
Jangan lupa like nya ya teman-teman 👍
Jangan lupa komentarnya 💬
Jangan lupa vote nya juga yaa
Kebaikan teman-teman sangat berharga untuk novel ini
🌹HAPPY READING🌹
Sudah seminggu sejak berita kehamilan Dee. Wijaya yang mendengar menantunya kembali hamil sangat bahagia, begitu juga dengan Reina. Meskipun masih belum bisa bergerak, tapi dalam hati Reina sangat bersyukur bahwa akan kembali hadir malaikat kecil dalam keluarganya. Reina sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, tapi dia hanya bisa berbaring ditempat tidur. Dee meminta agar mertuanya tinggal bersamanya dan juga Ibra. Dia ingin merawat mertua yang sudah di anggap sebagai orang tuanya sendiri.
"Mas, aku mau ke Mama dulu, ya," ucap Dee sambil mengambil nampan berisi bubur untuk Reina. Saat ini mereka semua sedang menikmati makan malam bersama.
"Nanti aja, Sayang. Biar Bi Nini aja yang kasih ke Mama. Kamu nggak boleh kelelahan sama Dokter," ucap Ibra menasehati Dee lembut. Tiga hari setelah mengetahui bahwa istrinya kembali hamil, Ibra membawa Dee ke Dokter Kandungan. Dan usia kandungan Dee baru berusia tiga Minggu.
Istrinya tolong dijaga ya, Pak. Kehamilan istri anda masih lemah, dan jangan biarkan istrinya kelelahan. Nasehat Dokter yang selalu diingat Ibra. Dia takut jika kelelahan, itu akan berbahaya untuk anak dan juga istrinya. Karena setelah Dee koma karena penyiksaan yang didapatkannya di dalam penjara, daya tahan tubuhnya menjadi sangat berkurang.
"Adek cuma ngantar makanan Mama, Mas. Nggak akan buat Adek capek kok," ucap Dee kekeuh kepada Ibra.
"Duduk lah, Nak. Lanjutkan makan mu. Sekarang ada nyawa yang harus kamu kasih nutrisi dan kekuatan di dalam rahimmu," ucap Wijaya ikut menasehati Dee.
Sedangkan Al yang duduk di sebelah Dee hanya asik dengan makanannya.
"Bi," teriak Ibra memanggil Bi Nini. Dia tidak mendengarkan perkataan Dee.
Bi Nini yang mendengar majikannya memanggil langsung menghampiri meja makan. "Iya, Tuan," ucap Bi Nini sopan.
"Antar makanan Mama, Bi. Setelah itu Bibi makan juga. Jangan terlalu dipaksain kerjanya, Bi," ucap Ibra mengambil nampan yang ada di tangan Dee dan memberikannya kepada Bi Nini.
"Baik, Tuan," ucap Bi Nini dan langsung pergi ke kamar Reina yang ada dilantai satu.
__ADS_1
Dee hanya bisa pasrah. Dia mengerti bahwa suaminya hanya ingin dia baik-baik saja. Setelah itu, Dee kembali duduk dan melanjutkan makan malamnya.
.....
Setelah menikmati makan malamnya, mereka semua duduk di ruang keluarga. Al menelungkup kan badannya di karpet berbulu dengan buku gambar di depannya. Sedangkan Dee duduk di sebelah Al membantu anaknya menggambar. Ibra dan Wijaya duduk di atas Sofa dengan pandangan fokus ke layar televisi.
Saat teringat sesuatu, Al mengehentikan kegiatannya dan mendudukkan tubuhnya.
"Umi," panggil Al.
"Iya, Nak," jawab Dee mengusap lembut kepada Al.
"Kok Al nggak pelnah lihat Aunty Naina kesini lagi, Umi?" tanya Al tiba-tiba.
Dee bingung harus mengatakan apa kepada Al. Dia bingung harus mengatakannya bagaimana. Ibra dan Wijaya yang tadinya fokus ke televisi, reflek menoleh kepada Al saat mendengar pertanyaan anak itu.
"Ada apa, Boy? Kenapa tiba-tiba menanyakan Aunty Naina?" ucap Ibra bertanya kepada Al.
