
Note: Sebelum ke cerita Author mau minta maaf ya kalau jarang up soalnya lagi lumayan sibuk juga. Terus author mau tanya dong karya author dah sampai mana? Siapa tahu ada yang dekat dengan author bisa menjalin silaturahmi..
Oke kembali ke cerita..
ππππ
Setelah Hendrawan meninggalkan kediaman Prawira, Graha menuju kekamar sang Opa. Graha kaget melihat sang Opa yang tengah menangis menatapi foto sang Bunda.
"Opa, Opa kenapa?" tanya Graha dengan lirih..
Opa Rahman kaget melihat sang cucu yang tengah berada di belakangnya.
Dengan cepat Opa Rahman menghapus airmatanya.
"Gra,, Opa enggak apa apa. Opa hanya kangen sama dengan Bundamu." jelas Opa Rahman sedikit berbohong.
"Opa jangan bohong dengan Graha, Graha tahu Opa." jawab Graha dengan lembut..
Seketika Opa Rahman terdiam,namun dirinya enggan untuk menceritakan yang sebenarnya.
Menceritakan bahwa Grahadi adalah kakak lain Ayah.
Opa Rahman lebih memilih untuk mengatakan bahwa Grahadi adalah saudara seAyah..
__ADS_1
"Opa enggak bohong Gra. Opa hanya sedang merindukan Bunda dan Ayahmu saja. Seandainya mereka masih hidup pasti mereka akan sangat bahagia dengan kehadiran Aya.." ucap Opa Rahman mencoba mengalihkan pembicaraan.
Graha sangat mengerti dengan keadaan Sang Opa.
"Iya Opa, ya sudah Opa istirahat saja, Gra mau kembali ke Rumah sakit. Gra pulang nganterin Aya pulang." jelas Graha dengan lembut..
"Iya sudah Gra kamu hati hati dijalan." ucap Opa Rahman dengan sedikit mengembangkan senyuman..
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Dilain tempat sang Polwan cantik Salsa kini sedang bertugas. Salsa nampak sangat cantik tanpa seragam polisi, karena kali ini Salsa harus menyamar menjadi orang lain demi menjalankan pekerjaannya..
Walaupun Salsa seorang wanita namun dia adalah wanita yang tangguh, Sejak kecil Salsa telah di tinggal orang tuanya dan hanya tinggal dengan sang kakak Revan. Namun semenjak Revan di penjara dengan berat Salsa pun harus banting tulang bekerja demi menghidupi dirinya sendiri dan untuk melanjutkan pendidikannya di akademik kepolisian.
Berkat niat, usaha dan doa Salsa berhasil meraih gelar polwan dengan pangkat bribtu..
Salsa merasa sangat risih mendapatkan tatapan yang seperti singa lapar, namun demi tugas dia pun menjalankannya.
"Kenapa mereka semua memandang ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" grutu Salsa dalam hatinya..
Setelah melakukan penyamaran akhirnya Salsa berhasil menangkap seorang pengedar narkoba yang sangat meresahkan rakyat. Dengan pengawalan ketat Salsa membawanya ke kantor polisi..
Tanpa diduga dan tanpa di sengaja ruangan yang di gunakan untuk menginterogasi tersangka melewati sel Amar.
__ADS_1
Amar tertegun melihat kecantikan Salsa, dan Salsa pun merasa sangat malu melihat Amar memandangi dirinya.
"Benar benar bidadari syurga." gerutu Amar dalam hati..
Alif yang melihat Amar pun menjadi sedikit tersenyum senang melihat sang sahabat kini telah move on.
"Cantik ya Mas wanita itu?" ucap Alif persis di telinga Amar.
Amar kaget dan reflek menatap kearah Alif..
"Mas Alif mengagetkanku saja?" ucap Amar mengalihkan pembicaraan..
"Mas si bengong gitu lihat wanita cantik tadi. Siapa dia Mas?" tanya Alif penasaran..
Amar memilih mengabaikan pertanyaan Alif dan kembali berbaring diatas tikar yang mereka gunakan untuk tidur..
"Enggak tahu belum sempat kenalan?" ucap Amar sembari tertawa..
Alif pun hanya bisa menepuk jidat nya sendiri melihat sikap aneh sahabatnya...
Setelah cukup lama menginterogasi tersangka kini Salsa pun keluar dari ruangan tersebut dan kembali melewati sel Amar, hatinya berdetak sangat kencang ketika melihat lelaki pertama yang membuat jantungnya berdetak..
Salsa semakin terpana melihat Amar yang sedang menunaikan sholat Magrib.
__ADS_1
"Subhanallah sungguh sempurna lelaki itu." ucap Salsa tanpa sengaja memuji Amar.
Karena merasa malu dengan langkah cepat Salsa keme keluar dari area tersebut dan memutuskan untuk pulang karena karena tak nyaman dengan pakaian yang dia gunakan saat ini...