
🌹HAPPY READING🌹
Sesuai perkataan Ibra tadi, kini mereka semua sudah berkumpul di rumah Dee. Dee menyerahkan Toko kepada Joni selama mereka pergi. Dee berjalan keluar rumah dan memasuki Toko nya.
"Joni, saya titip Toko, ya," ucap Dee ramah menyerahkan kunci Toko kepada Joni. Takutnya dia akan kembali malam dari jalan-jalan.
Joni mengangguk dan tersenyum kepada Dee. "Iya, Buk Bos. Saya dan yang lainnya pasti jagain Toko," ucap Joni menerima kunci dari Dee.
"Yasudah, saya percaya kamu, Joni. Kalau begitu saya ke rumah dulu, ya," ucap Dee.
Joni mengangguk. Dee kembali ke rumah menyusul keluarga yang lainnya yang sudah berkumpul di ruang tamu.
"Udah Sayang?" tanya Ibra kepada Dee.
"Udah Mas," jawab Dee.
Dee mengalihkan pandanganya kepada Zahra dan Kina yang sedang tertawa bersama Al. "Wah, anak-anak Umi udah ganteng dan cantik-cantik semua," ucap Dee mengecup pipi Kina, Zahra dan Al secara bergantian.
"Hehe iya, Umi," jawab mereka serempak.
Semua yang ada di sana tersenyum melihat bagaimana Al dan Kina bisa menerima Zahra. Walaupun sikap Al masih dingin kepada Sofia dan Kiyai Rozak dan Dee yang masih sedikit canggung.
"Yasudah, sekarang kita berangkat," ucap Ibra.
"Ayah, Ala mau semobil sama Abang sama Adik, ya," ucap Zahra memohon kepada Kevin.
Kevin mengangguk dan tersenyum. "Iya, Nak," jawab Kevin mengizinkan.
Zahra dan Kina bersorak senang karena mereka akan satu mobil nanti.
Mereka semua berjalan ke luar rumah dan menaiki mobil masing-masing. Mereka berangkat dengan tiga mobil. Mobil pertama ada Ibra dengan keluarga kecilnya di tambah Zahra, mobil kedua yaitu Wijaya bersama Raina, Agam dan Adam, sedangkan mobil ketiga ada Kevin bersama Sofia dan Kiyai Rozak.
Kini satu persatu mobil mereka sudah meninggalkan pekarangan rumah Dee. Tujuan mereka kali ini yaitu Kota Bukittinggi. Dari tempat tinggal Dee ke Kota Bukittinggi memakan waktu lebih kurang empat jam.
Sepanjang perjalanan, terdengar celoteh dari Kina dan Zahra, sedangkan Al hanya tersenyum dan sesekali menyahuti.
"Wah, ada ail mancul nya," ucap Zahra menunjuk keluar jendela.
"Iya, Tak. Itu namana Ail mancul Lemah Nanai," ucap Kina memberitahu Zahra.
"Lembah Anai, Dek. Bukan Lemah Nanai," ucap Dee mengoreksi perkataan Kina.
"Hehe itu macud Ina, Umi," ucap Kina dengan memperlihatkan gigi susunya yang tersusun rapi.
__ADS_1
Sedangkan Ibra dan Al hanya tersenyum melihat wajah ceria Zahra dan Kina.
Kini mobil mereka memang sudah melewati Air Terjun Lembah Anai. Sekitar dua jam setengah lagi mereka akan sampai di Bukittinggi.
"Suasana disini masih bagus ya, Sayang," ucap Ibra kepada Dee.
"Iya, Mas. Disini masih asri banget," ucap Dee.
"Al sama Umi setiap libur lebaran jalan-jalannya pasti lewat sini, Abi," ucap Al mulai bercerita kepada Ibra.
"Oya, kalian berangkat sama siapa?" tanya Ibra.
"Umi yang bawa mobil, Abi. Sekarang kan Umi udah jago bawa mobilnya," ucap Al.
Tanpa Al sadari, perkataannya menusuk hati Ibra. Ibra terdiam mendengar perkataan Al. Perjalanan sejauh ini, dan Dee menyetir mobil sendirian, sungguh Ibra benar-benar mengutuk dirinya sendiri.
Dee yang mengerti perubahan raut wajah Ibra mengelus lembut lengan Ibra sambil tersenyum. "Sekarang sudah ada kamu, Mas," ucap Dee lembut.
Ibra tersenyum dan mengangguk menjawab perkataan Dee. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan suasana diam. Lantunan sholawat dari mobil Ibra mengiringi perjalanan mereka. Kina dan Zahra sudah tertidur di belakang, sedangkan Al sibuk dengan iPad nya.
