Derajat Rumah Tanggaku

Derajat Rumah Tanggaku
BAB 41


__ADS_3

Jangan lupa kasih Like yaaaa 👍


Jangan lupa komentarnya jugaaa 💬


Jangan lupa vote jugaaaa


Kebaikan kalian sangat berarti untuk author


🌹HAPPY READING🌹


"Al," panggil seseorang yang berdiri di ambang pintu kamar Al.


Naina dan Al menoleh melihat siapa yang datang. "Umi," seru Al ketika melihat yang datang adalah Dee.


Ketika Dee berjalan mendekat ke arah mereka, Naina menjatuhkan obat yang tadi dia pegang ke lantai begitu saja.


"Naina, maaf jika aku mengganggu waktu mu bersama Al."


"Tidak apa-apa, Umi. Al senang Umi disini," jawab Al cepat sebelum Naina membuka mulutnya.


Dee tersenyum mendengar ucapan anaknya. Tangannya terulur ke dahi Al untuk mengecek suhu tubuh anaknya.


"Tenggolokkan Al masih sakit, Umi," adu Al kepada Dee.


Dee mengangguk, "Sekarang Al minum obat, ya. Tadi kan belum selesai minum obatnya," ucap Dee


"Pahit, Umi," rengek Al tidak mau minum obat.

__ADS_1


"Minum obat, ya, nak. Kalau Al nggak minum obat nanti nggak sembuh-sembuh. Kalau Al nggak sembuh nanti Umi bakalan sedih," bujuk Dee dengan wajah sedihnya.


Al mengangguk patuh menuruti keinginan Dee. Dia tidak ingin Uminya sedih hanya karena dia sakit.


Dasar, Ibu dan Anak sama-sama menyebalkan. Gerutu Naina dalam hati karena kesal dengan kedatangan Dee.


Dee menyuapi obat sirupnya ke mulut Al. Dengan pelan Al menelan obatnya.


"Air, Umi."


Dengan sigap Dee mengambil air yang ada di meja dan memberikannya pada Al. Al menerim air itu dan meminumnya untuk menghilangkan rasa pahit dari sirup yang dia minum.


"Padahal sirupnya rasa pisang, nak," ucap Dee.


"Tetap pahit, Umi," jawab Al.


"Ya sudah, sekarang Al tidur, ya. Umi bakal disini jagain Al."


Dee mengangguk menjawab pertanyaan Al. Dia naik ke tempat tidur dan membawa Al kepelukannya. Al membalas pelukan Uminya. Tangan Dee mengusap lembut rambut hitam Al agar anak itu tertidur lebih nyenyak.


Tidak berapa lama, terdengar dengkuran halus dari mulut Al. Karena pengaruh obat, anak itu dengan mudah tertidur. Setelah memastikan Al benar-benar tertidur, Dee mengalihkan pandangannya kepada Naina yang sedari tadi duduk di tepi ranjang.


"Nai, aku lihat tadi kamu seperti memberi sesuatu kepada Al. Kamu memberikan apa, Nai?" tanya Dee lembut agar Naina tidak tersinggung.


"Aku hanya menyuruh Al minum, Dee. Tapi dia menolak, makanya aku tadi sedikit memaksa biar Al mau minum," ucap Naina mengarang indah.


Bohong! Kau bohong Naina. Tidak ada gelas ditangan mu. Gumam Dee dalam hati.

__ADS_1


"Lain kali jangan di paksa, Nai. Tenggorokannya sedang tidak enak, jadi wajar jika dia menolak. Aku harap kamu tidak tersinggung dengan ucapan ku, Nai," ucap Dee lembut namun tegas memperingati Naina.


Naina tersenyum lembut kepada Dee dan mengangguk. "Maaf, Nai. Aku hanya takut dia kehausan," alasan Naina.


"Niat mu baik, tapi anakku akan lebih sakit jika di paksa seperti itu," jawab Dee dengan tegas.


Naina hanya mengangguk. Dia malas untuk menjawab ucapan Dee. Wanita ini sok tegas sekali. Lihat saja, jika aku gagal menyingkirkan kalian berdua, maka salah satupun tidak apa-apa. Ucap Naina dalam hati.


"Oh ya, Dee, Ibra bagaimana?" tanya Naina mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Mas Ibra tertidur setelah minum obat. Aku kesini untuk memberi Al obat. Perasaan ku tidak enak jika meninggalkan anakku dengan orang lain," jawab Dee menyindir Naina. Entah mengapa Dia tidak suka melihat Naina memaksa Al seperti tadi.


"Kau lupa, aku yang memberikan kasih sayang kepada anakmu saat kau menjadi narapidana," ucap Naina kesal mendengar perkataan Dee.


"Aku berterimakasih untuk itu," ucap Dee santai.


"Dan aku bukan orang lain untuk anak dan suamimu," ucap Naina sarkas.


"Tapi kau juga tidak punya hubungan darah dengan anak dan suamiku," jawab Dee sengit kepada Naina. Dia hanya mengikuti hati kecilnya untuk membuat Naina kesal. Entah kenapa dia juga tidak tahu.


Naina yang terlanjur kesal dengan perdebatannya dan Dee bergegas keluar meninggalkan kamar Al.


......................


Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.


Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun Instagram author juga yaa @nonam_arwa


Author sayang kalian 🌹🌹😘


__ADS_2