Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 11


__ADS_3

Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa


🌹HAPPY READING🌹


Dee? bukannya Dee udah dibebasin, kenapa ke kantor polisi lagi? atau jangan-jangan,,,," ucap Kevin dalam hatinya. Kevin berjalan mengejar Ibra yang sudah sampai di depan pintu.


"Lo mau kemana Ib ?" tanya Kevin menelisik penampilan Ibra dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Ck, lo budeg apa gimana sih. Udah jelas dari tadi gue bilang kantor polisi masih aja nanya", Ibra menjawab kesal pertanyaan Kevin.


Kevin menarik paksa tubuh Ibra dan membawanya ke cermin besar yang ada di ruang keluarga "Lo yang gila. Liat noh penampilan lo".


"Ganteng", satu kata yang diucapkan Ibra mampu membuat Kevin mengeluarkan beribu umpatan untuk nya.


"Dasar gila, oon, ga tau malu. Lo mau ke kantor polisi pakai handuk kimono begini? mau jualan lo sama polwan-polwan di sana. Ini rambut pake setengah basah lagi. Kalau abis ML ga perlu kasih tau semua orang juga GILA", ucap Kevin kesal sambil menarik rambut Ibra yang setengah basah.


"Oohh ini, tadi gue habis mandi", jawab Ibra santai menunjuk rambutnya.


"Udah sana ganti baju lo sama baju gue. Eneg gue lama-lama", kesal Kevin mendorong Ibra kearah kamarnya.


Ibra selesai mengganti pakaiannya. Kini mereka berdua sedang dalam perjalan menuju kantor polisi tempat Dee ditahan sebelumnya. Sepanjang perjalanan Ibra dan Kevin sama-sama diam hanyut dalam pikirannya. Ibra yang tengah fokus menyetir dan Kevin yang memikirkan ada apa gerangan tengah malam begini Ibra mengajaknya kekantor polisi. Karena sedari tadi dia bertanya Ibra hanya menjawab 'nanti Lo juga bakal tau'.


"Ib, sebenarnya kita ngapain sih ke kantor polisi?" tanya Kevin berharap kali ini Ibra akan menjawabnya.


Ibra hanya menoleh sebentar dan kembali fokus ke jalanan.

__ADS_1


"Lo nggak masukin Dee ke penjara lagi kan ?" tanya Kevin dengan pandangan mengintimidasi.


"Ya enggaklah", jawab Ibra santai.


"Terus mau ngapain ? kalau lo ga mau ngasih tau gue loncat dari ni mobil", ucap Kevin mengancam. Sebenarnya dia sendiripun ngeri dengan ancamannya sendiri.


"Ck, loncat aja. Palingan juga lecet-lecet dikit", jawab Ibra meladeni ancaman Kevin.


"Emang bener-bener ngeselin ni anak. Heran gue kenapa Dee betah hidup sebagai istri lo. Kalau bukan sahabat udah gue pites-pites lo", jawab Kevin semakin geram dengan kelakuan Ibra.


"Karena Dee cinta sama gue", ujar Ibra.


"Kepedean lo", jawab Kevin sinis. Ibra terkekeh kecil melihat tampang kesal Kevin.


Ibra langsung masuk dan menemui Agam yang merupakan seorang polisi dan juga sahabat Ibra dan Kevin. Agam memiliki jabatan yang cukup tinggi di kepolisian. Ibra meminta Agam dan juga adiknya Naura untuk mengawasi Dee secara diam-diam selama di dalam tahanan. Sebelum pergi ke kantor polisi Ibra sudah lebih dulu menghubungi polisi tersebut.


"Woi kalian udah datang", sapa Agam. Mereka bertiga saling bersalaman ala pria. Agam, Ibra dan Kevin merupakan sahabat sedari mereka duduk di bangku sekolah dasar. Agam lebih memilih menjadi seorang Abdi Negara berbeda dengan Ibra yang melanjutkan bisnis Papanya. Dan Kevin yang selalu setia mengikuti Ibra.


"Gue mau tau apa aja yang terjadi sama istri gue selama ia ditahan disini ?" tanya Ibra tanpa basa-basi setelah mereka semua dipersilahkan duduk diruangan Agam.


Agam terdiam mendengar pertanyaan Ibra. Ia sudah mendeguda, cepat atau lambat Ibra akan mengetahuinya. Agam Memandang lekat Ibra dan juga Kevin secara bergantian. Agam berdiri dari duduknya dan berjalan kearah pintu lalu menutupnya. Pembicaraan mereka kali ini cukup serius. Jadi Agam menutup Pintu ruangannya agar tidak ada polisi lain yang mendengar.


