
🌹HAPPY READING🌹
Sampai di Rumah Sakir, Ibra langsung menggendong Dee dan membawanya ke UGD. Ibra dan Wijaya menunggu diluar saat Dee sedang di periksa. Tak lama setelah itu, datang Kevin, Sofia dan Kiyai Rozak yang berjalan cepat kearah Ibra.
"Bagaimana Dee, Ibra?" tanya Sofia cemas.
"Dokter masih memeriksanya," ucap Ibra lemas.
Kevin mendekati Ibra dan menepuk pelan punggung Ibra memberikan kekuatan. "Semuanya pasti akan baik-baik saja, Ib," ucap Kevin.
"Gue juga mengharapkan itu, Vin," jawab Ibra lirih.
Wijaya yang melihat Ibra seperti itu, langsung saja memeluk anaknya tersebut. "Maafkan Papa, Ibra," ucap Wijaya.
Ibra menggeleng. "Bukan salah Papa. Harusnya kita jujur dari awal, Pa. Ini resiko dari tindakan ceroboh kita," ucap Ibra mengusap lembut punggung Papanya.
"Ibra, maafkan aku," ucap Sofia.
Ibra melepaskan pelukannya dari Wijaya dan beralih menatap Sofia yang berdiri di sampingnya. "Bukan salah mu. Doakan semoga semuanya baik-baik saja. Dan jangan terlalu dipaksakan, ingat anak dikandungan mu, Sofia," ucap Ibra.
Sofia mengangguk dan menghapus air mata yang sudah mengalir di pipinya. Kiyai Rozak yang melihat itupun menjadi tidak tega. "Maafkan keegoisanku, Ibra," ucap Kiyai Rozak.
Ibra hanya mengangguk. Tenaga sudah sangat lemah. Ketakutan bersarang di hatinya.
.....
Sedangkan di rumah, Al asik bermain dengan Bi Nini. Tiba-tiba saja dadanya berdegup kencang tak tak karuan. Al memegang dadanya dan mencoba menenangkan diri.
Bi Nini yang melihat pergerakan Al heran. "Tuan muda kenapa?" tanya Bi Nini perhatian.
Al menggeleng dan melihat kepada Bi Nini. "Nggak tahu, Bi. Tiba-tiba aja jantung Al beldegub kencang," ucap Al memberitahu Bi Nini.
"Apa sakit, Tuan Muda?" tanya Bi Nini khawatir.
"Nggak sakit, Bi. Tapi Al gelisah," jawab Al.
"Al istighfar dulu biar tenang, ya," ucap Bi Nini.
Al mengangguk dan mengucapkan istighfar berkali-kali dalam hatinya.
Ya Allah, semoga semuanya baik-baik saja. Ucap Bi Nini dalam hati melihat kegelisahan Al.
.....
Sedangkan di ruangan UGD, Dee tersadar dari pingsannya saat Dokter memeriksa perutnya.
"Eungh," lenguh Dee ketika bangung dari pingsannya.
__ADS_1
"Dokter," panggil Dee lemah melihat Dokter yang sedang memeriksanya.
"Anak saya baik-baik saja kan, Dokter?" ucap Dee memegang perutnya.
"Alhamdulillah, kandungan Ibu sangat kuat di saat yang tepat. Allah benar-benar menunjukkan kuasanya. Tadi Ibu sempat mengalami pendarahan, tapi untungnya tidak terlalu parah," jawab Dokter.
"Terimakasih, Dokter," ucap Dee tulus.
"Iya, Bu. Apa perut anda masih sakit?" tanya Dokter tersebut.
Dee menggeleng. "Sudah lebih baik, Dokter," jawab Dee.
"Dokter, boleh saya minta sesuatu?" lanjut Dee memegang tangan Dokter yang sedang memeriksa perutnya.
"Apa, Bu?" tanya Dokter tersebut.
"Janji dulu jika Dokter akan membantu saya," ucap Dee sedikit memaksa.
"Jika bisa, saya akan membantu," jawab Dokter wanita itu tersenyum ramah.
Dee meminta Dokter mendekatkan telinganya ke mulut Dee. Setelah itu Dee membisikkan permintaannya kepada Dokter tersebut.
"Maaf Bu. Saya tidak bisa," tolak Dokter tersebut ketika mendengar permintaan Dee.
"Saya mohon, Dokter. Ini demi keselamatan saya dan anak saya," ucap Dee memohon dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi itu melanggar etika profesi saya, Bu," ucap Dokter tersebut.
