runa sudah pergi.
__ADS_1
.....
Al kembali ke rumahnya dengan lesu. Inggris itu jauh nggak ya? Apa Al bisa minta antar sama Pak sopir ? Batin Al bertanya-tanya.
Al masuk ke rumah dan menyusul Dee yang masih di dapur. "Umi," panggil Al.
"Iya, Nak," jawab Dee.
"Inggris itu jauh nggak Umi?" tanya Al.
Dee menghentikan kegiatannya ketika mendengar perkataan Al. "Memangnya kenapa, Nak?" tanya Dee menatap Al.
"Tidak kenapa-napa, Umi," jawab Al.
"Inggris itu jauh, Sayang. Harus naik pesawat ke sananya," jawab Dee.
"Sama kayak ke Turki?" tanya Al. Karena anak itu memang pernah ke Turki bersama Abi dan Uminya dulu.
Dee mengangguk mengiyakan pertanyaan Al. "Al mau ke sana?" tanya Dee.
Dengan semangat Al mengangguk. "Nanti, kalau Al sudah dewasa, Al bisa menuntut ilmu di sana," ucap Dee.
.....
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Setelah melaksanakan sholat berjamaah bersama anak-anaknya, Dee segera pergi ke kamarnya menunggu Ibra pulang dari Kantor.
"Umi," panggil Al dan Kina yang berdiri di depan kamar Dee.
Dee yang sedang memperhatikan gaun di depannya menoleh. "Wah, anak-anak Umi udah ganteng dan cantik," ucap Dee melihat Al yang sudah rapi dengan jas kecil yang melekat indah di tubuhnya. Sedangkan Kina nampak cantik dengan gaun kecilnya.
Malam ini mereka akan memberi kejutan untuk ulang tahun Ibra. Dee memutuskan untuk memakai gaun tanpa hijabnya. Ini semua khusus untuk suaminya. Begitu juga dengan Kina, dia memakai gaun yang sudah diberikan Dee. Dee memilih gaun yang sedikit terbuka karena mereka hanya akan merayakannya di dalam kamar Dee. Jadi tidak ada orang lain yang akan melihat tubuhnya dan Kina selain Al dan Ibra.
Kamar Dee sudah sangat indah dengan hiasan lilin dan bunga beserta balonnya.
Al dan Kina mengangguk antusias. Ditangan mereka sudah ada kue ulang tahun yang tadi mereka buat.
"Kalau begitu, sekarang Umi mau ganti baju dulu," ucap Dee.
Satu jam kemudian, Dee sudah sangat cantik dengan gaun indah di tubuhnya. Wajahnya yang dipoles natural tersebut menambah keanggunan wanita ini.
"Umi benar-benar cantik," puji Al melihat takjub Uminya.
"Umi tayak bidadali," ucap Kina yang ikut tercengang melihat kecantikan Dee.
Dee tersenyum lembut. Tidak berapa lama mereka mendengar suara mobil. "Itu Abi pulang, kalian sembunyi," ucap Dee.
Al dan Kina langsung berlari ke dalam walk in closet. Sedangkan Dee sudah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan Ibra.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka. Mulut Ibra menganga lebar dengan mata berbinar melihat Dee yang sangat cantik. Apalagi istrinya itu memakai gaun yang sedikit terbuka.
"Subhanallah, Sayang," ucap Ibra kagum.
Dee berjalan mendekat dan mengalungkan tangannya di leher Ibra. "Selamat ulang tahun suamiku," ucap Dee lembut dan mesra.
Tanpa memberi Aba-aba, Ibra segera melahap bibir merona Dee. Satu tangannya melingkar di pinggang Dee, dan yang satunya menahan tengkuk Dee. Tubuh mereka benar-benar berhimpitan tanpa celah.
Dirasa oksigennya sudah berkurang, Dee melepaskan pautan bibir mereka. "Sekali lagi selamat ulang tahun, suamiku," ucap Dee tersenyum lembut.
Ibra tidak tahu harus menjawab apa. Lelahnya terasa sangat terobati karena ini. "Terimakasih banyak, Sayang," ucap Ibra memeluk Dee erat.
__ADS_1
Ditengah pelukan mereka, Al dan Kina keluar dari persembunyian mereka dengan membawa kue ulang tahun yang tadi mereka buat.
"SELAMAT ULANG TAHUN, ABI."
"CELAMAT ULAN TAHUN, ABI."
Teriak Al dan Kina yang mengejutkan Ibra.
