
Jangan lupa kasih Like, vote dan komentarnya yaa
Jangan lupa follow Instagram aku @nonam_arwa
🌹HAPPY READING🌹
Tangan Ibra dengan telaten mengoleskan salep di bagian luka yang ada di dekat dada istrinya. Dengan sekuat tenaga Ibra menahan keinginannya agar tidak menerkam istrinya.
"Mas," panggil Dee lembut kepada Ibra.
"Eh, sayang. Kenapa bangun?"
Dee hanya menggeleng, dia bangun dari tidurnya dan duduk bersender di ranjang.
"Kenapa, sayang?"
"Mas, maafin Adek belum bisa memenuhi kewajiban sebagai istri. Adek minta maaf. Adek benar-benar gagal menjadi seorang Istri. Adek gagal menjadi Ibu, bahkan Adek gagal menjadi seorang anak, Mas," ucap Dee dengan suara yang sudah bergetar. Kepalanya menunduk dalam tidak berani menatap Ibra.
Tadi, saat Ibra membuka kancing bajunya, Dee terbangun karena merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh tubuhnya. Tapi Dee berpura-pura tidur agar Ibra tidak terganggu.
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih, sayang. Kamu adalah wanita sempurna untuk aku. Kamu adalah ibu terbaik untuk Al. Dan kamu adalah anak shaliha untuk Ayah dan Bunda. Jadi jangan bicara seperti itu lagi, ya."
"Tapi kamu harus tersiksa menahan segala keinginan kamu, Mas. Adek siap kalau mas menyentuh Adek sekarang. Adek juga ingin mengambil pahala Adek sebagai istri yang baik."
"Kamu memang akan menjadi istri yang baik memberikan hak suamimu, sayang. Tapi aku akan menjadi suami yang kejam, yang menggauli istrinya dengan keadaan luka seperti ini. Aku masih bisa menahannya. Lagian kalau luka seperti ini nggak ada nikmatnya, sayang. Kegiatan aku pasti terbatas nanti," jawab Ibra yang diselingi candaan untuk menghibur Dee.
Dee tersenyum mendengar ucapan Ibra. "Terimakasih, karena masih menerima Adek, Mas."
Ibra membawa Dee kepelukannya, "Sama-sama, sayang. Aku dan Al beruntung memiliki wanita sepertimu," ucap Ibra lembut.
"Jangan pernah tinggalin Adek, Mas. Sekarang Adek udah nggak punya siapa-siapa lagi. Mas dan Al adalah kekuatan Adek. Jadi jangan tinggalin Adek, ya."
Saat sedang tenang dalam pelukannya, Dee teringat sesuatu dan langsung melepaskan pelukan Ibra. "Mas Al dimana? Pasti dia takut banget tadi liat aku marah-marah," tanya Dee cemas mengingat bagaimana ketakutan Al saat sarapan tadi.
"Al lagi main di bawah sama Agam dan Kevin. Tadi memang dia takut banget, tapi sekarang udah enggak, kok."
"Maafin aku, ya, Mas," ucap Dee menyesal.
Ibra menggeleng, "Bukan salah kamu, sayang. Ya sudah, sekarang tidur lagi, ya. Pasti capek abis nangis kayak tadi."
__ADS_1
"Adek mau ke makam Ayah sama Bunda. Boleh, ya?" ucap Dee penuh harap kepada Ibra.
Ibra mengangguk mengiyakan permintaan Dee. "Tapi nanti, ya. Sekarang istirahat dulu. Pasti capek habis nangis kayak tadi," bujuk Ibra lembut.
"Promise?"
"Promise."
"Mas disini dulu, ya. Elus-elus kepala Adek," pinta Dee manja kepada Ibra.
"Istrinya Mas Ibra udah manja ya, sekarang," ucap Ibra. Ibra berbaring di sebelah Dee. Menjadikan lengannya bantal untuk kepala Dee. Dee merapatkan kepalanya ke dada bidang Ibra mencari kenyamanan di sana. Sebelah tangan Ibra mengelus lembut kepala Dee yang tertutupi hijabnya.
Maafkan keegoisan aku, sayang. Kita semua merasakan luka akibat keegoisan aku. Maaf. Ucap Ibra dalam hati memandang penuh cinta wajah damai istrinya.
......................
Terimakasih selalu setia mengikuti cerita receh yang author tulis.
Tunjukan sayang kalian dengan like, vote dan komentarnya yaa. Agar author lebih semangat lagi.
__ADS_1
Author sayang kalian 🌹🌹😘