Agam menghela nafas sebentar sebelum memulai pembicaraannya. "Saat ditahan disini, Dee mempunyai teman dekatnya di dalam sel, namanya Diana. Hari dimana Dee dibawa ke penjara hari itu jugalah Diana masuk penjara. Diana ditahan atas tuduhan pembunuhan terhadap istri seorang konglomerat sampai orang itu meninggal. Dia dibawa kekantor polisi masih dalam keadaan tubuh kotor bergelimang darah. Diana mengakui kesalahannya bahwa memang ia yang melakukan pembunuhan itu. Berbeda dengan Dee yang tidak pernah mengakui bahwa dia yang udah nusuk Tante Raina. Karena kasus mereka sama, akhirnya polisi memasukan Dee dan Diana dalam satu sel yang sama". Agam memberhentikan pembicaraannya sejenak. Ibra dan Kevin masih serius mendengarkan. Tidak ada diantara mereka yang menyela.


"Di dalam sel tahanan Dee ada 5 orang. Dee sangat dekat dengan Diana. Diana yang saat itu memang sudah mengakui perbuatannya disiksa oleh teman satu sel mereka yang lain. Dee berusaha melindungi Diana dan memberi nasehat kepada teman-temanya. Tapi itu semua sia-sia, mereka tetap menyiksa Diana. Sampai pada satu malam dimana penderitaan Dee didalam penjara ini dimulai. 6 bulan dipenjara akhirnya Diana menyerah pada hidupnya. Dia meninggal tiga hari sebelum hari sidangnya".

__ADS_1


"Apa polisi ga ada bertindak mengenai semua ini? itu sama saja mereka melakukan penyiksaan gam", ucap Kevin memotong pembicaraan Agam.


"Itulah yang sedang kami selidiki. Tidak ada yang tau mengenai penyiksaan itu", jawab Agam.


"Maksud lo ?" kali Ibra yang bertanya heran dengan jawaban Agam.


Agam melanjutkan ceritanya, "karena kematian Diana, Dee lebih banyak diam. Teman-teman satu sel nya yang lain juga tidak menyukai Dee karena di anggap sok baik. Setelah kematian Diana, Dee menjadi target pelampiasan kemarahan teman satu selnya yang lain. Mereka melampiaskan kebenciannya kepada Dee", ucap Ibra melihat bagaimana perubahan wajah Ibra. Ibra berusaha tenang, namun kedua tangannya mengepal mendengar semua cerita Agam.


"Polisi kemana aja gam ? kenapa kasus seperti ini ga ada yang tau ?" tanya Kevin. Ibra hanya bisa diam menahan emosinya.


"Seakan impas, 6 bulan Diana di siksa 6 bulan juga Dee mengambil sisanya. Mereka di cambuk, di setrika, bahkan dipukul dengan besi panas. Diana disiksa karena dia mengakui bahwa ia menjadi seorang pembunuh. Sedangkan Dee, dia disiksa karena tidak pernah mengakui kesalahan yang dituduhkan. Gue ngaak tau apa motifnya sampai 3 orang teman satu sel Dee dan juga Diana itu menyiksa mereka berdua. Sampai akhirnya lo bebasin Dee dari penjara Ib", ucap Agam dengan mata yang sudah berair mengingat penderitaan istri dari sahabatnya itu. Dia merasa gagal karena tidak bisa menjaga amanah sahabatnya. Merasa bodoh sebagai polisi karena tidak mengetahui kejahatan seperti ini.


"Tadi Lo bilang ga ada yang tau mengenai kasus ini gam. Terus lo bisa tau ini semua darimana ?" tanya Kevin penasaran. Sedangkan Ibra mengadahkan kepala menahan agar air matanya tidak jatuh.


Agam kembali melanjutkan ceritanya untuk menjawab pertanyaan Kevin. "Sebelum Dee bebas, Dee menceritakan semuanya sama Naura. Dee nggak tahu kalau Naura adalah adik Gue. Sebenarnya Dee melarang Naura untuk menceritakan ini kepada siapapun termasuk gue. Karena Dee yakin kalau gue tau, gue pasti bakalan cerita semuanya sama Lo Ib", jawab Ibra memandang Ibra yang juga tengah melihatnya.


Agam dan Kevin terdiam mendengar cerita Agam. Ibra tidak menyangka jika hal ini akan terjadi pada istrinya. Ditambah lagi dengan segala kelakuannya kepada Dee saat ini. Ibra yakin Dee pasti sangat terluka.


......................


Hai Teman-Teman, Terimakasi sudah mampir dan temani Dee menggapai kembali cinta suaminya yaa ,,,


Jangan lupa like sama komenya yaa teman-teman agar novel ini tambah seru lagi,,,


Jangan lupa follow Instagram author @nonam_arwa untuk melihat ucapan ucapan mutiara author yaa.....

__ADS_1


__ADS_2