
Fani sengat senang melihat Salsa menyukai makanan yang dia buatkan untuknya.
"Aku senang melihat kamu lahab menikmati makanan yang aku buat terima kasih ya karena kamu dan Mas kamu telah menerima kami dengan lapang dada." ucap Fani dalam hatinya..
Tiba tiba saja si kecil Devano menghampiri sang Bunda dan juga Nenek Risa yang masih sibuk di dapurnya.
"Selamat pagi Bunda.. Selamat pagi Nenek." ucap Vano sembari mengucek matanya yang masih kelihatan mengantuk..
Fani yang melihat Vano menghampirinya pun langsung menghentikan aktifitasnya dan menghampiri sang putra..
"Pagi sayang, anak Bunda sudah bangun.. Ayo pasti belum mandi ayo kita mandi dulu." ucap Fani sembari mengajak Vano menuju ke kamar mandi..
Vano pun menurut ucapan sang Bunda..
Vano juga mengikuti sang Bunda dan langsung mandi kemudian bersiap untuk sarapan..
"Bunda.. Vano sudah mandi.." ucap Vano sembari berlari kecil mengejar sang Bunda.
"Hemms anak Bunda sudah ganteng, ya sudah ayo sarapan dulu ya Bunda sudah siapkan di meja makan."ucap Fani sembari tersenyum..
__ADS_1
Fani pun berlalu pergi menuju kamarnya untuk membangunkan sang suami yang sepertinya masih terlelap di dalam tidurnya.
"Selamat pagi Mas, ayo bangun ini sudah siang loh." ucap Fani sembari membuka pintu kamarnya dan ternyata Revan sendiri sudah tak berada di tempat tidur..
Fani mencoba mencari keberadaan Revan..
"Kamu cari apa sayang.. Pagi sayang maaf Mas baru selesai mandi."ucap Revan sembari mencium kening Fani..
"Pagi juga Mas, ayo kita sarapan. Vano sudah menunggu di meja makan, bersiaplah dan jangan lama ya kasihan Vano."ucap Fani sembari tersenyum..
Revapun mengangguk kemudian mengambil pakaian dari dalam lemari dan mengenakannya..
Sementara itu Fani telah kembali ke meja makan untuk melihat Vano yang sedang sarapan bersama Bunda Risa..
"Putra Bunda pinter banget makannya.." ucap Fani sembari menggelus kepala sang putra.
"Senwichnya enak Bunda, Vano sangat menyukainya. " ucap Vano sembari tersenyum..
Revan pun kini telah berada di belakang Vano kemudian mencium pucuk kepala sang putra.
__ADS_1
"Pagi jagoan Ayah. Wah cepat amat sarapannya sudah habis." ucap Revan sembari mengacungkan jempolnya..
Revan pun tak lupa menyapa sang Bunda yang semenjak tadi menemani Vano sarapan..
Bunda Risa pun tersenyum hatinya merasa sangat bahagia kini dirinya merasakan kebahagiaan yang spat hilang dari hidupnya..
Kini Bunda Risa bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga apalagi perubahan Fani menjadi kado terindah untuk Bunda Risa..
Fani yang memperhatikan sikap sang Bunda pun menyentuk pundak sang Bunda dan kemudian bertanya..
"Bunda kenapa? Apa Bunda sakit.." tanya Fani terlihat sedikit khawatir..
Bunda Risa menggeleng kemudian memegang tangan Fani dengan sangat eratny.
"Tidak sayang,Bunda merasa sangat bahagia kerena Bunda merasakan bahagia yang tiada terkira." ucap Bunda Risa dengan mata berkaca kaca..
Revan pun menaruh cangkir yang dia pegang ke atas meja..
"Bunda kenapa? Bunda itu udah gak boleh berfikir apapun ya Bunda hanya boleh menikmati masa tua Bunda dengan bahagia. Bunda hanya cukup menemani kami dan mengingatkan kami jika kami jika kami ada salah." ucap Revan sembari tersenyum..
__ADS_1
Bunda Risa merasa terharu dan tak berhenti bersyukur atas karunia yang dia terima...
"Terima kasih nak Revan,, Bunda merasa sangat bahagia.."ucap Bunda Risa sembari tersenyum bahagia..