
Salsa tersenyum kearah Amar membuat jantung Amar berdetak dengan sangat kencangnya.Tiba tiba jam besuk pun telah habis dan Amar kini harus kembali lagi kedalam sel nya..
"Maaf Pak Amar, sudah waktunya anda kembali ke sel." ucap seorang penjaga..
"Baiklah Pak sebentar, Mas Gra aku masuk dulu tolong sampaikan salamku untuk Lian ya. Oh iya Mbk Salsa maaf saya harus kembali." ucap Amar sembari terse yum..
Graha pun tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Baiklah Mas, Mas baik baik ya disini?" ucap Graha dengan menjabat tangan Amar..
Setelah Amar kembali ke sel nya, Salsa juga pamit karena ada tugas..
"Gra sorry aku juga harus cabut, ada tugas dari komandan." ucap Salsa dengan lirihnya..
Graha menatap kearah sang sahabat..
"Baiklah Bupol, kamu hati hati dalam bertugas, jangan lupa cari pacar biar cepat nikah." ucap Graha sembari bercanda..
"Nyindir ya dasar jelek...." ucap Salsa dengan sewot kemudian berlalu pergi..
Setelah itu Graha pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah nya dan sebelum itu Graha kembali ke rumah sakit terlebih dahulu..
Sesampainya di rumah sakit, Graha membereskan semua perlengkapannya dan kemudian pulang untuk bertemu dengan sang putri dan istri tercinta..
🌿🌿🌿🌿🌿
Semenjak kedatangan Bunda Hesti kerumah Berlian melihat Opa tampak murung.
__ADS_1
"Opa kenapa? Apa Opa sakit?" tanya Berlian yang kebetulan melihat Opa sedang duduk melamun..
"Lian Cucuku, Opa enggak apa apa, Opa sehat Nak. Oh iya dimana Aya?" tanya Opa Rahman dengan sedikit menyunggingkan senyuman...
Berlian masih mencoba untuk mencari tahu karena ada sesuatu yang berbeda di kedua bola mata lelaki tua tersebut..
"Opa jika ada apa apa Opa bisa ceritakan apapun kepada Lian. Bukankah Opa telah menganggap Lian sebagai cucu Opa sendiri?" ucap Berlian dengan lembut..
Opa Rahman menatap kearah Berlian dengan tatapan yang dalam..
"Lian apakah Bunda Hesti itu mantan mertua kamu?"tanya Opa Rahman lirih.
"Iya Opa, dia Bundanya Mas Amar mantan suami Lian, ada apa Opa?" tanya Berlian pelan..
Opa Rahman terdiam seketika..
Berlian yang memperhatikan Opa Rahman pun menyimpulkan sesuatu yang aneh.
"Opa baik baik saja." tanya Berlian sembari memegang bahu sang Opa dengan lembut..
"Opa enggak apa apa Lian, ya sudahlah Opa mau ke kamar dulu ya mau istirahat,kamu jangan khawatir Opa baik baik saja." ucap Opa Rahman dengan lembut..
Dalam benak Opa Rahman terselip satu kata tentang siapa Amar, apakah Amar adalah anak adopsi Alam dan Hesti ataukah mereka anak kandung keduanya, tapi dulu Hesti dinyatakan mandul.
Banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban disini dan kemudian Opa Rahman menyuruh Hendrawan orang kepercayaannya untuk menyelidiki tentang siapa putra dari Alam dan Hesti..
"Apakah kamu sudah mengerti dengan apa yang saya jelaskan tadi Hendra?" tanya Opa Rahman dengan serius..
__ADS_1
"Baik Tuan akan segera saya kerjakan dan saya akan mencari tahubsedetail mungkin tentang apa yang Tuan inginkan." ucap Hendrawan dengan tegasnya.
"Baiklah saya tunggu kabar terbaik nya." ucap Opa Rahman sembari mematikan sambungan telfon nya..
Dalam perjalanan pulang pun Graha masih selalu teringat dengan Amar. Graha sendiri bingung jika dirinya berada di dekat Amar dirinya selalu merasakan bahagia dan senang.
Seharusnya Graha itu tak pernah mau mengenal lelaki yang pernah membuat luka pada hati istrinya namun hal ini berbeda..
Rasa ingin tahu dan rasa penasaran dengan jati diri Amar pun kian membuat Graha mencoba untuk mencari tahu, dan Graha menyuruh seseorang untuk membantunya mencari tahu..
tut... tut.... tut... Suara sambungan terlfon yang tengah menunggu sang empunya untuk menjawab..
"Iya Bos Gra ada apa?" tanya seseorang dari sebrang sana..
"Wil aku perlu bantuan?" ucap Graha dengan serius.
"Bantuan apa? katakanlah siapa tahu aku bisa membantumu bos." ucap Wildan orang kepercayaan Graha..
Graha kemudian menjelaskan kepada Wildan tentang maksud dan tujuannya..
"Apa kamu sudah mengerti maksud saya?" tanya Graha dengan serius.
"Baik Bos akan aku lakukan segera." ucap Wildan dengan sopan.
"Oke aku tunggu kabar baiknya." ucap Graha lalu menutup sambungan telfon nya..
Tak lama setelah itu Graha telah sampai di rumahnya dan kemudian menemui sang istri tercinta yang sesnag bersama sang putri Cahaya...
__ADS_1