
Amar merasa gak enak dengan Graha sang adik pasti mereka akan sangat marah besar karena telah meninggalkannya di rumah Fani..
"Aduh mereka pasti sangat marah mereka itu." ucap Amar dalam hati.. Udah ah mereka juga akan tahu kok lagian mana mungkin aku tinggalin Salsa sendirian di sini? ucap Amar kemudian...
Tak lama kemudian Salsa keluar setelah menyelesaikan segala urusannya. Salsa mendekati Amar dan bingung melihat Amar yang sedang bengong..
"Mas kamu kenapa??" tanya Salsa pelan..
Amar pun terkejut melihat Salsa ada disampingnya.
"Sa kapan kamu masuk mobil?"tanya Amar pelan..
Salsa hanya tersenyum mendengar ucapan Amar..
"Salah siapa Mas melamun? Hayo pasti lagi melamunin pacar Mas ya?" tanya Salsa sembari tersenyum..
Amar tertawa mendengar ucapan Salsa..
"Mana ada wanita mau sama duda dua kali,ngaco kamu! Aku lagi mikirin adikku Graha dan Lian mereka masih ada di rumah Bunda Risa." ucap Amar pelan..
Raut wajah kaget Salsa membuat Amar tersenyum..
"Mas pasti besok aku dimarahin Mas Revan deh kalau merekax tahu aku yang mengajak kamu kesini, terus sekarang mereka masih di sana? Ayo sekarang kita pulang." ucap Salsa panik.
Amar kini tersenyum senang melihat kepanikan Salsa..
"Kamu cantik kalau lagi panik?" ucap Amar pelan..
__ADS_1
Wajah Salsa berubah malu mendengar ucapan Amar..
"Mas bisa saja, ya sudah ayo kita pulang." ucap Salsa sembari tersipu malu...
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Singkat cerita, kini Amar dan Salsa telah sampai di rumah milik Fani, mereka mencari keberadaan Graha dan Berlian namun mereka tak menemukannya..
"Mas apa mereka sudah pulang?" tanya Salsa panik..
"Entah coba aku telfon mereka dulu." ucap Amar pelan..
Amar pun mencoba menghubungi Graha sang adik dan tak beberapa lama Graha pun mengangkat telfonnya..
"Assalamualaikum." ucap Amar pelan..
"Waalaikumsalam, Mas dimana wah tega ya ninggalin kami." ucap Graha sedikit kesal...
"Maafin Mas, tadi Mas lihat Salsa pergi sendirian dan Mas kan gak mungkin biarkan dia pergi sendirian." ucap Amar tanpa rasa malu..
"Tapi kan bisa ngomong dulu Mas." ucap Graha pelan.
"Ya sudah Mas minta maaf kalian ada dimana biar Mas jemput?" tanya Amar sembari tersenyum..
"Telat kami sudah di rumah gara gara Mas kami pulang jalan kaki." ucap Graha bercanda..
Amar tertawa mendengar ucapan Graha,..
__ADS_1
"Wah kalian hebat ya jarak dari sini ke rumah kita kan 10 kilo kalian sanggup jalan wah keren." ucap Amar sedikit bercanda..
"Sudahlah Mas kali sudah di rumah kami pinjam mobil Fani." ucap Graha kemudian menutup telfon nya..
Pada keesokan harinya Amar mengunjungi rumah besar milik Opa Rahman, Aya sangat senang melihat Om Amar datang mengunjunginya..
"Selamat pagi keponakan Om yang cantik." ucap Amar ketika melihat Aya sedang main di ruang tamu..
"Om Amar.." ucap Aya sembari berlari dan kemudian memeluk Amar..
Amar sangat bahagia melihat Aya..
"Ini lihat Om Amar bawa apa?" tanya Amar pelan sembari memberikan boneka kelinci yang sangat lucu..
"Wah boneka kelinci, maksih Om Amar, Om baik deh." ucap Aya dengan girangnya..
Berlian yang sesnag berada di dapur pun melihat Aya karen mendengar suara heboh di ruang tamu..
Belum sempat Berlian memanggil Aya, Aya telah datang untuk menemuinya..
"Bunda,, Lihat boneka kelinci ini sangat lucu. Om Amar memberikannya buat Aya, boleh ya Bunda." ucap Aya sembari meminta izin untuk mengambil boneka pemberian Amar itu..
"Iya sayang boleh. Tapi sudah bilang terima kasih belum sama Om Amar?" tanya Berlian dengan lembut.
Amar yang kebetulan sedang menuju ruang tengah pun mendengar ucapan Berlian yang dengan halusnya mengajarkan etika kepada sang putri..
"Om terima kasih bonekanya Aya sangat suka." ucap Aya sembari memeluk Amar.
__ADS_1
"Iya Aya sayang, Om senang kalau Aya suka. Ya sudah Aya sarapan dulu nanti Bunda kamu marah loh." ucap Amar yang melihat makanan Aya masih utuh..
"Baik Om." ucap Aya sembari mengambil makanan yang berada di atas meja kemudian mulai memakannya..