
Berlian dan Fani masih berbincang mengenai hubungan Amar dan juga Salsa, keduanya sama sama setuju untuk menyatukan cinta Amar dan Salsa..
"Menurutmu bagaimana Kak kalau kita bantu mereka untuk menyatukan cinta mereka, aku akan mencoba membujuk Mas Revan supaya mau memberikan restunya untuk hubungan mereka." ucap Fani sembari menatap kearah Berlian..
Berlian pun berfikir sejenak dan kemudian mengangguk.
"Iya Fan kamu benar, kita harus membantu Mas Amar dan Salsa walaupun kita pernah ada dalam kehidupan Mas Amar tapi itukan masalalu,dan apalagi sekarang kita semua adalah keluarga.🤗🤗" ucap Berlian sembari tersenyum..
Fani pun mengangguk menandakan bahwa dia juga setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Berlian..
"Baiklah kalau begitu Kak, kita bantu mereka ya. Oh iya Mas Graha bagaimana kabarnya? Kenapa dia gak ikut kesini?" tanya Fani yang tiba tiba menanyakan keberadaan Graha..
Berlian pun tersenyum dan kemudian menatap kearah Fani..
"Fan kamu lupa ya jika Mas Graha itu seorang Dokter sudah pasti dia sibuk dengan pasien pasien nya dan Mas Graha juga masih harus mengurus perusahaan jadi yah begitu deh waktu untuk keluarganya sedikit. Tapi itu tak pernah mengurangi rasa cinta dan tanggung jawabnya terhadap kami." ucap Berlian yang memberi tahu bahwa suaminya itu sibuk.
Fani pun tersenyum dan bangga terhadap Graha kakak iparnya. Dia adalah lelaki sempurna yang limitid edition yang di ciptakan oleh Allah buat wanita sebaik dan setulus Berlian..
"Iya Kak aku bangga banget sama Mas Graha, dan aku bersyukur karena kakak mendapatkan lelaki sebaik dan sesempurna Mas Graha." ucap Fani sembari tersenyum.
Berlian pun tersenyum dan kemudian memegang rambut sang adik.
__ADS_1
"Kamu juga beruntung Fan kamu bisa dapat lelaki yang seperti Mas Revan kalian bisa saling menyempurnakan satu sama lainnya dan aku sangat bahagia melihat adikku yang sekarang." ucap Berlian memuji Fani..
Keduanya pun tersenyum dan saling bersyukur karena telah mendapatkan kebahgiaan yang sesungguhnya..
Fani dan Berlian sama sama menghampiri Aya dan Vano yang sedang bermain bersama Bunda Risa di rumah tamu..
🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩🌩
Di lain tempat..
Graha yang baru saja selesai memeriksa pasien pasien nya pun langsung masuk kembali ke ruangannya untuk beristirahat..
Graha pun tersenyum saat melihat layar ponselnya melihat foto Berlian dan Cahaya yang sedang tersenyum..
Tiba tiba Graha mengingat bahwa tadi pagi Berlian berpamitan untuk kerumah Bunda Risa, Graha memutuskan untuk menghubungi Berlian untuk memastikan keberadaannya..
Lama sambungan telafon Berlian tak terjawab karena Berlian sedang asik bermain dengan Aya dan Vano.
Bunda Risa yang melihat ponsel Berlian berdering pun langsung mengantarkannya kepada sang putri..
"Lian sayang ini suami kamu menelfon." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..
__ADS_1
Berlian pun mengambil ponselnya.
"Terima kasih ya Bunda." ucap Berlian sembari pergi meninggalkan anak anak untuk berbicara dengan sang suami..
Iya Mas kenapa? Maaf ya Mas tadi aku sedang main bersama Aya dan Vano." ucap Berlian sembari tersenyum..
Graha pun tersenyum di sebrang sana..
"Iya gak apa apa sayang, jadi kamu sudah berada di rumah Bunda? Ya susah kalau begitu kamu hati hati ya Mas hanya memastikan saja. Oh iya salam ya buat Bunda sama Fani bilangin Mas minta maaf karena Mas gak bisa datang kesana.." ucap Graha sembari tersenyum..
Berlian pun tersenyum senang karena sang suami tak marah kepadanya..
"Baiklah Mas nanti aku kasih tahu ya ke Bunda dan Fani. Mas jangan lupa makan siang ya ingat Mas jangan terlalu sibuk ya. Terus nanti malam Mas mau makan di rumah atau bagaimana?" tanya Berlian dengan lembut..
Graha pun menjelaskan bahwa Graha ingin meminta izin pergi ke acara bisnis dengan Mas Amar karena itu acaranya khusus laki laki jadi Graha gak bisa mengajak Berlian..
"Bagaiman sayang apa kamu mengizinkan?" tanya Graha harap harap cemas.
"Ya sudah Mas gak apa apa kalian tetap hati hati ya terus pulangnya jangan malam malam." ucap Berlian sembari tersenyum..
Setelah menutup sambungan telfon nya kini Berlian dan Aya berpamitan untuk pulang karena harus menjaga sang Opa yang sendirian di rumah..
__ADS_1