"Aunty Naina di pen-"
"Sayang, Aunty Naina sedang pergi kerja jauh," ucap Dee cepat memotong perkataan Ibra.
"Kelja jauh?" tanya Al memastikan.
"Aunty Naina di penjara, Boy!" ucap Ibra tegas. Dia tidak setuju jika Dee menyembunyikan semuanya kepada Al. Anaknya juga korban, jadi dia harus tahu bahwa orang yang telah jahat padanya sudah mendapat hukuman.
Al hanya mengangguk mendengar perkataan Abinya. "Al tidak terkejut?" tanya Dee heran karena anaknya berekspresi biasa saja.
Al menggelengkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan Dee. "Kenapa telkejut, Umi? Al sudah tebak, pasti Aunty Naina sudah mendapatkan hukumannya. Kalena Al pelcaya, Abi tidak akan tinggal diam jika mengetahui ada olang yang mencelakai anaknya. Walaupun Al sudah meminta Abi untuk tidak membalas, tapi Abi pasti akan tetap melakukannya. Kalena itu bentuk sayang Abi sama kita," ucap Al kepada Dee.
"Boy," ucap Ibra sangat bangga dengan pemikiran anaknya.
__ADS_1
Al berdiri dan berjalan mendekati Abinya. "Abi pelnah bilang, kalau olang tua akan melakukan apa saja untuk anaknya, bukan? Dan Abi membelikan keadilan untuk Al," ucap Al. Ibra memeluk erat tubuh anaknya. Entah darimana anaknya belajar berbicara seperti itu, tapi dia sangat-sangat bangga.
Dee ikut senang melihat anaknya. Dia pikir Al akan marah karena Ibra memasukan Naina ke penjara. Tapi dia lupa bahwa anaknya itu memiliki pengalaman hidup yang mengubah menjadi dewasa sebelum usianya.
"Kamu benar-benar cucu kesayangan Kakek, Boy," ucap Wijaya bangga dengan Al.
Al melepaskan pelukannya dari Ibra dan beralih menatap Wijaya. "Telimakasih, Kakek," ucap Al senang.
.....
TUK
Untuk yang ke tiga kalinya sebuah penghapus mendarat mulus di kepala Al. Saat ini anak itu sedang serius dengan kegiatan mewarnainya. Al menoleh ke belakang. Dia melihat seorang teman laki-lakinya sedang melihat mengejek ke arahnya.
"Kenapa kamu melempari ku?" tanya Al kepada Jaka. Nama teman sekolah yang selalu menjahili Al.
"Aku hanya tidak sengaja melemparnya," jawab Jaka santai.
"Tidak sengaja itu hanya sekali. Kamu melempari ku tiga kali!" ucap Al tegas menunjukan tiga jarinya.
"AKU MEMANG TIDAK SENGAJA!" teriak Jaka tak mau kalah.
Al mengalah, dia kembali duduk dan melanjutkan kegiatan mewarnainya. Dia mencoba bersabar sesuai dengan apa yang dikatakan Uminya. Bahwa anak yang sabar disayang Allah. Dan dia sangat ingin disayangi oleh Allah.
TUK
Kali ini pensil yang mendarat di belakang kepala Al. Al masih tetap diam. Jaka yang kesal karena Al tidak terpengaruh langsung berteriak. "HAI ANAK NARAPIDANA!" teriak Jaka lantang. Semua kelas langsung hening. Al berharap gurunya datang agar dia tidak berkelahi dengan Jaka.
Jaka terus saja mengejek Al hingga akhirnya kesabaran anak itu sudah tidak sanggup lagi menguasai dirinya. Al berdiri dari duduknya. Dia maju dan mendorong bahu Jaka hingga anak itu jatuh. Dan tidak sengaja Kepala mengenai kaki meja.
......................
__ADS_1
Author sayang kalian semua. Tidak bosan author untuk ucapin terimakasih karena dengan setia dan sabar nungguin update novel ini. Jangan lupa kasih vote dan tip nya ya. Semoga rezeki kita semakin berlimpah 😘🌹🌹