Dokter tersebut menghela nafas kasar tidak tega melihat Dee. Kemudian Dokter tersebut mengangguk. "Baiklah, saya akan membantu anda," jawab Dokter tersebut menyetujui permintaan Dee.
"Terimakasih banyak, Dokter," ucap Dee senang dan menggenggam lembut tangan Dokter tersebut.
"Sama-sama," jawab Bu Dokter.
.....
Sedangkan di luar UGD, Ibra dan yang lainnya sudah menunggu dengan gelisah.
Ceklek
Pintu UGD terbuka. Ibra langsung mendekat kepada Dokter yang baru keluar dari sana.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" tanya Ibra cemas.
Dokter wanita tersebut menghela nafas sebentar. "Maaf, Pak. Janin dalam perut Ibu Dee tidak bisa kami selamatkan,"
DUAR
__ADS_1
Mereka semua syok dan terkejut mendengar perkataan Dokter. Dunia Ibra seakan runtuh dalam sekejap mata. "Ini tidak benarkan, Dokter?" tanya Ibra.
"Maaf, Pak. Kami tidak bisa menyelamatkannya. Kandungan Ibu Dee sangat lemah, ditambah lagi Ibu Dee mengalami tekanan hebat. Ini yang memicu janinnya keluar sebelum berbentuk, Pak," ucap Dokter tersebut menjelaskan kepada Ibra.
"Bolehkah kami menemuinya, Dokter?" tanya Kevin.
"Ibu Dee akan kami pindahkan keruang rawat. Setelah itu, kalian bisa melihatnya," ucap Dokter.
Mereka semua yang ada di sana mengangguk mengerti mendengar perkataan Dokter.
.....
Dee sudah di pindahkan ke ruang rawat. Dee menatap kosong langit-langit kamar.
Ceklek
Suara pintu terbuka. Dan terlihat Ibra dan yang lainnya memasuki ruangan. Dee menoleh sebentar kepada mereka, setelah itu dia kembali menatap kosong langit-langit kamar.
"Sayang," panggil Ibra lembut.
Dee menoleh melihat Ibra. Dia hanya diam tidak menjawab panggilan Ibra.
"Apa masih sakit?" tanya Ibra mengusap lembut perut Dee.
Dee menjauhkan tangan Ibra dari perutnya dengan lembut. "Anakku sudah tidak ada," ucap Dee lirih.
"Maaf, Sayang," ucap Ibra dengan suara bergetar.
"Apa maaf mu bisa mengembalikan anakku?" tanya Dee kepada Ibra.
Ibra menggeleng lemah. Hanya kata maaf yang keluar dari mulutnya.
Kiyai Rozak yang melihat itu menjadi merasa bersalah. "Maafkan keegoisan saya, Nak Dee," ucap Kiyai Rozak menyesal.
"Apa maaf anda bisa mengembalikan janin saya yang hilang?" ucap Dee. "Begitu cara anda bertanya saat meminta pertanggungjawaban atas kecerobohan mertua saya, bukan? Sekarang coba anda jawab bagaimana cara anda mengembalikan anak saya?" lanjut Dee memandang Kiyai Rozak.
Kiyai Rozak terdiam. Dia benar-benar menyesali keegoisannya. Banyak hati yang terluka dan banyak pengorbanan karena keegoisannya.
Sedangkan yang lainnya hanya diam memandang sendu Dee.
"Sayang, aku salah. Aku minta maaf, Sayang," ucap Ibra lirih memandang dalam mata Dee.
Dee membalas pandangan Ibra tak kalah dalam. Hatinya di penuhi kekecewaan. Cintanya bahkan tidak mampu menutupi luka, kecewa dan sakit hatinya.
"Ceraikan aku!"
......................
__ADS_1
Jangan lupa baca novel aku yang lain, ya teman-teman. "MEMAKSA CINTA"
Terimakasih Kiz ucapkan karena selalu mengikuti novel receh Kiz teman-teman. Like, vote dan komentar kalian sangat berguna bagi Kiz. Pasti indah banget kalo semua yang baca kasih Like. Semoga hati kalian terketuk untuk kasih Like ya teman-teman. Kiz doain murah rezeki dan cepat dapat jodoh bagi yang jomblo (kayak Kiz), bagi yang udah dapat jodoh biar makin kuat cintanya, Aamiin. Kiz sayang kalian 🌹🌹😍