.....
Kina mereka sudah sampai di Kota Bukittinggi. Mereka semua kini sedang berdiri di depan Jam Gadang.
"Al, apa tidak berat mendorong Zahra?" tanya Kevin.
"Nggak berat, Uncle. Al jadi bisa barengan sama Adik Al," ucap Al tersenyum.
Mereka semua yang mendengar itu tersenyum. Al benar-benar kakak yang sangat baik dan bertanggungjawab.
"Ib, gue sama Adam mau jalan-jalan dulu. Nanti kita ketemu disini aja," ucap Agam.
"Mau kemana Lo?" tanya Ibra curiga.
"Cari uni-uni Minang," ucap Agam langsung menyeret tangan Adam menjauh.
"Gue sama Sofia juga mau pacaran dulu, Ib. Zahra, Ara ikut Ayah atau Abi?" tanya Kevin kepada Zahra.
Zahra mendongak menatap Kevin. "Zahra ikut Abang sama Adek," jawab Zahra.
"Zahra yakin, Nak?" tanya Sofia.
Dengan semangat Zahra mengangguk lucu.
__ADS_1
"Gue titip Zahra, kita mau pacaran dulu," ucap Kevin dan berlalu pergi bersama Zahra. Sangat sayang sekali, di tempat seindah kini Kevin melewatkan momen berdua ya dengan sang istri.
Ibra mendengus kesal melihat kedua sahabatnya. Dia kan juga ingin berduaan dengan Dee. Lalu pandangan Kevin beralih pada Wijaya, Raina dan Kiyai Rozak.
"Kalian jalan-jalan, saja. Biar kami orang tua disini. Nanti jika bosan kami juga akan jalan-jalan. Kasian Mama kamu masih letih," ucap Wijaya yang mengerti dengan tatapan Ibra.
Ibra mengangguk. "Nanti kita kumpul disini lagi, Pa," ucap Ibra.
Setelah itu Ibra berjalan bersama Dee dan anak-anak. "Abi, kita ke Kebun Binatang dulu, ya," ucap Al semangat.
Ibra tersenyum dan mengangguk. Di Bukittinggi terdapat berbagai destinasi untuk anak-anak dan juga orang dewasa. Ada panorama dengan suguhan pemandangan yang menakjubkan, Lubang Jepang dan Benteng For De Kock sebagai peninggalan sejarah, Supermarket Ramayana, dan masih banyak lagi.
"Zahra, seneng nggak bisa main sama Abang sama Kina?" tanya Al. Kini mereka dalam perjalanan menuju Kebun Binatang. Jarak Jam Gadang ke Kebun Binatang memakan waktu dua puluh menit dengan berjalan kaki. Tapi terasa sebentar karena disini sangat ramai. Sepanjang perjalanan menuju Kebun Binatang banyak orang-orang menjual souvenir khas Bukittinggi, Sumatera Barata.
"Suka Abang. Dari dulu Zahra mau ketemu Abang sama Adek. Tanya aja Ayah sama Abi," ucap Zahra melihat Ibra yang menggendong Zahra. Dee hanya tersenyum melihat celoteh anak-anak.
"Abi, Ina mau tayak tatak," ucap Kina.
"Maksudnya Sayang?" tanya Ibra bingung.
"Tulunin Ina, Abi," ucap Kina.
"Disini ramai, Nak. Nanti Adek keinjek," ucap Ibra.
Kina terus memberontak. Hingga Ibra menurunkan Kina dari gendongannya. Kina memberhentikan kursi roda Zahra dengan berdiri tepat di depan Zahra. Zahra yang mengerti maksud Kina langsung menggeser sedikit tubuhnya ke pinggir agar Kina bisa naik ke kursi rodanya. Dengan sedikit tertatih Kina naik ke kursi tidak Zahra.
"Dolong, Abi," ucap Kina seenaknya.
Dee dan Ibra menggeleng dan tersenyum melihat kelakuan anak-anaknya.
"Biar Abi yang dorong, Boy. Al jalan pegang tangan Umi," ucap Ibra.
Al mengangguk patuh dan melepaskan tangannya dari kursi roda Kina. Dengan celoteh Kina dan Zahra mereka berjalan ke Kebun Binatang.
......................
Tempat-tempat Wisata yang akan di kunjungi Keluarga kecil Ibra. Kecuali Lubang Jepang ya, soalnya Zahra sama Kina pasti akan ketakutan.
......................
__ADS_1
Semoga nggak bosan-mengikuti cerita author ya 🤗😍