DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 37_s3


__ADS_3

Berlian sangat bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Fani,,Berlian bersyukur karena perjuangan dan doa Fani akhirnya di ijabah oleh Allah dan kini Fani pun telah kembali merasakan ada makhluk di dalam perutnya.


Berlian pun mengelus perutnya yang masih rata..


"Sayang kamu nanti punya teman, sekarang di rahim Tante Fani ada calon adik kamu juga."


Berlian seolah berfantasi dengan sang buah hati yang masih berada dalam kandungannya yang baru saja menginjak 4 bulan..


Graha yang melihat sang istri tengah asik bercerita dengan calon anaknya pun mendekati sang istri kemudian mendekapnya dengan mesra...


"Apa yang sedang kamu lakukan bidadari ku? Kenapa kamu mengajak anak kita berbincang sedangkan sama aku kamu engga menceritakannya. Jangan buat aku cemburu dong."


Graha bergelayut di bahu sang istri dengan manja membuat Berlian tak berhenti tertawa.


"Mas kamu sudah tak pantas bersikap seperti itu, ingat kamu itu seorang Ayah bagaimana jika Aya melihatnya?"


Berlian terkekeh melihat tingkah suaminya..


Graha pun hanya tersenyum..


"Sayang ini kan di kamar kita mana ada yang melihatnya.Aku hanya pengin bermanja sama kamu entah kenapa hari ini aku ingin sekali selalu berada di dekatmu dan terus mendekapmu dengan penuh cinta."

__ADS_1


Graha tiba tiba berubah menjadi manja dan begitu mesranya kepada Berlian sang istri hal itu membuat Berlian justru terkekeh..


"Mas masa kamu jadi seperti ini si? Bagaimana caba jika ada orang lain yang tahu jika seorang CEO perusahaan ternama sangat manja kepada istrinya."


Berlian tertawa, hal itu membuat Graha langsung mendekap merasa Berlian dan langsung memberikan sebuah ciuman mesra di bi*ir Berlian.


Berlian reflek kaget dengan perlakuan sang suami..


"Mas kamu ini kenapa si?"


Graha pun tak mendengarkan ucapan Berlian justru sikap Graha semakin romatis..


Berlian pun mengiyakan ucapan sang suami, keduanya pun langsung menikmati harinya bersama..


Graha dan Berlian nampak sangat bahagia dengan kebersamaan mereka.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meninggalkan kisah Berlian kini Amar dan kedua orang tuanya sedang duduk bersama, mereka sedang berunding mengenai acara pernikahan Amar dan Salsa yang tinggal menghitung hari..

__ADS_1


Bunda Hesty dan Ayah Wiguna ingin agar pernikahan Amar menjadi pernikahan yang terakhir dan berkesan untuk Amar dan Salsa, Bunda Hesty ingin membuat acara yang sempurna untuk putra semata wayangnya..


"Amar sayang Bunda ingin pernikahan kamu dan Salsa menjadi momen yang tak akan pernah kalian lupakan seumur hidup kalian. Bunda ingin kamu merayakan pernikahan itu dengan mewah."


Bunda Hesty tersenyum sembari menatap kearah Amar..


"Bunda tapi kayaknya sederhana saja deh Bund, soalnya Amar gak percaya diri dan merasa malu karena pada intinya Amar menikah untuk kali ke tiga dan kedua Mentan istriku adalah istri dari adikku dan kakak ipar dari calon istriku. Amar takut jika semua itu akan menimbulkan omongan yang kurang baik Bunda."


Amar merasa tak enak hati karena ternyata kehidupannya berputar di keluarganya sendiri.


Bunda Hesty pun tersenyum..


"Itu sudah garis takdir Amar, dan kamu gak boleh ngomong seperti itu. Bukankah sekarang kalian bisa hidup dengan rukun walaupun Berlian dan Fani adalah mantan istrimu tapi Revan dan Graha tak pernah mempermasalahkannya jadi sudah kamu jangan berfikir kesana lagi ya."


Ayah Wiguna pun menatap kearah Amar dan ikut menimpali ucapan sang istri..


"Iya Mar Bunda kamu benar, kamu harus bisa move on dari semuanya karena kamu akan segera menempuh hidup baru dengan wanita terbaik yang Allah kasih..


Amar jika Revan dan Graha saja bisa menerimanya kanapa sekarang kamu merasa malu?"


Ayah Wiguna pun memberikan beberapa nasihat untuk Amar dan Ayah Wiguna juga memberikan Amar kepercayaan bahwa Amar pun pantas untuk bahagia bersama Salsa wanita terbaik yang Allah kasih buat Amar.

__ADS_1


__ADS_2