Ibra menatap tak percaya melihat kedua buah hatinya yang sangat tampan dan cantik. Ibra segera mendekati Al dan Kina memeluk erat anak-anaknya.
"Terimakasih, Anak-anak, Abi," ucap Ibra terharu akan kejutan yang dia dapatkan. Sungguh, seumur hidupnya, ini adalah ulang tahun yang sangat berharga dalam hidupnya.
"Abi, doa terbaik dari Al dan Adek selalu untuk Abi," ucap Al.
Ibra mengangguk. Setitik air mata keluar dari sudut mata Ibra. Tangan mungil Kina bergerak menghapus air mata yang dia lihat itu. "Dangan nanis, Abi. Ina Ndak cuka," ucap Kina.
"Ini air mata bahagia Abi, Nak. Terimakasih," ucap Ibra.
Sedangkan Dee yang dari tadi melihat interaksi anak dan suaminya berjalan mendekat.
"Kami akan selalu ada untuk kamu, Mas. Jadilah suami dan Abi terbaik untuk kami," ucap Dee lembut.
Ibra mengangguk dan memeluk ketiga orang yang sangat dia cintai lebih dari apapun.
Setelah berpelukan, mereka melanjutkan dengan makan malam bersama di kamar Dee. Dee sudah mempersiapkan semuanya.
Setelah selesai makan, kini Al dan Kina memberi kadonya kepada Ibra.
"Abi, ini untuk Abi. Al dan Adek buat ini dengan penuh kasih sayang untuk Abi. Tetap jadi orang tua terbaik untuk kami, Abi. Jangan pernah lagi memberi luka, penuhi hari kita dengan bahagia, ya Abi. Ini memang tidak mahal, tapi ini sangat berharga, Abi. Tidak ada siapapun yang bisa membelinya," ucap Al memberikan kadonya dan Kina kepada Ibra.
"Abi, telimakacih udah jadi Abi Ina. Telimakacih udah tenal Ina jadi Anak Abi. Dangan pelnah tindalin Ina lagi, Abi," ucap Kina menatap Ibra.
Air mata Ibra mengalir mendengar perkataan anak-anaknya. Dipeluknya dengan erat kedua buah hatinya memberikan kasih sayang dan cinta yang sangat membuncah.
"We love you, Abi," ucap Al dan Kina bersamaan.
"Abi lebih sayang Anak-anak Abi," ucap Ibra.
Dee yang melihat itu ikut tersenyum senang.
Mungkin jika dulu aku egois dengan tidak menerima kamu kembali, kebahagiaan ini tidak akan pernah ada, Mas. Terimakasih karena sudah memperjuangkan kami. Batin Dee berucap lirih.
Ya Allah, terimakasih atas anugrah yang sangat indah ini. Terimakasih karena selalu merestui setiap perjuanganku. Batin Ibra memeluk anak-anaknya.
Ya Allah, terimakasih atas kebahagiaan ini. Terimakasih sudah melahirkan Al dari keluarga ini. Al sangat bahagia, Ya Allah. Akhirnya kebahagiaan itu benar-benar terasa sangat nyata. Suatu saat izinkan Al memilki keluarga seperti Abi dan Umi. Dimanapun Runa berada, lindungi dia, Ya Allah. Batin Al senang.
Ya Allah, telimakaci telah mendawab cegala doa Ina. Ina cekalang bahagia. Batin Kina senang dalam pelukan Abinya.
Beribu syukur mereka ucapkan atas segala kebahagiaan yang telah Tuhan berikan. Ternyata benar, bahwa sabar akan memberikan kita kenikmatan tiada Tara. Dan keikhlasan memberikan setiap obat penyakit hati yang selama ini mengikat kita dalam kesedihan.
Akhirnya keluarga yang sempat terpecah belah itu kembali bersatu. Meraih bahagia bersama-sama dengan perjuangan yang tidak sia-sia. Satu hal yang pasti, jika kita yakin, maka Allah akan mempermudah jalannya.
Berlanjut ke season dua
......................
Akhirnya kisah Ibra dan Dee selesai, jangan lupa nantikan cerita Al yang teman-teman. Ceritanya akan tetap di novel ini. Akan tetap ada kisah romantis Ibra dan Dee.
Jangan pernah bosan, ya. Cerita Al akan semakin menemani hari-hari kalian. Aku sayang kalian semua banyak-banyak. Terimakasih 🌹🤗🥰.
__ADS_1
Gaun yang dipakai Umi dan Kina untuk kejutan ulang tahun Abi tersayang 🤗🥰🌹